Setelah enam hari bergelut dengan target, rapat, dan berbagai persoalan kantor, sebagian pekerja di Kota Padang memilih “melarikan diri” sejenak ke GOR Telkom, Jalan Khatib Sulaiman. Di antara deru langkah, suara kok (Shuttlecock) yang dipukul, dan gelak tawa para pemain, beban pekerjaan perlahan luruh, bahkan tak jarang persoalan kantor menemukan solusinya di tempat ini.
Laporan : Hendrian
Pagi itu, suasana GOR Telkom Padang, Jalan Khatib Sulaiman mendadak ramai. Riuh rendah suara gelak tawa pemain menjadi obat bagi pecinta bulu tangkis yang sehari-hari sibuk dengan rutinitas kerja. Setiap pekan tempat ini menjadi pilihan bagi sebagian pecinta olahraga bulu tangkis melepas lelah. Tak jarang carut marut masalah kantor terselesaikan juga di sini.
“Ya, bermain di sini bukan sekadar berolahraga, tapi memperbaiki dan mengendorkan syaraf setelah enam hari bergelut dengan target dan tekanan kantor,” ujar salah seorang pemain bulu tangkis sambil menyeka keringatnya.
Ia juga mengatakan, ini tempat “berobat” kami, dan tak jarang mereka bertengkar dengan isteri karena memintanya untuk menemani belanja harian atau ada undangan pesta.
“Hahahaha, saya sering bertengkar juo samo urang rumah karena berbenturan dengan jadwal bermain bulu tangkis”.
Syawal (47) misalnya, langganan di GOR Telkom Padang ini, mengatakan, terkadang ia berbohong sama isteri hanya untuk mengeluarkan keringat dan “ berobat” di sini. “ Ya, tawa teman, menertawakan teman, atau hanya sekadar mengulang cerita lucu lama yang pernah terjadi menjadi “obat” bagi kami,” ujar Syawal, Minggu (21/6/2026).
Ini yang perlu dimengerti oleh kaum ibu, begitu beratnya tugas-tugas kami di kantor, sehingga perlu suasana untuk mengobati hati yang terluka karena tingginya mobilitas di kantor. “Ini pelipulara kami, mohon jangan diganggu, “ ujarnya sambil tertawa.
Tapi, katanya, bukan bearti keluarga tidak bisa menjadi pelipulara. Ada hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan dari keluarga. Begitu juga sebaliknya.
“Tapi yakinlah, ini kami lakukan hanya untuk keluarga tercinta, hanya ingin meninggalkan sejenak rutinitas yang padat ini, supaya esok lebih bersemangat. Dan tentu uangnya untuk urang rumah juo,” jelasnya sambil tersenyum.
Sejak pagi, satu per satu pemain berdatangan. Ada yang datang bersama rekan kerja, ada pula yang bergabung dengan komunitas pecinta bulu tangkis. Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa di setiap sudut lapangan.
GOR Telkom Padang sendiri memiliki delapan lapangan bulu tangkis yang terbagi dalam dua jenis, yakni empat lapangan berlantai beton dan empat lapangan beralas karpet. Seluruh fasilitas tersebut dimanfaatkan para pemain untuk menjalani rutinitas olahraga mingguan.
Sebagian besar pemain telah memiliki kelompok bermain dengan jadwal tetap. Mereka menjadikan akhir pekan sebagai waktu khusus untuk berolahraga setelah disibukkan berbagai aktivitas sehari-hari.
Untuk dapat menggunakan lapangan secara rutin, para pemain harus terdaftar sebagai anggota atau member. Sistem ini diterapkan guna mempermudah pengaturan jadwal penggunaan lapangan agar tidak terjadi benturan waktu.
Biaya keanggotaan ditetapkan sebesar Rp400 ribu per bulan. Dengan biaya tersebut, anggota memperoleh kesempatan bermain sebanyak empat kali dalam sebulan sesuai jadwal yang telah disepakati.
Selain membayar biaya sewa lapangan, pemain juga menyediakan shuttlecock atau kok secara mandiri. Adapun perlengkapan yang digunakan meliputi raket, sepatu olahraga, dan pakaian olahraga.
Menurut para pemain, sistem keanggotaan membuat jadwal bermain menjadi lebih teratur karena pemesanan lapangan dilakukan jauh hari sebelumnya.
Bagi para pecinta bulu tangkis, olahraga ini menjadi pilihan menjaga kondisi tubuh tetap prima. Gerakan berlari, melompat, hingga mengejar kok membuat hampir seluruh anggota tubuh aktif bergerak.
Tak heran jika bulu tangkis banyak diminati berbagai kalangan, mulai dari pekerja hingga masyarakat umum. Selain menjaga kebugaran, para pemain juga memanfaatkan waktu latihan meningkatkan keterampilan bermain, baik dari segi teknik maupun strategi.
Meski sebagian besar pertandingan berlangsung dalam suasana santai dan rekreatif, semangat kompetitif tetap hadir di setiap permainan. Hal itu justru menambah keseruan dan tantangan selama bertanding.
Di balik setiap pertandingan, tersimpan nilai kebersamaan yang begitu kuat. GOR Telkom tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang silaturahmi dan tempat berkeluh kesah.
Sebagian pemain berasal dari lingkungan kerja yang sama, sementara lainnya datang dari berbagai komunitas di Kota Padang. Pertemuan rutin setiap pekan membuat hubungan antarpemain semakin akrab.
Nilai kerja sama dan sportivitas pun senantiasa dijunjung tinggi selama pertandingan berlangsung. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan menjaga kebersamaan dan menikmati waktu bersama.
Bagi banyak warga, bulu tangkis telah menjadi bagian dari gaya hidup. Bukan sekadar aktivitas menyehatkan tubuh, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan di tengah padatnya rutinitas sehari-hari. (*)
Editor : Adriyanto Syafril