PADEK.JAWAPOS.COM—Sebelum dibuka bertahap untuk umum pada Minggu (21/7) mendatang, jalan Padang-Bukittinggi via Lembah Anai diuji coba kemarin. Uji coba pembukaan lalu lintas (open traffic) jalan nasional tersebut dilaksanakan mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Hadiri pada kesempatan tersebut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Thabrani dan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan.
“Setelah itu kami akan melakuka evaluasi. Karena secara bertahap mulai 21 Juli mendatang akan dibuka untuk umum,” kata Mahyeldi. Dia menyampaiakan, progres jalur tersebut secara keseluruhan sudah mencapai 30,15 persen.
Ditargetkan, pada 21 Juli nanti progees pengerjaan sudah menyentuh angka 40 persen. Gubernur mengakui, proses pengerjaan cukup menguras waktu dan tenaga karena medan jalan yang cukup rumit dan dipenuhi bebatuan yang cukup keras. “Meski pun secara bertahap dibuk pada 21 Juli ini, tapi pekerjaannya tetap jalan.
Oleh karena itu, warga yang akan melewati jalur ini kami minta tetap hati-hati dan bersabar dalam berkendaraan. Serta, tidak melaju dalam kecepatan tinggi,” ujarnya. Mantan wali kota Padang itu merinci, sebanyak lima titik pada jalur tersebut akan diberlakukan sistem buka tutup, demi memastikan keamanan dan keselamatan warga yang berkendaraan.
“Jadi, ini sesuai dengan keinginan masyarakat, agar jalur ini segera bisa dilewati. Namun, tentu saja kami batasi dari segi jenis kendaraan yang melintas, serta kecepatan kendaraan juga kita batasi,” ujarnya mengakhiri.
Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Thabrani mengatakan bahwa total terdapat 16 titik di ruas jalan tersebut yang rusak berat karena bencana alam banjir bandang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik masih dalam pengerjaan dengan skala prioritas untuk segera diselesaikan.
“Untuk target penyelesaian keseluruhannya itu 31 Oktober nanti. Saat ini kami melakukan uji coba dulu untuk memastikan bahwa 21 Juli bisa open traffic terbatas secara menyeluruh untuk umum,” kata Thabrani.
Dia menyatakan, upaya percepatan pengerjaan jalan nasional Lembah Anai memang sangat bergantung pada dukungan Pemprov Sumbar, TNI/Polri, tokoh masyarakat, serta PT Hutama Karya (HK) selaku rekanan yang terus bekerja siang dan malam. “Sesuai dengan komitmen pemerintah, kami berharap penggunaan jalur ini secara optimal segera terwujud. Karena ini memang keinginan masyarakat yang sangat bergantung secara ekonomi pada jalan ini,” harapnya.
Di sisi lain, Direktur Lantas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan dalam kesempatan itu mengimbau warga pengguna jalan yang akan melintasi jalur tersebut, senantiasa berhati-hati, tertib, dan tidak mendahului kendaraan lain demi menjaga kelancaran akses jalan tersebut.
“Sebab lokasi ini termasuk rawan, dan faktanya ini masih dalam pengerjaan. Masih ada alat yang bekerja. Jadi, jangan ada yang sengaja berhenti untuk melihat proses pengerjaan dan mendokumentasikannya. Terus jalan saja, jangan berhenti, jangan ngebut, karena nanti ada beberapa titik yang kita berlakukan buka tutup,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Padangpanjang, AKBP Kartyana Wardoyo Widyarso Putro mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berhenti saat melewati jalur Lembah Anai saat dibuka pada akhir pekan ini. “Kita imbau untuk masyarakat agar tidak berhenti saat melewati jalur Lembah Anai, seperti mengambil foto dan melihat-lihat keadaan jalur itu, sebab sekali berhenti akan menimbulkan penumpukan kendaraan dan juga kemacetan,” pungkasnya. (cr2)
Editor : Novitri Selvia