AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM – Kebutuhan warga Nagari Koto Baru, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, terhadap pengetahuan dasar keselamatan listrik terlihat dari berbagai pertanyaan dalam sosialisasi Desa Cerdas Hemat Listrik yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Padang (KKN UNP).
Sekitar 20 warga perwakilan dari tiga jorong menghadiri kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Koto Baru tersebut.
Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai ukuran kabel yang aman, kecukupan daya listrik 900 watt, cara memeriksa kondisi instalasi, hingga fungsi Miniature Circuit Breaker (MCB).
Warga Belajar Kenali Risiko Listrik
Dua mahasiswa KKN UNP, Alfitra Riken Akbar dari Jurusan Teknik Elektro Industri dan Muhammad Dimas Wicaksana dari Jurusan Teknik Rekayasa Sistem Elektronika, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian energi listrik, komponen dasar kelistrikan rumah tangga seperti kWh meter, kabel, dan stop kontak, serta besaran tegangan, arus, dan daya listrik.
"Kami juga menjelaskan potensi bahaya penggunaan listrik yang tidak aman, termasuk sengatan listrik, korsleting, dan kebakaran. Fungsi alat pengaman seperti MCB," ungkap Alfitra, Kamis (23/7/2026).
Untuk memudahkan pemahaman, penyampaian materi dilengkapi demonstrasi menggunakan lampu LED, lampu pijar, stop kontak, dan tespen. Dengan demikian, warga dapat melihat secara langsung penerapan materi kelistrikan yang dibahas.
Salah satu pertanyaan yang mendapat perhatian peserta berkaitan dengan ukuran kabel untuk instalasi rumah tangga.
Menjawab pertanyaan tersebut, Riken menjelaskan bahwa kabel NYA berukuran 2,5 mm² umumnya digunakan untuk instalasi rumah tangga.
Warga Ingin Bisa Periksa Instalasi Rumah
Selain ukuran kabel, warga juga menanyakan besaran daya listrik yang sesuai untuk kebutuhan rumah tangga. Salah satu yang dibahas adalah apakah daya 900 watt cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga juga ingin mengetahui cara sederhana memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah masing-masing.
Pertanyaan tersebut menunjukkan kebutuhan peserta terhadap pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam penggunaan listrik sehari-hari.
Kegiatan ini juga membahas kebiasaan penggunaan listrik yang berisiko, seperti membiarkan lampu menyala ketika tidak diperlukan dan menumpuk banyak colokan pada satu terminal.
Edukasi diarahkan agar masyarakat lebih memahami penggunaan listrik yang aman dan hemat.
Seorang warga mengaku baru mendapatkan penjelasan mengenai hal-hal dasar seperti ukuran kabel dan fungsi MCB dalam kegiatan tersebut.
“Baru sekarang ada yang menjelaskan sampai ke ukuran kabel dan fungsi MCB-nya. Selama ini kami cuma tahu memakai listrik, jarang paham dari mana bahayanya kalau salah pasang,” ujar warga tersebut.
Wali Nagari Koto Baru, Zuhdi SSos menyambut baik kegiatan yang mempertemukan warga dari tiga jorong dalam satu forum.
Ia berharap pengetahuan yang disampaikan mahasiswa KKN UNP dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN UNP berharap edukasi tersebut berlanjut melalui kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu ketika tidak digunakan dan memeriksa kondisi instalasi listrik rumah secara berkala.(*)
Editor : Hendra Efison