PADEK.JAWAPOS.COM— Universitas Negeri Padang (UNP) bersama PLN UBP Bukittinggi mendorong mitigasi bencana berbasis vegetasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di Nagari Koto Malintang, Maninjau, Kabupaten Agam.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Integrasi Mitigasi Berbasis Vegetasi dan Struktural untuk Meningkatkan Daya Lenting Masyarakat Koto Malintang Pascabencana” pada 10 Agustus 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Tahun 2026 itu mendapat sambutan dari masyarakat, khususnya Kelompok Tani Hutan Nagari Koto Malintang.
100 Bibit Pohon Dibagikan
Kegiatan diawali edukasi mengenai mitigasi berbasis vegetasi yang disampaikan Reki Kardiman, Ph.D, dosen Program Studi Biologi UNP dan ahli konservasi sumber daya alam.
Masyarakat mendapat pemahaman mengenai pentingnya vegetasi dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya pengurangan risiko bencana. Edukasi tersebut dilanjutkan dengan pembagian 100 bibit pohon kepada masyarakat.
Bibit yang dibagikan terdiri atas durian, manggis, petai, alpukat, mangga, dan jeruk. Jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut diarahkan agar upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui tanaman yang dibudidayakan.
Warga Dilatih Hadapi Kondisi Darurat
Selain mitigasi berbasis vegetasi, masyarakat juga mendapat pelatihan mitigasi dan simulasi bencana. Kegiatan tersebut menghadirkan Fauzan Azima, S.T., dari BPBD Kabupaten Agam.
Peserta mendapat informasi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi. Mereka juga mengikuti praktik pertolongan terhadap korban bencana dan penggunaan tandu emergency.
Pelatihan tersebut ditujukan agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kondisi darurat. Masyarakat dinilai memiliki posisi dekat dengan lingkungan tempat tinggal sehingga keterampilan respons awal menjadi bagian dari kesiapsiagaan.
Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, Nagari Koto Malintang juga menerima bantuan peralatan hasil kolaborasi tim pengabdian dengan PLN UBP Bukittinggi.
Bantuan tersebut terdiri atas satu unit tandu emergency dan empat emergency kit. Peralatan itu diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana kesiapsiagaan dan respons awal ketika terjadi keadaan darurat.
UNP dan Nagari Koto Malintang Jalin Kerja Sama
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Departemen Biologi UNP dan Nagari Koto Malintang.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, konservasi lingkungan, serta pengembangan potensi nagari.
Wali Nagari Koto Malintang Hendra Yanto menyampaikan dukungan terhadap kegiatan pengabdian tersebut karena dinilai dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat.
Pihak nagari juga berharap Koto Malintang dapat dikembangkan menjadi desa binaan Departemen Biologi UNP. Harapan tersebut sejalan dengan PKS yang telah ditandatangani antara kedua pihak.
Ketua tim pengabdian, Fadilaturahmah, M.Si., bersama tim menilai peningkatan daya lenting masyarakat membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.
Masyarakat tidak hanya perlu memahami cara mencegah dan mengurangi risiko bencana, tetapi juga memiliki keterampilan untuk merespons ketika bencana terjadi. Pada saat yang sama, lingkungan diperkuat melalui pendekatan vegetasi yang memberikan manfaat ekologis dan ekonomi.
Kolaborasi UNP, pemerintah nagari, masyarakat, BPBD, dan PLN menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mendukung upaya konservasi lingkungan di Koto Malintang.(*)
Editor : Hendra Efison