Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lagi-lagi Fly Over Makan Korban, Langgar Rambu Bus Seruduk Kolong Jembatan

Novitri Selvia • Senin, 31 Januari 2022 | 11:14 WIB
JADI TONTONAN: Bus PT Sipirok Nauli BB 7626 LH trayek Medan-Jambi terjebak di kolong Fly Over Kota Padangpanjang, kemarin (30/1). Polisi masih memburu sopir yang diketahui kabur usai kecelakaan nahas itu. Sejauh ini, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan i
JADI TONTONAN: Bus PT Sipirok Nauli BB 7626 LH trayek Medan-Jambi terjebak di kolong Fly Over Kota Padangpanjang, kemarin (30/1). Polisi masih memburu sopir yang diketahui kabur usai kecelakaan nahas itu. Sejauh ini, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan i
Kesekian kalinya, fly over Padangpanjang makan korban akibat pengemudi mengabaikan rambu-rambu jalan. Kali ini, satu unit bus berpenumpang bermerek dinding Sipirok Nauli BB 7626 LH serunduk kolong jembatan fly over tersebutm kemarin (30/1) sekitar pukul 06.00.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lapangan, bus berpenumpang 25 orang tersebut melaju dari arah Bukittinggi dalam kecepatan cukup tinggi. Sesampai di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), bus yang dikemudikan Manalu, 33, itu, tidak terkendali dan menyerunduk di kolong fly over berketinggian 2,2 meter tersebut.

Saking kuatnya tubrukan, membuat sejumlah warga berdomisili di sisi jalan tersebut berhamburan ke luar rumah. Selain mendengar kerasnya tubrukan, mereka juga mendengar teriakan minta tolong dari lokasi kecelakaan tragis itu.

Seperti diungkapkan Aswendri, 55. Awalnya, dia tidak terlalu mengubris tubrukan bus tersebut. Pasalnya, kejadian serupa sudah sering terjadi di sana, rata-rata dialami truk.

”Saat keluar, terdengar suara minta tolong. Saya melihat kondisi bus sudah ternganga bagian atasnya dan sejumlah penumpang berlumuran darah,” beber Aswendri sembari menghubungi PSC 119 sekitar 5 menit sebelum kedatangan 4 unit ambulans.

Hal sama juga diungkapkan pemilik warung tidak jauh dari TKP, Aciak, 46. Dia mengaku miris melihat kondisi korban berjumlah sekitar belasan orang. Bahkan, salah seorangnya merangkak dari bawah atap bus yang terban dari posisinya ke aspal.

”Jumlah pastinya tidak tahu persis, mungkin sekitar belasan orang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Yarsi Ibnu Sina Padangpanjang. Beruntung, ambulans cepat datang ke lokasi. Hanya sekitaran 5 menit untuk mengevakuasi seluruh penumpang ke rumah sakit,” jelas Aciak.

Kernet bus Pangoloi, 42, mengatakan, jumlah penumpang sekitar 25 orang termasuk dirinya dan satu rekan kernet lainnya, serta dua sopir. Saat kejadian diakui Pangoloi, dirinya mendampingi sopir dua (Manalu, red) yang mulai bertugas sejak dari Bukittinggi.

Sedangkan rekannya dan sopir satu (Supriadi Siregar, 40) tidur di bagian belakang.
Pengoloi yang sudah kesekian kalinya ikut trayek Tapanuli-Jambi itu, sangat paham atas kondisi jalan. Terutama, jalur bus dan truk yang wajib masuk Terminal Regional Bukitsuruangan, untuk melewati jalur fly over menuju bypass ke arah batas kota sisi Timur Padangpanjang itu.

Namun, sang sopir (Manalu, red) tidak menghiraukan petunjuk yang disampaikan Pangoloi. Selain mengurangi laju bus yang cukup kencang sejak berangkat dari titik peristirahatan di Bukittinggi, juga mengambil rute masuk terminal usai turunan Panyalaian.

”Saat itu, saya sudah sering ingatkan untuk mengurangi kecepatan. Kemudian saat harus menikung ke kanan untuk masuk menuju terminal, dia (Manulu, red) juga seperti tidak mendengar. Karena kondisi jalan yang cukup gelap. Sesaat kejadian itu, saya juga sudah sangat dekat mengetahui berada di bawah jembatan,” terang Pengoloi.

Dikatakan Pengoloi, saat itu dia sontak merunduk jongkok dan mendengar hantaman keras hingga atap bus copot dan terlembar ke aspal. Di saat bersamaan dirinya juga melihat penumpang menangis minta tolong dalam keadaan banyak mengalami luka di bagian kepala, serta muka.

”Saya langsung bantu penumpang untuk turun dari mobil ke sisi jalan menjelang datangnya ambulans. Ketika itu, saya masih melihat Manulu. Namun, tak lama dia menghilang. Sedangkan Supri yang ikut terlempar terseret atap mobil ke aspal, saya lihat sudah tidak sadarkan diri setelah diangkat warga ke samping warung itu. Sementara rekan kernet, tampak luka kecil yang tidak berarti karena saat kejadian tidur di lorong antar bangku paling belakang,” sebut Pangoloi.

Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya. Menurut dia, laju kendaraan sejak pergantian sopir dari Bukittinggi sangat kencang. Bahkan, dirinya yang di antara tidur dan tidak, merasa bus sempat sedikit oleng di tikungan yang tidak diketahui persis lokasinya pagi itu.

”Kami sekampung dan banyak mengenal sang sopir. Saat berada tikungan, saya sempat terkejut karena bus oleng berbalas ke kiri dan kanan. Saat kejadian itu, saya terbangun karena badan terbentur akibat tabrakan keras tersebut,” beber pria yang mengalami luka di lengan dan sedikit di wajah bagian kirinya.

Penanggung Jawab Perwakilan Bus PT Sipirok Nauli di Bukittinggi, Hasanudin Rangkuti, 64, mengatakan, pihaknya langsung mendatangi TKP begitu mendengar kabar kecelakaan tersebut. Pihaknya juga sudah memberikan penangangan terhadap sejumlah penumpang luka ringan.

”Dari 17 penumpang kita yang diketahui mengalami luka, 15 orang di antaranya diistirahatkan ke Bukittinggi menunggu bus pengganti untuk meneruskan perjalanan ke Jambi. Sedangkan dua lainnya, masih dirawat di RS Yarsi untuk perawatan atas luka dialami,” jawab Hasan di sela proses evakuasi bangkai bus oleh Satlantas Polres Padangpanjang.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Padangpanjang Iptu Aldy Lazzuardi saat ditemui di TKP menyebut, berdasarkan data pihak rumah sakit diketahui sebanyak 17 penumpang mengalami luka ringan dan sedang. Masing-masing 7 orang dilarikan ke RSUD dan 10 lainnya ke RS Yarsi Ibnu Sina Padangpanjang untuk mendapatkan perawatan.

”Update informasi hingga pukul 13.00 siang ini (kemarin), 15 orang di antaranya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan dua lainnya di RS Yarsi masih harus menjalani perawatan intensif atas luka yang dialaminya,” sebut Aldy.

Terkait penanganan perkara tersebut, pihaknya masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, termasuk salah seorang sopir dan dua kernet. Sementara satu supir yang diketahui pengemudi saat itu, diakui Aldy, belum diketahui keberadaannya.

”Perkara ini masih kita selidiki dan untuk dugaan sementara, kejadian ini murni akibat kelalaian pengemudi yang juga tidak mengikuti arahan rambu-rambu penunjuk jalan. Terkait kerugian yang ditimbulkan, diperkirakan lebih kurang Rp 20 juta,” kata Aldy.

Menjadi langganan rutin perangkap kecelakaan bagi truk dan bus, sejumlah masyarakat menyarankan agar pemerintah menyikapi hal tersebut dengan mencarikan solusinya. Selain merugikan bagi pengendara, namun juga warga sekitar lokasi rentan terimbas dari kecelakaan yang terjadi belakangan ini.

