“Sementara untuk kolom abu tidak teramati karena gunung tertutup awan,” ungkap Petugas PVMBG PGA Marapi Indra Saputra.
Ia menjabarkan pada Senin (5/2) dari pukul 00.00 hingga 18.00 WIB, Marapi mengalami satu kali letusan dan tiga kali hembusan serta beberapa aktivitas lainnya.
Selain satu letusan tersebut, hingga pukul 18.00 WIB, PVMBG mencatat ada tiga kali hembusan. Kemudian ada tiga gempa vulkanik dangkal serta satu kali gempa vulkanik dalam.
“PVMBG juga mencatat ada satu tektonik dekat dan satu lagi tektonik jauh,” tambahnya. Indra menegaskan sampai saat ini PVMBG masih menetapkan Marapi masih dalam status siaga atau level III.
Menanggapi hal ini, Kalaksa BPBD Kabupaten Agam Budi Perwira mengatakan pihaknya dan tim gabungan masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk PVMBG untuk memantau perkembangan aktifitas Gunung Marapi.
“Kita masih berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk PVMBG untuk terus memantau perkembangan Gunung Marapi, termasuk untuk kebijakan terkait mengungsikan warga,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pihak BPBD Kabupaten Agam sampai saat ini terus melakukan kajian teknis dan pemantauan lapangan untuk menyikapi aktivitas Marapi yang kembali mengalami letusan setelah melandai beberapa pekan ini.
Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Minggu (3/12/2023) hingga Senin (5/1) pukul 18.00 WIB, Gunung Marapi dalam catatan PVMBG telah mengalami 140 letusan dan 861 hembusan.
Dengan rincian selama Desember 2023 tercatat ada 107 letusan dan 543 hembusan, Januari 32 letusan dan 313 hembusan dan Februari ada satu letusan dan 5 hembusan.
Hujan Abu
Sementara itu, erupsi Gunung Marapi pada Senin (5/2) sore menyebabkan hujan abu di sebagian wilayah Tanahdatar, termasuk Batusangkar. Hujan abu vulkanik tersebut selain menyebabkan mata perih, juga memenuhi kendaraan dan rumah serta permukiman warga.
Menurut BPBD Tanahdatar, erupsi Marapi tidak sampai menimbulkan kerusakan di wilayah Tanahdatar. Hanya saja, terjadi hujan abu yang turun di sebagian besar wilayah Tanahdatar.
Hujan abu terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Tamahdatar, terutama seperti yang dirasakan di Kecamatan X Koto, Kecamatan Pariangan, Kecamatan Batipuh, Kecamatan Sungaitarab, Kecamatan Salimpaung dan Tanjung Emas.
Untuk mengantisipasi dan membantu warga agar tidak terhirup abu, pihak BPBD langsung membagikan masker kepada pengendara dibantu oleh pihak Satlantas Polres Tanahdatar, Satpol PP Damkar, dan PMI di depan kantor BPBD Jalan Kampung Teleng, Batusangkar.
Kemudian pembagian masker juga dilakukan di Pasar Batusangkar oleh Bupati Tanahdatar Eka Putra bersama BPBD, dan PMI pada Senin sore. Beberapa pihak pemerintah nagari juga menjemput langsung masker ke kantor BPBD untuk diberikan di nagari masing-masing.
“Erupsi menyebabkan hujan abu di sebagian besar wilayah Tanahdatar. Alhamdulillah tidak ada kerusakan,” ujar Kepala BPBD Tanahdatar Ermon Revlin saat dijumpai saat membagi masker di Pasar Batusangkar, Senin sore.
Untuk membantu warga dalam mengantisipasi penyakit akibat terhirup abu, sepanjang Senin sore pihaknya telah membagikan masker hampir sebanyak 15 ribu masker.
Baik dibagikan kepada pengendara langsung dan warga yang melintas, maupun kepada pemerintah nagari dan kecamatan serta instansi lainnya.
“Kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari dalam hal ini. Meski aktifitas Marapi sempat menurun beberapa hari belakangan, saat ini erupsi kembali meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tanahdatar Eka Putra mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker serta berhati-hati terhadap berita palsu atau hoaks.
“Hati-hati dengan berita hoaks, jangan percaya, dengar instruksi atau kabar dari pemerintah. kami akan meng-update terus perkembangan-perkembangan, sehingga masyarakat tidak gelisah,” tegas bupati.
Sementara itu Wali Nagari Padanglaweh, Kecamatan Sungaitarab Febri Dt Barah Bangso mengatakan hujan abu juga menimpa permukiman warga setempat.
“Atap rumah warga dipenuhi abu sejak Senin sore, namun begitu, secara umum hingga sejauh ini masih aman dan terkendali, hanya sebatas hujan abu,” ujarnya saat dijumpai menjemput masker ke kantor BPBD.
Sebagai salah satu nagari yang berada di kawasan Gunung Marapi, pihaknya kembali menggiatkan piket bagi Satgas Nagari untuk berjaga-jaga.
“Kemarin, sempat kita hentikan karena aktifitas Marapi turun. Namun, sekarang erupsi lagi. Maka, kita akan kembali berdayakan Satgas Nagari,” ujarnya.
Menurut Camat Batipuh Abdi Hardifala mengatakan hujan abu juga dirasakan di wilayah Kecamatan Batipuh. “Alhamdulillah, sejauh ini aman dan terkendali,” ujar camat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolsek Pariangan AKP Surya Wahyudi, jika hujan abu juga mengguyur wilayah Pariangan. (r/stg)
Editor : Novitri Selvia