PADEK.JAWAPOS.COM -- Komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien terus diwujudkan oleh RS M. Djamil Padang melalui berbagai program edukasi kesehatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan yang tepat setelah menjalani kemoterapi agar proses pemulihan dapat berlangsung optimal.
Melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan, RS M. Djamil menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertema “Perawatan di Rumah Setelah Kemoterapi” di Unit Kemoterapi, Jumat (19/6).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pasien serta keluarga pendamping sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan mengenai langkah-langkah perawatan yang perlu dilakukan setelah pasien kembali ke rumah.
Narasumber kegiatan, Ns. Siti Herlina Ali Sopiah, M.Kep., Sp.Kep.Onk, menjelaskan bahwa selama 48 hingga 72 jam setelah kemoterapi, sisa obat masih dapat dikeluarkan tubuh melalui urine, feses, muntah, maupun keringat. Kondisi tersebut memerlukan perhatian khusus agar paparan terhadap anggota keluarga lain dapat diminimalkan.
“Selama 48 sampai 72 jam setelah kemoterapi, sisa obat kemoterapi masih dapat keluar melalui urin, feses, muntah dan keringat. Karena itu, pasien dan keluarga perlu memahami cara penanganan yang benar agar paparan terhadap anggota keluarga lainnya dapat diminimalkan,” ujar Siti Herlina.
Ia menjelaskan, pasien dianjurkan menggunakan kamar mandi atau toilet terpisah selama 48 jam pertama setelah menjalani kemoterapi.
Namun apabila harus menggunakan toilet bersama, terdapat sejumlah langkah yang perlu diperhatikan, seperti menutup penutup toilet sebelum menyiram, menyiram toilet sebanyak dua kali setiap selesai digunakan, serta segera membersihkan percikan urin atau cairan tubuh yang tertinggal.
Selain itu, pasien laki-laki disarankan untuk duduk saat berkemih guna mengurangi risiko percikan. Pakaian yang terkena urin, darah, muntah, atau feses juga sebaiknya dicuci secara terpisah dari pakaian anggota keluarga lainnya.
Siti Herlina juga mengingatkan pentingnya penggunaan sarung tangan bagi anggota keluarga atau caregiver yang membantu membersihkan cairan tubuh pasien. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan diri sekaligus menjaga keamanan lingkungan rumah selama masa pemulihan.
Tak hanya soal kebersihan, pasien juga diminta untuk memperhatikan kondisi kesehatan setelah menjalani kemoterapi. Menurutnya, pasien harus segera melaporkan kepada tenaga kesehatan apabila mengalami demam atau gejala infeksi lainnya.
“Pasien perlu menjaga kondisi tubuh dengan minum enam sampai delapan gelas air putih setiap hari, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, melakukan aktivitas ringan sesuai kemampuan, beristirahat yang cukup, serta tetap menjalani kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Jika muncul demam atau keluhan yang mengkhawatirkan, segera laporkan kepada tenaga kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, kepatuhan terhadap berbagai anjuran tersebut dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko komplikasi pasca kemoterapi.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan ini, RS M. Djamil berharap pasien dan keluarga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya perawatan setelah kemoterapi. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien, peningkatan pengetahuan masyarakat, serta pendampingan yang komprehensif selama proses pengobatan hingga masa pemulihan. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril