Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Agam Kawinkan NCH dengan Bangkik dari Surau, 32 Masjid Jadi Pilot Project

Putra Susanto • Rabu, 1 Juli 2026 | 12:37 WIB
SINERGI: Bupati Agam Benni Warlis didampingi jajaran, Kepala DPMD Sumbar Yozarwardi
Usama Putra saat mengikuti pembukaan Sosialisasi Program Nagari Creative Hub Provinsi
Sumatera Barat di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6).
SINERGI: Bupati Agam Benni Warlis didampingi jajaran, Kepala DPMD Sumbar Yozarwardi Usama Putra saat mengikuti pembukaan Sosialisasi Program Nagari Creative Hub Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6).

 
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam tidak sekadar menjalankan Program Nagari Creative Hub (NCH) yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Daerah itu mengambil langkah lebih jauh dengan mengintegrasikan program tersebut ke dalam gerakan Bangkik dari Surau, melahirkan konsep Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM) yang menjadikan masjid sebagai pusat transformasi digital, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Agam, Benni Warlis, saat membuka Sosialisasi Program Nagari Creative Hub Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6).

Menurut Benni, kolaborasi tersebut menjadi strategi Pemkab Agam untuk memastikan digitalisasi nagari tidak berjalan sendiri, tetapi berpijak pada kekuatan sosial, adat, dan nilai-nilai keagamaan yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin Nagari Creative Hub hanya berhenti sebagai program digitalisasi. Di Agam, kami kawinkan dengan gerakan Bangkik dari Surau sehingga lahir Nagari Creative Hub Berbasis Masjid. Masjid harus menjadi pusat kebangkitan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi umat, budaya, pariwisata hingga ruang lahirnya kreativitas generasi muda,” tegas Benni.

Sebagai langkah awal, Pemkab Agam menetapkan 32 masjid sebagai lokasi pengembangan sekaligus pilot project implementasi NCHBM. Sementara untuk Program Nagari Creative Hub tingkat Provinsi Sumatera Barat, Nagari Kototangah, Kecamatan Tilatang Kamang, dipilih sebagai nagari percontohan.

Benni menjelaskan, melalui konsep tersebut, pengembangan potensi nagari tidak hanya difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi berbasis masyarakat.

Pengembangan UMKM, kuliner berbasis masjid, promosi wisata nagari, hingga pemasaran produk lokal melalui platform digital menjadi bagian dari program yang akan dijalankan.

Menurutnya, sejumlah masjid di Kabupaten Agam selama ini telah berkembang menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, sekaligus destinasi wisata berbasis masyarakat. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui sistem yang terintegrasi.

Namun demikian, ia mengakui keberhasilan program sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia di tingkat nagari.

“Tantangan terbesar bukan membangun aplikasinya, tetapi menyiapkan SDM kreatif yang mampu mengelola potensi nagari dan memasarkan produk lokal secara digital. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat menjadi fokus utama kami,” katanya.

Selain itu, Pemkab Agam juga menyiapkan pembangunan sistem database dan dashboard masjid yang terintegrasi sebagai basis penyusunan kebijakan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis data.

“Harapan kami, Nagari Creative Hub tidak hanya menjadi program pemerintah. Ini harus menjadi gerakan bersama yang menggerakkan kebangkitan nagari melalui kekuatan masjid, teknologi digital, dan partisipasi seluruh masyarakat,” ujar Benni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, mengatakan Program Nagari Creative Hub merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi mendorong percepatan transformasi digital di tingkat nagari sekaligus memperkuat pengembangan potensi ekonomi lokal. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Bangkik dari Surau #NCH 2026 #Nagari Creative Hub #pemkab agam