PADEK.JAWAPOS.COM-Longsor terjadi di Jorong Gantiang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa malam 5 Mei 2026, menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya.
Bencana ini juga sempat memutus total akses jalan penghubung Matur Agam–Bukittinggi hingga sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (6/5/2026) akibat tertimbun material longsor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Dinas Kominfo Agam, bencana terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB di Kecamatan Ampek Koto. Material tanah dan bebatuan yang turun secara tiba-tiba menghantam kawasan permukiman warga dan memicu kepanikan.
Seorang warga, Arnel, menyampaikan bahwa tiga rumah tertimbun material longsor dan terdapat tujuh korban dalam peristiwa tersebut.
“Satu orang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar,” ujarnya.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga berdampak besar terhadap infrastruktur. Akses jalan penghubung Matur–Bukittinggi via Sungai Landia dilaporkan putus total.
Pada Rabu, 6 Mei 2026, Bupati Agam Benni Warlis meninjau langsung lokasi bencana sebagai respons pemerintah daerah terhadap kejadian tersebut.
Dalam kunjungannya, Benni Warlis menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi dan menegaskan bahwa bencana ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah Kabupaten Agam juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menurunkan dua unit alat berat ke lokasi.
Penanganan dilakukan secara terpadu mengingat status jalan tersebut merupakan jalan provinsi, dengan fokus mempercepat proses evakuasi material longsor.
“Saat ini pembersihan material sudah mulai dilakukan sejak pagi tadi. Kita berharap dalam waktu tidak terlalu lama akses jalan ini dapat kembali dilalui kendaraan,” kata Benni Warlis.
Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan.(*)
Editor : Heri Sugiarto