Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Permen Rasa Buah Racuni Tujuh Murid SD

Novitri Selvia • Jumat, 3 Februari 2023 | 10:23 WIB
Photo
Photo
Tujuh murid SDN 04 Rawang Pariaman mengalami pusing dan muntah usai mengonsumsi permen rasa buah, kemarin. Ketujuh murid tersebut kemudian dibawa ke IGD Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman.

Pihak kepolisian pun sudah mengambil sampel permen dan sampel muntah anak untuk penyelidikan lebih lanjut. Pukul 10.40 WIB, jam istirahat di SDN 04 Rawang, Pariaman. Saat itulah kira-kiran tujuh murid kelas 6 SD tersebut mengonsumsi permen rasa buah.

Mereka adalah Rafi, Valen, Fauzan, Putra, Randu, Rafi dan Fauzi. Permen itu dibeli salah seorang dari mereka. Bahkan beberapa orang dari murid tersebut mencampur permen itu ke minuman kemasan rasa buah anggur.

Tak lama kemudian jam istirahan habis dan mereka masuk kelas lagi. Saat itulah secara bergantian dari ketujuh murid tersebut mengalami pusing. Bahkan diantaranya muntah. “ Saya makan permen itu dua butir. Pertamakali muntah itu Valen,” ujar Rafi kepada Padang Ekspres saat berada di IGD RS Aisyiyah Pariaman.

Fitri, 36, orangtua dari Putra terkejut mendapat informasi anak pertamanya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pusing dan muntah. Sebab saat berangkat ke sekolah Putra dalam keadaan sehat.

“Saya langsung ke RS Aisyiyah. Putra berada di IGD. Putra agak lama di IGD karna ia mengalami pusing cukup lama. Namun ia hanya sedikit muntah,” jelasnya. Meski demikian, Putra akhirnya diperbolehkan pulang sekitar pukul 16.00 wib sore karna kondisinya sudah membaik.

Kepala Sekolah SDN 04 Pariaman Ismailiwati mengatakan, begitu mendapat informasi tujuh muridnya muntah-muntah, ia langsung membawa mereka ke RS Aisyiyah Pariaman menggunakan ambulan.

Ketujuh anak tersebut langsung mendapatkan penanganan secara cepat oleh dokter di IGD RS Aisyiyah Pariaman. Bahkan satu murid bernama Rafi harus mendapatkan bantuan oksigen karna mengalami sesak nafas.

“Jadi kondisi yang paling berat itu Rafi, karena ia mengalami sesak nafas, mungkin karena ia juga memiliki penyakit bawaan. Sedangkan empat lainnya setelah menjalani perawatan sekitar tiga jam kemudian diperbolehkan pulang. Nah yang tiga lagi termasuk Rafi baru bisa pulang sekitar pukul 16.00 wib sore,” terangnya.

Is, begitu ia akrab disapa, menyebut kondisi seperti ini pertama kali terjadi di sekolah yang dia pimpin. Selama ini murid-murid hanya boleh berbelanja di kantin sekolah. Hanya saja, kemarin kantin sekolah itu tutup.

Sebab penjaga kantin ada keluarganya yang meninggal. Sehingga muridnya berbelanja di luar sekolah. Kejadian ini sebut Is menjadi pelajaran baginya untuk membatasi anak-anak berbelanja di luar sekolah pada saat jam sekolah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus muntah dan pusing yang tentu berbahaya bagi kesehatan.

Sementara itu dokter IGD RS Aisyiyah Pariaman Riza Rigustia menjelaskan, saat awal masuk, tujuh murid itu secara umum mengalami pusing, mual dan muntah. Untuk pasien Rafi datang dengan kondisi sedikit sesak nafas dan nyeri ulu hati.

Kemudian Rafi langsung mendapatkan bantuan oksigen. Untuk mengurangi nyeri ulu hati, dokter berencana melakukan tindakan injeksi namun keluarga menolak. Dokter pun kemudian meminumkan obat ke Rafi. Kondisinya kemudian mengalami perbaikan.

“Berdasarkan gejala yang dialami ketujuh pasien tersebut dugaannya mengalami keracunan makanan. Apalagi ditambah dengan kondisi ada beberapa anak yang perutnya dalam kondisi kosong mengonsumsi permen rasa jeruk yang asam tentunya juga menyebabkan nyeri ulu hati,” jelasnya.

Meski sempat menjalani perawatan di IGD seluruh pasien sebut Riza akhirnya diperbolehkan pulang karena kondisi mereka sudah membaik. Empat orang pulang setelah tiga jam diobservasi. Sisanya baru bisa pulang menjelang sore. Mereka juga diberi obat dan dianjurkan minum susu.

Kapolres Pariaman AKBP Abdul Aziz saat dihubungi Padang Ekspres menyebut pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Barang bukti berupa sampel permen dan sampel muntah siswa telah dikumpulkan untuk dikirim ke laboratorium forensic (labfor) di Riau.

“Betul anak-anak itu mengalami mual muntah dan pusing tak lama setelah mengonsumsi permen. Namun tentunya harus menunggu hasil labfor dulu untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa ini,” tuturnya.

Ia menyebut akan segera menginformasikan kepada masyarakat hasil labfor tersebut jika sudah keluar hasilnya nanti. Jika memang terbukti penyebab permen tersebut tentunya akan ada tindakan yang diambil pihak kepolisian.

Sekretaris Dinkes Pariaman Satri Yarlina menyebut, pihaknya telah membentuk tim untuk menindaklanjuti kasus ini. Diantaranya mengumpulkan sampel dan mengirim ke BPOM untuk mengetahui penyebab terjadinya kasus muntah dan pusing pada tujuh murid tersebut.

“Kami mengimbau orangtua dan guru mengawasi murid-muridnya agar mereka jajan dan mengkomsumsi makanan sehat,” ucapnya.

Demikian juga dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher. Dia menyebut, pihakya selalu mengingatkan sekolah untuk selalu mengawasi anak saat berbelanja pada jam istirahat.

Ia juga mewajibkan setiap sekolah memiliki kantin sehat sehingga menghindarkan anak-anak dari makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Nah untuk kasus ini, selama ini anak-anak memang jajan di kantin. Tapi hari ini kantin tutup. Kondisi ini menyebab mereka jajan keluar. Kasus ini menjadi pelajaran bagi pihak sekolah untuk mengawasi anak saat berbelanja,” tukasnya. (nia) Editor : Novitri Selvia
#AKBP Abdul Aziz #keracunan #SDN 04 Pariaman #RS Aisyiyah Pariaman #SDN 04 Rawang #polres pariaman