Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sopir Bus ALS Masih Dicari: Lima Korban Sudah Pulang, Tiga Masih Dirawat

Novitri Selvia • Rabu, 17 April 2024 | 09:59 WIB

LUMPUH: Material longsor menutupi jalan di Tanjung Bonai, Nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanahdatar, Selasa malam (16/4). Akibatnya, Jalan Lintau-Payakumbuh lumpuh.(NANDA/ PADEK)
LUMPUH: Material longsor menutupi jalan di Tanjung Bonai, Nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanahdatar, Selasa malam (16/4). Akibatnya, Jalan Lintau-Payakumbuh lumpuh.(NANDA/ PADEK)
Sopir satu bus ALS yang mengalami kecelakaan di Malalak, Kabupaten Agam masih dalam pencarian hingga Selasa (16/4) malam. Diduga sopir ini menghilang saat evakuasi korban tengah berlangsung.

Hal ini diakui oleh Kasi Humas Polresta Bukittinggi, Iptu Agustiar, Selasa (16/4). “Ya, sopir satu masih dalam pencarian. Diduga melarikan diri setelah insiden itu terjadi,” ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan olah TKP, kecelakaan terjadi dikarenakan sopir tidak menguasai medan jalan. “Diperkirakan bus hilang kendali, sopir belum menguasai medan jalan karena belum pernah melalui jalur ini sebelumnya. Selain itu medan jalan memang banyak tikungan dan turunan,” ujarnya.

Iptu Agustiar mengungkapkan proses evakuasi bus juga telah selesai dilaksanakan dan pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan PO ALS terkait identitas sopir, termasuk identitas penumpang. Untuk kasus ini masih didalami apakah ada unsur pidanan atau tidak,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, total dan identitas keseluruhan korban masih tengah dihimpun. Upaya ini memerlukan proses yang lebih sulit karena korban dirawat di beberapa rumah sakit dan puskesmas.

Pertama Kali Lewati Jalur Malalak

Secara terpisah, Joni Afrizal, sopir kedua yang sempat dirawat di RSAM Bukittinggi menyebutkan saat kejadian, bus dioperasikan oleh sopir satu dan ia tengah tidur.

“Ketika kejadian, saya sedang tidur. Jadi saya tidak begitu tahu kronologisnya. Ketika mobil terbalik, saya menggendong salah satu anak dan keluar dari bus tersebut,” ujar Joni Afrizal.

Sopir yang beralamat di Kota Napan Sumatera Utara ini juga menyebutkan ini merupakan pertama kalinya ia melewati jalur Malalak.

“Ketika sudah di luar, saya tidak mengenali lokasi tersebut. Saya kemudian bertanya kepada orang yang sudah ramai di luar, mereka menyebut ini di Malalak. Saya terkejut karena biasanya saya tidak melewati rute ini,” tambahnya.

Ia menambahkan rute normalnya dari Bukittinggi ke Padang Panjang dan terus ke Solok. “Saya baru pertama kali lewat jalur Malalak. Saya juga tidak tahu dengan adanya pemberlakukan satu jalur Bukittinggi-Padang melalui Malalak yang dilaksanakan saat itu,” jelasnya.

“Kalau kru ada empat, dua sopir dan dua kenek. Sebelumnya saya yang mengoperasikan dan kami bergantian di Bukittinggi. Kondisi sopir satu saat ini saya kurang tahu pasti,” tambahnya.

Kemudian untuk kondisi bus, sepengetahuannya bus ada dalam keadaan baik dan tidak ada kendala selama perjalananan dari Medan hingga ke Bukittinggi.

Punya Firasat tak Enak

Sementara itu, Enjel Sihombing, salah satu korban selamat yang dirawat di RSAM Bukittinggi mengatakan sebelum terjadi kecelakaan, ia sudah punya firasat tidak menyenangkan.

“Sebelum masuk Bukittinggi, ada insiden juga. Kami hampir bersenggolan dengan salah salah satu kendaraan pribadi yang melawan arah. Saya mulai punya perasaan tidak enak dan berpikir untuk ganti bus, hanya saja karena saya tidak punya uang lagi saya memilih tetap melanjutkan perjalanan dengan bus ini,” ucapnya.

