PADEK.JAWAPOS.COM -- Komitmen RS M. Djamil Padang dalam memperkuat mutu pelayanan dan keselamatan pasien kembali ditegaskan melalui partisipasi aktif pada forum nasional. Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menjadi narasumber dalam Diskusi Nasional Peningkatan Mutu Rumah Sakit (DINAMIS) V yang diselenggarakan oleh Lembaga Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit di Medan, Jumat (26/6).
Forum tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pelayanan kesehatan dan menjadi ruang berbagi pengalaman serta inovasi dalam meningkatkan mutu layanan rumah sakit di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Dovy Djanas yang merupakan dokter subspesialis Fetomaternal menyampaikan materi berjudul “Optimalisasi Sasaran Keselamatan Pasien Berbasis Data”. Materi tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan data sebagai fondasi dalam membangun sistem pelayanan rumah sakit yang lebih aman, efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Menurut Dovy, transformasi rumah sakit harus diawali dengan penguatan budaya keselamatan pasien. Di tengah transformasi sistem kesehatan nasional, rumah sakit dituntut tidak hanya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, tetapi juga mampu mengelola data secara optimal sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Transformasi rumah sakit dimulai dari keselamatan pasien. Transformasi layanan kesehatan menuntut pelayanan yang aman, pelayanan yang efektif, pelayanan yang berpusat pada pasien, dan pelayanan yang berbasis data,” ujar Dovy.
Ia menjelaskan bahwa keselamatan pasien saat ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemenuhan standar akreditasi ataupun prosedur administratif. Lebih dari itu, keselamatan pasien menjadi indikator utama yang mencerminkan kualitas pelayanan sebuah rumah sakit.
Karena itu, seluruh unsur pelayanan kesehatan, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga manajemen rumah sakit, harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun budaya keselamatan pasien secara menyeluruh. Sebagai bentuk implementasi pengelolaan mutu berbasis data, RS M. Djamil telah mengembangkan SIRANCAK (Sistem Informasi Pelaporan dan Pencatatan Mutu).
Aplikasi tersebut menjadi platform terintegrasi yang digunakan untuk pelaporan, pencatatan, serta pemantauan indikator mutu pelayanan dan insiden keselamatan pasien. Melalui sistem ini, proses analisis data dapat dilakukan secara lebih cepat sehingga mempermudah penyusunan rekomendasi perbaikan dan tindak lanjut secara berkelanjutan.
Menurut Dovy, pemanfaatan data yang tersaji dalam SIRANCAK memberikan dasar yang lebih kuat dalam proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. “Melalui SIRANCAK, data yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” katanya.
Meski demikian, Dovy mengakui implementasi sasaran keselamatan pasien di berbagai rumah sakit masih menghadapi sejumlah tantangan sistemik. Salah satu tantangan utama adalah belum optimalnya integrasi berbagai sumber data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan mutu layanan secara berkesinambungan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurutnya dibutuhkan integrasi data yang lebih kuat, penerapan praktik-praktik terbaik (best practices), serta kolaborasi lintas profesi agar budaya keselamatan pasien dapat tumbuh secara berkelanjutan di setiap rumah sakit.
Langkah tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan mutu pelayanan yang lebih terukur sekaligus memberikan dampak nyata terhadap keselamatan pasien.
Dalam paparannya, Dovy juga menegaskan bahwa rumah sakit yang baik bukanlah rumah sakit yang sama sekali tidak pernah mengalami insiden. Sebaliknya, rumah sakit yang berkualitas adalah institusi yang mampu menjadikan setiap insiden sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk memperbaiki sistem pelayanan.
Keikutsertaan RS M. Djamil sebagai narasumber pada DINAMIS V menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui penguatan budaya mutu, peningkatan keselamatan pasien, serta penerapan tata kelola pelayanan berbasis data.
Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga melalui inovasi digital seperti aplikasi SIRANCAK, yang dirancang untuk mendukung pelaporan, pencatatan, pemantauan, serta pemanfaatan data mutu secara terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perbaikan layanan kesehatan secara berkelanjutan. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril