Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Supine HIFU jadi Inovasi Penghancur Miom tanpa Sayatan

jpg • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:04 WIB
Proses pembedahan miom di salah satu rumah sakit. (DOK JPG)
Proses pembedahan miom di salah satu rumah sakit. (DOK JPG)

PADEK.JAWAPOS.COM - Penanganan Miom kini mulai bergeser ke metode yang lebih minim tindakan invasif. KPJ Damansara Specialist Hospital 2 (DSH2) memperkenalkan teknologi Supine HIFU atau High-Intensity Focused Ultrasound, terapi penghancur miom tanpa operasi yang diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara.

Teknologi ini menjadi inovasi terbaru dalam penanganan miom karena menawarkan prosedur nonbedah dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik bagi pasien.

Berbeda dengan metode HIFU konvensional yang mengharuskan pasien berada dalam posisi tengkurap selama tindakan, teknologi Supine HIFU memungkinkan pasien menjalani terapi dalam posisi telentang. Posisi tersebut dinilai lebih nyaman, terutama untuk prosedur yang berlangsung dalam durasi cukup lama.

Prosedur ini ditangani langsung oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan berpengalaman, yakni Dr Liew Yen Eit dan Dr Haliza Kamarudin, yang memastikan tindakan dilakukan secara aman, presisi, dan sesuai standar medis.

“Inovasi ini semakin diminati oleh perempuan modern yang ingin menjaga kesehatan reproduksi tanpa harus menjalani operasi besar,” tulis pihak DSH2 dalam keterangan resminya.

Selama ini, penanganan miom umumnya dilakukan melalui tindakan operasi yang memiliki sejumlah risiko, seperti penggunaan pembiusan umum, masa pemulihan yang lebih panjang, hingga kemungkinan pengangkatan rahim pada kondisi tertentu.

Melalui teknologi HIFU, energi ultrasound berkekuatan tinggi difokuskan langsung ke jaringan miom untuk menghancurkan sel abnormal tanpa memerlukan sayatan bedah.
Metode tersebut dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibanding operasi konvensional. Selain rasa nyeri yang lebih minimal, prosedur ini juga tidak meninggalkan bekas luka operasi dan memungkinkan pasien menjalani masa pemulihan yang lebih cepat.

Keunggulan lainnya adalah rahim pasien tetap dapat dipertahankan sehingga peluang kesuburan tetap terjaga, sesuatu yang menjadi perhatian penting bagi banyak perempuan usia produktif.

Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan bahwa teknologi HIFU tidak dapat diterapkan untuk seluruh kasus miom. Prosedur ini dinilai lebih efektif untuk miom dengan ukuran sedang, jumlah terbatas, dan berada pada lokasi yang aman dari organ sensitif di sekitarnya.

Untuk kondisi tertentu, dokter masih dapat merekomendasikan prosedur lain seperti laparoscopic myomectomy maupun hysteroscopic myomectomy sesuai kondisi pasien dan hasil pemeriksaan medis.

DSH2 menyebut kehadiran teknologi Supine HIFU menjadi salah satu alternatif terapi modern bagi perempuan yang ingin menangani miom tanpa harus menjalani operasi besar serta tanpa masa pemulihan yang panjang. (jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#Ayo Sehat