PADEK.JAWAPOS.COM— Petani di Muaro, Jorong IV Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mengusulkan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 855 meter menjadi rabat beton karena kondisinya rusak berat dan sulit dilalui saat musim hujan.
Aspirasi Kelompok Tani Karya Tani itu disampaikan kepada anggota DPRD Sumatera Barat, Ridwan Dt Tumbijo, saat menerima perwakilan masyarakat di kediamannya di Manggopoh, Rabu malam (14/10/2026).
Ridwan mengatakan akan mengupayakan tindak lanjut usulan tersebut melalui perubahan anggaran 2027 atau tahun anggaran 2028.
"Kita usahakan untuk menindaklanjutinya pada perubahan anggaran 2027 atau tahun anggaran 2028, insyaallah paling lama," katanya.
Ketua RK III Muaro, Jorong IV Surabayo, St. Sati Mansurdin, mengatakan Kelompok Tani Karya Tani memiliki 43 anggota yang menggarap lahan pertanian sekitar 300 hektare.
Namun, potensi tersebut belum didukung akses jalan usaha tani yang memadai.
Jalan Berlumpur, Biaya Angkut Hasil Panen Meningkat
Mansurdin menjelaskan, jalan usaha tani Muaro merupakan satu-satunya akses bagi petani menuju lahan persawahan.
Kondisi jalan yang masih berupa tanah dan pengerasan sirtu mengalami kerusakan berat sehingga sulit dilalui kendaraan ketika musim hujan.
“Jalan usaha tani Muaro merupakan akses satu-satunya bagi petani untuk menuju lahan persawahan. Kondisinya saat ini masih berupa tanah dan pengerasan sirtu, rusak berat, serta berlumpur sehingga tidak dapat dilalui kendaraan ketika musim hujan,” ujarnya.
Dalam proposal yang diajukan, kelompok tani mengusulkan peningkatan jalan sepanjang 855 meter, lebar tujuh meter, dengan ketebalan rabat beton 15 sentimeter.
Menurut Mansurdin, kerusakan jalan menyulitkan petani mengangkut pupuk, bibit, dan sarana produksi lainnya menuju lahan.
Saat panen, petani bahkan harus mengandalkan tenaga manusia untuk memikul hasil pertanian karena kendaraan kesulitan menjangkau lokasi.
Kondisi tersebut meningkatkan biaya angkut dan memperlambat distribusi hasil panen.
Keterlambatan pengangkutan juga berpotensi menurunkan kualitas gabah dan memengaruhi harga jual di tingkat petani.
“Kalau jalan sulit dilalui, biaya yang harus dikeluarkan petani menjadi lebih besar. Pembeli juga kesulitan masuk ke lokasi, sehingga posisi tawar petani dalam menjual hasil panen ikut terpengaruh,” jelasnya.
Petani Berharap Pembangunan Masuk Anggaran 2027
Ketua Pemuda RK Muaro, Dodi Andika, mengatakan peningkatan jalan usaha tani dibutuhkan karena akses tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran kegiatan pertanian dan perekonomian masyarakat setempat.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan perhatian terhadap usulan pembangunan rabat beton tersebut melalui program bantuan infrastruktur pertanian.
“Harapan kami, jalan usaha tani ini bisa ditingkatkan menjadi rabat beton. Dengan begitu, aktivitas pertanian lebih lancar, biaya produksi dan angkut bisa ditekan, serta pendapatan petani meningkat,” harapnya.
Aspirasi yang disampaikan kepada Ridwan Dt Tumbijo diharapkan menjadi bahan perjuangan untuk mendorong pembangunan infrastruktur pertanian sesuai kewenangan pemerintah provinsi dan ketersediaan anggaran.
Bagi 43 anggota Kelompok Tani Karya Tani yang menggarap sekitar 300 hektare lahan, peningkatan jalan tersebut diharapkan memperlancar akses menuju sawah, memudahkan distribusi hasil panen, serta mendukung kegiatan pertanian di Muaro, Jorong IV Surabayo, Kabupaten Agam.(*)
Editor : Hendra Efison