PADANG.JAWAPOS.COM-Menjadi perguruan tinggi tertua di luar Jawa, jelas memberikan arti tersendiri bagi civitas akademika Universitas Andalas (Unand). Di samping harus mampu berkontribusi terhadap Sumbar, Unand mau tak mau mesti menunjukkan eksistensinya di pentas nasional.
Tantangan ini diamini Rektor Unand Dr Efa Yonnedi SE MPPM Akt CA CRGP sewaktu menerima kunjungan rombongan jajaran pimpinan Padang Ekspres di ruang kerjanya, Rektorat Unand, Kampus Limaumanih Padang, kemarin (18/11). Silaturahmi ini dipimpin Dirut Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi.
“Sudah menjadi tanggung jawab moral kita, ikut berkontribusi terhadap bangsa,” ujar Efa dalam pertemuan yang dihadiri Direktur PT Padang Graindo Mediatama Syukron Putra, dan Pemred Padang Ekspres Rommi Delfiano.
Hadir juga Direktur Padek Jawa Pos/ Manager Iklan, Heri Sugiarto, Manager HRGA/Wakil Pemred Suryani, Manager Sirkulasi/Pemasaran Dicky Junaidi. Berikutnya, Manager EO/Wakil Manager Iklan Two Efly, Manager Keuangan dan SDM Padang Graindo Nilla Deviani.
“Sejauh ini, sudah ada beberapa inovasi dan hasil riset Unand turut berkontribusi terhadap kemajuan negeri ini. Salah satunya, tinta pemilu berbahan dasar gambir yang digunakan secara luas dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lalu,” ujar Rektor.
Tinta pemilu ini telah tersertifikasi halal dan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 89,31%. Hal ini sejalan dengan komitmen Unand untuk mendukung keberlanjutan dan penggunaan produk lokal.
“Satu lagi, sekarang kita kembangkan yakni pembuatan reagen. Hal ini dikembangkan salah seorang dosen kita, Dr Andani Eka Putra. Kita ingin membangun kemandirian reagen bagi penyakit-penyakit di Indonesia. Misalnya, tes kanker mulut rahim, tifus, TBC dan banyak lagi,” jelas Efa.
Diakui Efa, Unand juga konsens mengembangkan tanaman gandum di Sumbar. Sejauh ini, sudah berhasil ditanam dan berproduksi. Hal ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap impor gandum.
“Kita juga sudah berkomitmen dari awal, penelitian maupun pengabdian masyarakat harus sesuai dengan persoalan masyarakat. Hal ini pulalah mendasari lahirnya platform digital Unand Hub. Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan ahli Unand. Bila tak bisa diselesaikan dalam tahun berjalan, bisa dilanjutkan anggarannya tahun berikutnya,” ujar dia.
Namun, mantan dekan FEB ini menyadari bahwa keberhasilan-keberhasilan yang dihasilkan Unand ini tidak terlalu bernilai, bila tidak disiarkan kepada masyarakat. Nah, di sinilah dibutuhkan dukungan media, seperti Padang Ekspres (Padek).
“Kita berterima kasih pula atas dukungan diberikan Padang Ekspres guna mendorong kemajuan Unand. Selama ini, berjalan dengan baik dan bernas. Mudah-mudahan, ke depan kolaborasi ini bisa lebih ditingkatkan,” harap Efa.
Dirut Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi menyambut baik harapan disampaikan Unand. Sebagai salau satu mitra strategis, Padang Ekspres Group bertanggung jawab pula memajukan dan membesarkan Unand.
“Kita tentu berharap, Unand semakin maju dan semakin banyak jumlah mahasiswanya, serta ekonomi segera pulih. Dengan begitu, hubungan kolaboratif yang sudah terbangun selama ini bisa lebih diperkuat,” harap dia.(rdo)
Editor : Novitri Selvia