STRABISMUS atau mata juling menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian serius orang tua. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata bila tidak segera ditangani dengan baik.
Strabismus merupakan kondisi medis ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Tanpa penanganan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi penglihatan, termasuk kemampuan melihat tiga dimensi, memperkirakan jarak, serta meningkatkan risiko gangguan penglihatan seperti ambliopia atau mata malas.
Oleh karena itu, perlu ada edukasi agar masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda strabismus sejak dini. Pada bayi, mata yang tampak tidak sejajar dapat terjadi karena koordinasi saraf mata yang belum matang. Namun, apabila kondisi tersebut menetap setelah usia enam bulan, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata.
Penyebab strabismus harus diketahui secara tepat. Beberapa hal yang menjadi penyebab seperti gangguan otot mata, saraf, faktor genetik, maupun kelainan refraksi seperti minus, plus atau silinder yang tidak terkoreksi.
Mata juling dalam beberapa kondisi tidak terlihat terus menerus. Gejala bisa muncul sesekali saja seperti saat anak lelah, mengantuk, melamun, atau sedang kurang sehat.
Bahkan ditemukan kondisi strabismus yang tidak tampak dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini baru bisa terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang lebih teliti.
Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group, Prof Tjahjono D. Gondhowiardjo mengatakan, perusahaannya meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Impactful Omnichannel Social Campaign melalui kampanye edukasi Strabismus : From Stigma to Confidence. Pihaknya terdorong untuk meneruskan edukasi kepada masyarakat.
“Melalui kampanye strabismus ini, JEC Eye Hospitals & Clinics ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk memahami bahwa mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang anak mendapatkan tata laksana yang sesuai dan hasil yang lebih optimal,” ujar Tjahjono, Kamis (25/6).
Untuk memperluas jangkauan edukasi, JEC Eye Hospitals & Clinics menjalankan kampanye ini melalui berbagai kanal, mulai dari edukasi digital dan media sosial, seminar kesehatan mata, talkshow radio, podcast, publikasi media hingga kegiatan offline seperti skrining mata dan program sosial operasi mata juling gratis.
Di JEC Eye Hospitals & Clinics, tata laksana strabismus atau mata juling dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah awal untuk mengetahui penyebab mata juling.
Pengobatannya bisa menggunakan kacamata untuk memperbaiki fokus dan posisi mata. Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan terapi patching untuk melatih mata yang lebih lemah, vision therapy untuk membantu koordinasi otot dan saraf mata hingga tindakan bedah apabila diperlukan berdasarkan diagnosis medis. (jpg)
Editor : Adriyanto Syafril