PADEK.JAWAPOS.COM — Warga Jorong Induriang, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, masih mengandalkan jembatan bambu sebagai akses sementara selama Jembatan Pandan Banyak dibangun ulang.
Jembatan darurat yang berada di samping jembatan utama itu digunakan pengendara sepeda motor untuk melintasi kawasan. Karena ukurannya terbatas, pengendara harus melintas secara bergantian.
Pantauan Padang Ekspres, Jumat (2/10/2026), sejumlah pekerja masih melakukan pembangunan di lokasi. Material dan perlengkapan pekerjaan terlihat berada di sekitar jembatan.
Di sisi lain, aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan memanfaatkan akses sementara tersebut.
Jembatan Pandan Banyak yang lama dibongkar untuk dibangun kembali dengan ukuran lebih lebar.
Mandor pekerjaan, Jumanto, mengatakan pekerjaan dimulai sejak Juli 2026.
“Dulu kan kecil, sekarang diperbesar,” kata Jumanto saat ditemui di lokasi, Jumat (2/10).
Menurutnya, pembangunan tidak dilakukan dengan memperbaiki bagian tertentu dari jembatan lama.
Konstruksi sebelumnya dibongkar dan pembangunan jembatan baru dilakukan dari awal untuk menyesuaikan dengan ukuran yang lebih besar.
Jumanto menyebut pekerjaan ditargetkan selesai sekitar 20 Oktober 2026. Hingga Jumat (2/10), aktivitas pembangunan masih berlangsung di lokasi.
Berdasarkan papan proyek, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam melalui Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan tercantum sebagai Paket VII (Tambahan TKD) JBT Jembatan Pandan Banyak Jorong Induriang. Nilai kontraknya Rp1.753.726.064 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.
Papan proyek juga mencantumkan CV Odink Pratama sebagai pelaksana pekerjaan dan CV Bina Citra Consultant sebagai pengawas.
Seorang warga setempat mengatakan kondisi jembatan lama sebelumnya sudah cukup mengkhawatirkan.
Bagian jembatan disebut telah dalam kondisi menggantung sehingga dikhawatirkan membahayakan masyarakat yang melintas.
Warga juga menyebut jembatan lama pernah terdampak galodo. Saat kejadian, aliran air disebut hampir mencapai bagian jembatan. Namun, kejadian tersebut merupakan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya dan bukan kondisi yang sedang berlangsung saat ini.
Menurut warga, jembatan tersebut telah berusia sangat lama. Bagian dasar konstruksinya bahkan disebut sudah ada sejak zaman Belanda dan kemudian mengalami beberapa kali penambahan atau perubahan.
Konstruksi awal jembatan disebut menggunakan kayu. Bagian tersebut masih terlihat pada struktur lama sebelum akhirnya dibongkar untuk pembangunan jembatan yang baru.
Selama pekerjaan berlangsung, jembatan bambu menjadi akses sementara bagi warga, terutama pengendara sepeda motor. (mg10)
Editor : Hendra Efison