Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tanam Serentak 50 Ribu Ha Dipusatkan di Agam, Kementan Geber Produksi Pascabencana

Putra Susanto • Kamis, 30 April 2026 | 13:50 WIB
SERENTAK: Sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk perwakilan BPPSDMP, Gubernur Sumatera Barat, dan Bupati Agam, melakukan tanam padi secara simbolis pada gerakan tanam serentak nasional di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Kamis (30/4).
SERENTAK: Sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk perwakilan BPPSDMP, Gubernur Sumatera Barat, dan Bupati Agam, melakukan tanam padi secara simbolis pada gerakan tanam serentak nasional di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Kamis (30/4).

PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian menggelar gerakan tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (30/4).

Langkah ini menjadi strategi percepatan produksi, terutama pada lahan-lahan yang baru direhabilitasi pascabencana.

Kegiatan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, menjadi titik utama gerakan yang dilaksanakan serentak di 25 provinsi. Di Agam, fokus diarahkan pada pemanfaatan kembali lahan terdampak agar segera produktif dan tidak kehilangan musim tanam.

Baca Juga: Truk Trailer Rusak di Lembah Anai, Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan percepatan tanam menjadi kunci menjaga ritme produksi nasional.

“Hari ini kita melaksanakan tanam serentak di 25 provinsi dan dipusatkan di Kabupaten Agam. Untuk lahan CSR sekitar 5 ribu hektare, Oplah sekitar 43 ribu hektare, serta lahan terdampak bencana di Sumbar yang sudah direkonstruksi dan kini mulai ditanami seluas 2.026 hektar,” ujarnya.

Ia menekankan, tidak boleh ada jeda antara pembukaan lahan dan penanaman. “Lahan yang sudah dibuka harus langsung ditanam. Jangan menunggu, karena berpotensi kembali ditumbuhi semak dan menghambat produksi,” tegasnya.

Baca Juga: KAI Sumbar Siapkan 23.376 Kursi KA Lokal Saat Libur Panjang 1-3 Mei 2026, Ini Rutenya

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian dalam mendorong percepatan tanam di daerah terdampak.

Menurutnya, dari sekitar 7 ribu hektare lahan terdampak bencana di Sumbar, sebanyak 62 persen telah direhabilitasi dan lebih dari 50 persen sudah kembali ditanami.

“Ini langkah strategis untuk memastikan produksi tetap terjaga. Kita optimistis, dengan percepatan ini, dalam waktu dekat sudah bisa memasuki masa panen,” ujarnya.

Baca Juga: Taman Literasi Digital Syech Kukut, Ikon Baru Rekreasi Modern di Kota Solok

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga siap menindaklanjuti arahan pusat, termasuk dalam mengantisipasi potensi kekeringan agar siklus tanam tidak terganggu.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengaku bersyukur daerahnya dipercaya menjadi pusat gerakan tanam serentak nasional.

Di Agam sendiri, sekitar 1.700 hektare lahan terdampak bencana tengah dipulihkan. Dalam satu bulan terakhir, 311 hektare telah selesai diperbaiki dan siap ditanami.

Baca Juga: GAIA Dental Clinic Gelar Edukasi dan Pemeriksaan Gigi Gratis Bersama PMI

“Ke depan, sekitar 200 hektare lahan rusak sedang akan kita lanjutkan pengerjaannya, dan sekitar 1.000 hektare masuk program optimalisasi lahan,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan tantangan di lapangan masih besar, terutama ancaman longsor yang kerap merusak kembali lahan yang telah dibersihkan.

Karena itu, Agam membutuhkan dukungan alat berat dari pemerintah pusat. “Kita butuh minimal 20 unit alat berat untuk siaga di titik rawan. Jika terjadi longsor, bisa langsung ditangani agar lahan tidak kembali rusak,” tegasnya.

Baca Juga: Atletico vs Arsenal 1-1: Drama VAR, Arteta Murka dan Simeone Ikut Soroti Penalti

Pelaksanaan gerakan tanam serentak ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di lokasi kegiatan. (ptr)

Sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk perwakilan BPPSDMP, Gubernur Sumatera Barat, dan Bupati Agam, melakukan tanam padi secara simbolis pada gerakan tanam serentak nasional di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Kamis (30/4).(ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Koto Kaciak #Benni Warlis #mahyeldi ansharullah #Tanam serentak