Kawasan kebakaran ini juga tampak sepi dan sekali-sekali pemotor berhenti untuk melihat keadaan toko-toko yang sudah menghitam akibat hangus terbakar.
Sebagaimana telah diberitakan Rabu (8/5) lalu, ada 14 petak toko yang terbakar dalam peristiwa yang terjadi Selasa (7/5) lalu itu. Total kerugian pun diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra mengatakan, saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih terkait kebakaran tersebut. Maka dari itu tempat kejadian masih dipasangi garis polisi.
“Kemarinkan dugaannya karena konsleting listrik. Namun itu baru dugaan. Maka dari itu yang pastinya kita menunggu hasil resmi dari tim penyidik,” ujar Dedy kepada Padang Ekpres, kemarin.
Menurut keterangan dari pemilik-pemilik toko yang menjadi korban, sebutnya, kebakaran itu menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah.
“Keterangan dari korban pemilik Toko Elly Jaya, kerugiannya mencapai Rp 10 miliar dan yang lainnya masih di data,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengukapkan rasa keprihatinannya atas musibah yang menimpa para pedagang dan pemilik toko.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saya menyampaikan bahwa kami turut berduka atas musibah ini. Semoga yang terdampak dapat tabah menerima cobaan ini,” ucapnya saat meninjau lokasi kebakaran kemarin.
Atas peristiwa ini, Mahyeldi mengimbau masyarakat, agar belajar dari kejadian yang menimpa kawasan pertokoan di Jalan Kampuang Jawa Dalam, Kecamatan Padang Barat ini. Utamanya, terkait perhatian akan kelayakan sambungan instalasi listrik dan kepesertaan dalam asuransi.
“Karena apa yang akan terjadi ke depan, tidak bisa kita prediksi. Maka perlu dilakukan upaya antisipasi guna meminimalisir risiko. Salah satunya dengan pengecekan instalasi listrik secara berkala dan mengasuransikan tempat usaha. Intinya, kita mesti belajar dari musibah ini,” imbau Mahyeldi.
Turut hadir mendampingi gubernur dalam peninjauan tersebut, Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi, Kepala Biro Adpim Setprov Sumbar Mursalim, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah, dan Kepala Disperindag Sumbar Novrial, serta jajaran Satpol PP Sumbar dan beberapa dinas di lingkup Pemko Padang.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran diduga berawal dari lantai empat toko mainan Elly Jaya. Saat salah seorang karyawannya mencium bau kabel terbakar, Marlis, 79, pemilik toko itu pun langsung mengecek sumber bau tersebut.
Di lantai atas dia mendapatkan api yang telah membakar layang-layang. Kemudian mencoba memadamkannya dengan racun api. Namun api terlalu besar sehingga Marlis terjatuh dan api mengenai tangannya.
Begitulah Rismar, 71, istri Marlis, menceritakan awal terjadinya kebakaran yang kemudian merambat ke 13 toko lainnya. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 WIB.
Saat kebakaran, terdengar juga ledakan-ledakan dari Toko Elly Jaya. Percikan-percikan api pun keluar. Ini menyulitkan petugas pemadaman kebarakan untuk memadamkan api. Para petugas yang datang silih berganti pun butuh waktu 4 jam untuk memadamkan api.
Rismar menyebutkan ledakan-ledakan yang terjadi berasal dari mobil-mobilan pakai aki. “Ledakan itu dari mobil aki yang satu jam sebelumnya kebakaran, toko kita bersama toko ED yang berada di sebelah baru saja membeli mobil-mobilan pakai aki seharga Rp 5 juta per satuannya,” jelas dia. (cr2)
Editor : Novitri Selvia