”Mestinya ini menjadi perhatian pemerintah. Lokasinya tidak didukung penerangan karena sudah padam meski keadaan masih gelap. Untuk rambu-rambu jalan, bagi sopir yang baru masuk ke Padangpanjang sangat sulit memahami karena relatif kecil untuk bisa terlihat. Belum lagi di jembatan ini, semestinya dipasangi lampu penanda hati-hati yang bisa dilihat dari jauh,” harap Zulkifli.

Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi atap bus yang cukup berat terlihat baru dapat diselesaikan petugas hingga pukul 14.30. Terlihat satu unit mobil derek Dinas Perhubungan Padangpanjang dan tronton pinjaman toko bangunan, membantu pengangkatan atap truk untuk dibawa ke Mapolres Padangpanjang.

Keterangan medis terhadap pasien kecelakaan, hanya ditemukan luka ringan dan sedang. Namun, dua di antaranya harus menjalani perawatan intensif dan obeservasi atas kondisi luka sedang yang dialami. Diungkapkan Rekam Medis IGD RSUD Padangpanjang, Melina Afrila AMd Kes, tujuh pasien yang diterima dan dirawat sudah diperbolehkan pulang pada pukul 12.00 siang itu.

Sedangkan dr Irawati Fauziah Iska pada IGD Yarsi Ibnu Sina Padangpanjang mengatakan, delapan dari 10 pasien kecelakaan tersebut sudah diperbolehkan pulang. Rata-rata luka ringan yang dialami, berupa lecet pada tangan, wajah dan kepala akibat pecahan kaca dan goresan lainnya.

”Sementara dua pasien lainnya harus menjalani perawatan intensif inap dan observasi. Masing-masing Nadira Gea luka robek cukup besar di kapala, sehingga harus dirawat intensif di ruangan OK (operasi). Kemudian Efrina yang luka robek sedang di lengan kiri, dan perkiraan terdapat lebam pendarahan dalam,” jelas Ira didampingi Sartini.

Sementara Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake menyebutkan, pihaknya sedang memburu sopir bus nahas yang diduga kabur tersebut.

Tata Ruang Kurang Matang

Sementara itu, Pengamat tata ruang kota, Heryani menyampaikan bahwa fly over Padangpanjang perlu dibenahi karena faktor berkembangnya ukuran transportasi.

”Harusnya fly over ini dibenahi. Sebab seiring berkembangnya zaman, transportasi juga beragam ukurannya. Seharusnya dinas perhubungan turun tangan untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya hal yang seperti ini lagi,” ujarnya kepada Padang Ekspres via telepon.

Ia menambahkan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian dinas perhubungan agar memaksimalkan evaluasi terhadap jalan-jalan yang dilewati oleh bus-bus yang tinggi tersebut, serta memperhatikan standar ketinggian fly over tersebut.

”Selain ketinggian fly over yang harus dibangun sesuai standar, dan apakah dalam pembangunannya sudah sesuai gambar teknisnya dan perlu dievaluasi lagi,” ujarnya.

Hal ini harus diantisipasi sejak dini, sebab pentingnya jalur transportasi darat menjadi hal yang utama sebab jalur ini akan setiap hari digunakan. ”Selain itu, hal penting yang harus dilakukan adalah menggunakan rambu-rambu agar tidak terjadinya kecelakaan seperti ini lagi,” ujarnya.

Heryani juga menambahkan bahwa hal yang bisa dilakukan sekarang adalah dengan menggunakan rambu-rambu di jalan bisa menjadi peringatan bahwa bus-bus besar tidak bisa melewati jalan tersebut supaya kecelakaan seperti ini tidak terjadi lagi.

Harapan Heryani, ke depan adalah agar dinas perhubungan mengetatkan lagi evaluasi terhadap fly over di Sumbar ini. Selain fly over jalan-jalan yang sempit juga harus dibenahi ujarnya. (wrd/rid/cr5) Editor : Novitri Selvia
#fly over Padangpanjang #Bus Seruduk Kolong Jembatan #Sipirok Nauli