MIGRAIN merupakan salah satu jenis sakit kepala yang dapat menimbulkan nyeri berdenyut hebat, sering kali disertai mual, muntah, hingga sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Kondisi ini ternyata dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan seperti tiramin, monosodium glutamat (MSG), nitrat, hingga pemanis buatan tertentu memiliki hubungan dengan munculnya serangan migrain pada individu yang sensitif.
Karena itu, mengenali makanan pemicu secara spesifik menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi frekuensi maupun intensitas migrain.
Dilansir dari laman YourTango, berikut delapan jenis makanan yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu migrain dan sakit kepala hebat.
1. Roti yang Baru Dipanggang
Produk berbahan ragi seperti roti, bagel, dan donat yang baru keluar dari oven dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang yang sensitif. Pemicunya bukan pada jenis rotinya, melainkan proses fermentasi yang masih aktif saat makanan tersebut masih panas.
Salah satu cara yang dapat dicoba adalah membekukan roti sebelum dikonsumsi untuk menghentikan proses fermentasi aktif tersebut.
2. Pisang dan Alpukat yang Terlalu Matang
Pisang dan alpukat dikenal kaya nutrisi. Namun, ketika buah-buahan tersebut terlalu matang atau mulai menghitam, kadar tiramin di dalamnya meningkat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam European Neuropsychopharmacology menyebutkan bahwa tiramin dapat memicu pelepasan norepinefrin yang memengaruhi pembuluh darah dan berpotensi menyebabkan migrain pada individu tertentu.
3. Buah-Buahan Sitrus
Buah sitrus seperti jeruk dan grapefruit juga dilaporkan dapat memicu sakit kepala berdenyut pada sebagian orang. Efeknya dapat berbeda pada setiap individu, tergantung jumlah yang dikonsumsi.
Mencatat respons tubuh setelah mengonsumsi buah sitrus dapat membantu mengetahui batas toleransi masing-masing orang.
4. Makanan yang Mengandung MSG
Monosodium glutamat (MSG) merupakan bahan tambahan makanan yang kerap dikaitkan dengan sakit kepala pada individu sensitif. MSG tidak hanya ditemukan dalam masakan tertentu, tetapi juga terdapat pada makanan olahan seperti keripik, sup instan, dan makanan siap saji.
Beberapa penelitian merekomendasikan pencatatan pola makan harian untuk membantu mengidentifikasi apakah MSG menjadi salah satu pemicu migrain.
5. Tomat dan Saus Tomat
Tomat mengandung glutamat alami yang memiliki efek serupa dengan MSG. Pada sebagian orang, kandungan tersebut dapat memicu migrain.
Saus tomat yang telah melalui proses pemasakan dalam jumlah besar juga dapat memiliki konsentrasi glutamat lebih tinggi dibandingkan tomat segar.
6. Daging Olahan yang Mengandung Nitrat
Produk daging olahan seperti hot dog, salami, dan bacon yang diawetkan menggunakan nitrat diketahui dapat menjadi pemicu sakit kepala.
Sebuah studi dalam The Lancet menemukan bahwa natrium nitrit dapat memicu sakit kepala pada sejumlah partisipan penelitian. Nitrat dapat menghasilkan nitric oxide yang berperan dalam pelebaran pembuluh darah dan memengaruhi jalur saraf yang terkait dengan migrain.
7. Bawang Mentah
Bawang mentah termasuk pemicu migrain yang kurang dikenal, tetapi dapat berdampak pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu.
Menariknya, bawang yang telah dimasak umumnya tidak menimbulkan efek serupa. Beberapa ahli juga menyarankan penggunaan bawang merah kecil atau shallot sebagai alternatif.
8. Aspartam dalam Produk Bebas Gula
Aspartam merupakan pemanis buatan yang banyak ditemukan dalam produk bebas gula. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi aspartam dalam jumlah tinggi dengan meningkatnya frekuensi sakit kepala pada individu yang rentan terhadap migrain.
Meski mekanisme pastinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, aspartam diduga memengaruhi kadar serotonin dan dopamin di otak, sehingga dapat meningkatkan risiko migrain pada sebagian orang.
Para ahli menyarankan penderita migrain untuk membuat jurnal makanan guna mengidentifikasi pemicu spesifik yang berbeda pada setiap individu. Selain itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan juga penting untuk mendapatkan penanganan dan strategi pencegahan yang tepat.
Dengan mengenali makanan pemicu sejak dini, penderita migrain dapat mengambil langkah preventif untuk mengurangi risiko serangan dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari. (jpg)
Editor : Adriyanto Syafril