PADEK.JAWAPOS.COM -- Target tinggi dipasang Kabupaten Limapuluh Kota menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Daerah ini membidik posisi tiga besar klasemen akhir perolehan medali dengan mengandalkan kekuatan cabang atletik, menembak, serta sejumlah cabang bela diri.
Optimisme tersebut disampaikan Ketua KONI Kabupaten Limapuluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan, saat memantau seleksi atlet Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lapangan Breakhouse Arena, Payakumbuh, Sabtu (13/6).
Menurut Taufik, persiapan menuju Porprov terus dimatangkan melalui pemantauan dan evaluasi berkala terhadap cabang-cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali. Saat ini, Limapuluh Kota diproyeksikan mengikuti 35 cabang olahraga. Jumlah itu masih berpeluang bertambah seiring perkembangan persiapan atlet dan kesiapan organisasi cabang olahraga. “Tidak tertutup kemungkinan jumlah cabang olahraga yang diikuti akan bertambah,” ujarnya.
Taufik mengatakan, atletik dan menembak masih menjadi tulang punggung kekuatan olahraga Limapuluh Kota. Rekam jejak kedua cabang tersebut cukup mentereng. Pada Porprov 2018, atletik dan menembak berhasil keluar sebagai juara umum dan menjadi penyumbang medali terbanyak bagi daerah.
Selain itu, cabang-cabang bela diri seperti pencak silat dan karate juga menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Hasil sejumlah kejuaraan daerah menjadi indikator meningkatnya kualitas atlet yang dimiliki Limapuluh Kota.
“Kita punya andalan di atletik dan menembak. Pada Porprov 2018 kedua cabang ini berhasil menjadi juara umum. Selain itu, cabang bela diri juga memiliki potensi besar untuk menyumbang prestasi. Apalagi Kita menjadi tuan rumah cabor menembak dan pencak silat,” katanya.
Keuntungan sebagai tuan rumah dinilai menjadi nilai tambah tersendiri. Pada Porprov 2026, Limapuluh Kota dipercaya menggelar pertandingan cabang olahraga menembak dan pencak silat. Selain mengurangi beban adaptasi atlet terhadap venue pertandingan, dukungan langsung masyarakat diharapkan mampu meningkatkan motivasi atlet saat bertanding.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi KONI, target tiga besar dinilai cukup realistis. Pada Porprov 2018, Limapuluh Kota mampu menempati posisi keempat klasemen akhir. Dengan perkembangan atlet yang terus menunjukkan tren positif serta hasil sejumlah Kejuaraan Daerah (Kejurda), peluang memperbaiki posisi dinilai terbuka lebar.
“Kita menargetkan masuk tiga besar. Pada Porprov 2018 kita berada di posisi empat. Dengan potensi yang ada di cabang menembak, atletik, dan pencak silat, peluang itu cukup terbuka,” ungkapnya.
Perkembangan olahraga bela diri menjadi salah satu modal penting dalam mencapai target tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai sasana dan perguruan bela diri tumbuh di sejumlah kecamatan di Limapuluh Kota. Aktivitas latihan yang berlangsung rutin menjadi fondasi pembinaan atlet usia muda yang berkelanjutan.
“Saat ini cabang olahraga bela diri cukup konsisten berlatih. Sasana-sasana bela diri juga semakin banyak bermunculan di Kabupaten Limapuluh Kota. Ini menjadi modal yang baik untuk pembinaan atlet ke depan,” katanya.
Meski demikian, Taufik mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, salah satunya fenomena perpindahan atlet ke daerah lain. Menurutnya, kondisi tersebut cukup disayangkan karena pembinaan atlet membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.
Ia berharap para atlet agar tetap memiliki loyalitas terhadap daerah yang telah membina mereka sejak awal. Di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi yang sedang berlangsung, semangat membela daerah dinilai menjadi faktor penting dalam membangun prestasi olahraga.
“Kita berharap dengan segala keterbatasan dan efisiensi yang ada, atlet-atlet bisa menunjukkan loyalitas kepada daerah dan tidak tergiur dengan iming-iming yang lain. Kedepankan dulu rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerah,” tegasnya.
Porprov Sumatera Barat 2026 diperkirakan akan menjadi ajang persaingan ketat antar kabupaten dan kota. Selain menjadi arena perebutan prestasi, multievent olahraga terbesar di Sumbar itu juga menjadi sarana menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat daerah hingga level nasional. (juf/rid)
Editor : Adriyanto Syafril