Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Transformasi Rumah Sakit Dimulai dari Keselamatan Pasien

Adriyanto Syafril • Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:56 WIB
Dirut RSUP Dr M Djamil Padang, Dovy Djanas saat menjadi narasumber dalam DINAMIS V yang diselenggarakan oleh Lembaga Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit di Medan, Jumat (26/6). (DOK RSUP DR M DJAMIL PADANG)
Dirut RSUP Dr M Djamil Padang, Dovy Djanas saat menjadi narasumber dalam DINAMIS V yang diselenggarakan oleh Lembaga Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit di Medan, Jumat (26/6). (DOK RSUP DR M DJAMIL PADANG)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Komitmen RS M. Djamil Padang dalam memperkuat mutu pelayanan dan keselamatan pasien kem­bali ditegaskan melalui partisipasi aktif pada forum nasio­nal. Direktur Utama RS M. Dja­mil, Dr. dr. Dovy Dja­nas, Sp.­OG, KFM, MARS, FIS­Qua, men­jadi narasumber dalam Diskusi Nasional Peningkatan Mutu Rumah Sakit (DINAMIS) V yang diselenggarakan oleh Lembaga Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit di Medan, Jumat (26/6).

Forum tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepen­tingan di bidang pelayanan ke­sehatan dan menjadi ruang ber­bagi pengalaman serta inovasi dalam meningkatkan mutu laya­nan rumah sakit di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Do­vy Djanas yang merupakan dokter subspesialis Fe­to­m­aternal menyampaikan ma­­teri berjudul “Optimalisasi Sasaran Keselamatan Pa­sien Berbasis Da­ta”. Materi tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan data sebagai fondasi dalam memba­ngun sis­tem pelayanan rumah sakit yang lebih aman, efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pa­sien.

Menurut Dovy, transformasi rumah sakit harus diawali dengan penguatan budaya keselamatan pasien. Di tengah transformasi sistem kesehatan nasional, rumah sakit dituntut tidak hanya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, tetapi juga mampu mengelola data secara optimal sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Transformasi rumah sakit dimulai dari keselamatan pa­sien. Transformasi layanan kesehatan menuntut pelayanan yang aman, pelayanan yang efektif, pelayanan yang berpusat pada pasien, dan pelayanan yang berbasis da­ta,” ujar Dovy.

Ia menjelaskan bahwa keselamatan pasien saat ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemenuhan standar akreditasi ataupun prosedur administratif. Lebih dari itu, keselamatan pasien menjadi indikator utama yang men­cerminkan kualitas pelaya­nan sebuah rumah sakit.

Karena itu, seluruh unsur pelayanan kesehatan, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga manajemen rumah sa­kit, harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun budaya keselamatan pasien secara menyeluruh. Sebagai bentuk implementasi pengelolaan mutu berbasis data, RS M. Djamil telah mengembangkan SIRANCAK (Sistem Informasi Pelaporan dan Pencatatan Mutu).

Aplikasi tersebut menjadi platform terintegrasi yang digunakan untuk pelaporan, pencatatan, serta pemantauan indikator mutu pelayanan dan insiden keselamatan pasien. Melalui sistem ini, proses analisis data dapat dilakukan secara lebih cepat sehingga mempermudah pe­nyusunan rekomendasi perbaikan dan tindak lanjut secara berkelanjutan.

Menurut Dovy, pemanfaatan data yang tersaji dalam SIRANCAK memberikan da­sar yang lebih kuat dalam proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan mu­tu pelaya­nan rumah sakit. “Melalui SIRANCAK, da­ta yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan ya­ng lebih tepat dalam me­ning­kat­kan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” katanya.

Meski demikian, Dovy me­ngakui implementasi sa­sa­ran keselamatan pasien di berba­gai rumah sakit masih menghadapi sejumlah tantangan sis­temik. Salah satu tantangan utama adalah belum optimalnya integrasi berbagai sumber data yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan mutu layanan secara berkesinambungan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, menurutnya di­bu­tuh­kan integrasi data yang lebih kuat, penerapan praktik-praktik terbaik (best practices), serta kolaborasi lintas profesi agar budaya keselamatan pasien dapat tumbuh secara berkelanjutan di setiap rumah sakit.

Langkah tersebut diyakini mampu mendorong pening­katan mutu pelayanan yang lebih terukur sekaligus memberikan dampak nyata terhadap keselamatan pa­sien.

Dalam paparannya, Dovy juga menegaskan bahwa rumah sakit yang baik bukanlah rumah sakit yang sama sekali tidak pernah mengalami insiden. Sebaliknya, rumah sakit yang berkualitas adalah institusi yang mampu menjadikan setiap insiden sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk memperbaiki sistem pelayanan.

Keikutsertaan RS M. Dja­mil sebagai narasumber pada DINAMIS V menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung transformasi sis­tem kesehatan Indonesia melalui penguatan budaya mutu, peningkatan keselamatan pa­sien, serta penerapan tata kelola pelayanan berbasis data.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pe­ning­katan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga melalui inovasi digital seperti aplikasi SIRANCAK, yang dirancang untuk mendukung pelaporan, pencatatan, pemantauan, serta pemanfaatan data mutu secara terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perbaikan layanan kesehatan secara berkelanjutan. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#Ayo Sehat #RSUP Dr M Djamil Padang