Perempuan berusia 22 tahun asal Kota Medan ini menyebutkan bus sempat berhenti di salah satu rumah makan di Malalak sebelum meneruskan perjalanan dan akhirnya mengalami kecelakaan. “Saat itu seorang penumpang lainnya sempat menyatakan ia melihat kondisi sopirnya seperti mengantuk dan tidak fit,” tambahnya.

Setelah sekitar sepuluh menit dari pemberhentian terakhir, kemudian kecelakaan tersebut terjadi. “Pas di tikungan tempat terjatuh itu, awalnya bus ke kiri. Mungkin terkejut, sopirnya langsung banting stir dan mobil jatuh ke kanan,” tuturnya.

Enjel yang duduk di kursi serap itu menyebutkan saat kejadian ia terhimpit oleh kursi dan mengalami luka di bagian kepala. “Ketika kejadian kepala saya berdarah, saya mencoba menyelamatkan diri, sebelumnya saya sempat mencoba menyelamatkan penumpang lain, namun saya tidak bisa melakukannya waktu itu tangannya juga berdarah,” ujarnya.

Saat itu, ia melihat sejumlah penumpang yang tidak sadarkan diri dan banyak juga penumpang yang berteriak minta tolong,” tambahnya.

“Saya mencoba untuk keluar dari bus. Dan kaki saya berdarah karena menginjak pecahan kaca. Saat itu saya tidak mengunakan sepatu. Di luar saya melihat banyak orang, waktu itu saya dibantu masyarakat dan petugas. Lalu saya dibawa pakai ambulans,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RSAM Bidang Pelayanan, Vera Maya Sari menyebutkan lima dari delapan korban kecelakaan ALS sudah diperbolehkan pulang dan tiga lainnya masih dirawat.

“Lima diantara sudah diperbolehkan pulang, dan tiga masih dirawat. Korban yang masih dirawat di antaranya Sherli tanjung, Awaludin Rambe dan Enjel Sihombing,” ujarnya.

Ia menjelaskan ketiga korban tersebut masih dalam penanganan. “Untuk Sherly Tanjung masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. Kondisinya sekarang baik. Kemudian Awaludin Rambe sedang pemulihan kondisi umum. Kemudian untuk Enjel Sihombing akan dilakukan proses penjahitan luka yang robek,” tutupnya.

Dishub Tunggu Hasil Pemeriksaan

Kepala Dishub Sumbar Dedi Diantolani mengatakan kecelakaan bus ALS di Malalak akan menjadi bahan evaluasi jajarannya.

“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kita, yang jelas kita tidak akan saling menyalahkan. Kalau misalkan mereka tidak biasa melalui jalur Malalak, seharusnya mereka dapat menunggu sampai jalur one way dibuka. Namun sebenarnya jalur Malalak tidak ada persoalan apalagi satu arah karena cukup banyak bus-bus lintas yang juga melalui jalur tersebut,” ujarnya.

Saat ini, Dedi mengaku sedang menunggu hasil pemeriksaan dari penguji Dishub Kabupaten Agam mengenai penyebab kecelakaan. “Nanti akan kita analisa apa yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Ketika kita sudah menerima hasilnya nanti akan kita sampaikan ke Dirlantas,” jelasnya.

Dedi mengimbau kepada pengendara bus untuk lebih berhati-hati ketika melalui jalur di Sumbar. Ini mengingat mayoritas jalur-jalur yang berada di Sumbar didominasi jalur ekstrem.

“Karena geografisnya banyak berbukit dan tanjakan, sehingga harus hati-hati dan lebih tau terlebih dahulu rutenya. Jika merasa lelah kita sarankan untuk beristirahat terlebih dahulu,” pungkasnya. (r/y)

Editor : Novitri Selvia
#bus als #Bus ALS terguling #polresta bukittinggi #Iptu Agustiar #Malalak Selatan