Penghargaan pertama diberikan kepada Bupati Limapuluh Kota Penghargaan Safaruddin Dt. Bandaro Rajo (Penulis dan Motivator Laman Guru), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota Afri Efendi (Penulis dan Motivator Laman), Kabid Pembinaan Ketenagaan (Penulis dan Motivator Laman Guru, Harnieti (Penulis dan Motivator Laman Guru), Ketua PGRI Kabupaten Limapuluh Kota Indrawati serta 28 kepala sekolah tingkat SD hingga SMP.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi serta disampingi Pemred Padang Ekspres Rommi Delfiano dan Manager Pemasaran Dicky Junaidi.
Selain itu, Padang Ekspres juga menyerahkan piagam penghargaaan kepada Sekko Payakumbuh Rida Ananda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dasril, Kasubag Program dan Keuangan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Efriyanti Harefa serta 16 sekolah dari tingkat PAUD sampai SMP.
Bupati Limapuluh Kota Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo mengucapkan terima kasih atas penghargaan kepada guru berprestasi pada peringatan Hari Guru Nasional.
“Ini tentunya menjadi sebuah semangat baru bagi kami Pemkab Limapuluh Kota,” tuturnya usai Peringatan Hari Guru Nasional di GOR Singa Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (28/11).
Ia mengatakan Pemkab Limapuluh Kota juga memberikan penghargaan kepada guru berprestasi di bidang menulis dan literasi. Syaratnya guru itu telah menulis buku minimal tiga buku tunggal.
Kerja sama dengan Padang Ekspres, kata Safaruddin, akan ditingkatkan lagi ke depannya. ”Dengan komitmen bersama, kita majukan daerah dan meningkatkan literasi para guru. Bahkan ke depan kami akan mengusahakan anak-anak didik juga berliterasi dan menulis,” ucapnya.
Dia pun mengatakan, di penjara pun pihaknya membangun literasi yakni menulis di balik jeruji. Ini berkat kerja sama Padang Ekspres yang telah memberi pihaknya motivasi.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius menyampaikan, Hari Guru merupakan momen penting untuk merefleksikan peran guru dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan anak bangsa. Guru juga ikut memikul tanggung jawab besar dalam membentuk anak bangsa yang tangguh, sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya.
“Saat ini tantangan zaman kian kompleks. Ada pornografi, LGBT, narkoba, dan tawuran. Tertompang harapan besar pada guru-guru kita untuk merefleksi diri dan meningkatkan kinerja dalam mendidik dan mengasuh anak bangsa,” katanya.
Ia mengimbau seluruh pihak untuk menghormati profesi guru. Termasuk santun pada guru. ”Karena memang tanpa guru, kita tidak bisa apa-apa. Jadi pejabat, pengusaha, presiden dan profesi lainnya, itu karena guru,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia mengajak kembali merefleksi diri pada Hari Guru Nasional. Apakah guru sudah ditempatkan pada posisi terhormat di republik ini. “Kita terima kasih ada sertifikasi guru, UU Guru dan Dosen,” ucapnya.
Ia berharap sertifikasi guru tersebut jangan diganggu. Itu adalah penghargaan negara kepada guru yang sudah berkiprah mencetak anak bangsa menjadi generasi yang berguna bagi pembangunan bangsa. “Semuanya pernah jadi guru. Orang-orang hebat berawal dari guru,” ujarnya.
Jadi, guru ini sebut Barlius, posisinya sama dengan orang tua. Orang tua membesarkan, memberi jajan dan makan. Sementara guru mendidik pengetahuan, mengasuh karakter. “Dan siswa itu di sekolah minimal 8 jam bersama guru bagi reguler. Sementara bagi boarding school, 24 jam bersama guru,” ungkap Barlius.
Ia juga akan mengevaluasi guru yang terlibat kriminal, LGBT, narkoba dan lainnya. “Artinya saya ingin menyatakan kepada kalangan guru, jika tidak siap jadi guru silakan ke luar lapangan. Dari pada merusak citra guru,” tegasnya.
Di sisi lain, pelaksanaan Hari Guru Nasional dan Apel Besar PGRI se-Sumbar berjalan khidmat. Dimulai dengan upacara bendera, lalu diakhiri pembagian piagam kepada guru yang berprestasi. (rid) Editor : Novitri Selvia