Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tol tak Selesai, Investasi Kabupaten Solok Anjlok: Paslon 1 Tekankan Keberlanjutan, Paslon 2 Tawarkan Langkah Konkret

Silvina Fadhilah • Rabu, 20 November 2024 | 10:04 WIB
BEDA PENDEKATAN: Debat Publik Kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Tahun 2024 berlangsung di salah satu hotel di Kota Padang, kemarin (19/11). (WILLIAN/PADEK)
BEDA PENDEKATAN: Debat Publik Kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Tahun 2024 berlangsung di salah satu hotel di Kota Padang, kemarin (19/11). (WILLIAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur nomor urut 1 Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy dan nomor urut 2 Epyardi Asda-Ekos Albar saling klaim keberhasilan. Ini kemudian berujung adu statement tajam.

Hal tersebut terjadi pada Debat Publik Kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Tahun 2024, kemarin (19/11).

Debat itu digelar di salah satu hotel di Padang dengan tema Transformasi Ekonomi, Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Infrastruktur Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat.

Debat kedua ini memperlihatkan perbedaan pendekatan kedua pasangan calon dalam memajukan Sumbar. Mahyeldi-Vasko lebih menekankan keberlanjutan program-program yang sudah berjalan, dengan fokus pada sinergi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Epyardi-Ekos menawarkan langkah-langkah konkret untuk menarik investasi, memperkuat kerja sama dengan sektor swasta, serta menciptakan Sumatera Barat yang lebih inklusif.
Terkait pengelolaan lingkungan hidup, misalnya.

Paslon diminta menanggapi persoalan pertambangan tanpa izin. Epyardi mengatakan akan melakukan koordinasi dengan seluruh kepala daerah terkait hal tersebut. Carikan solusi, lakukan musyarawarah yang baik.

Sementara itu, Ekos menambahkan akan menghadirkan pertambangan ramah lingkungan dengan energi terbarukan sehingga terjaga lingkungan hidup untuk paru-paru dunia khususnya untuk Sumbar.

Mahyeldi yang menanggapi itu mengatakan, tambang yang diterbitkan izinnya itu tambang yang berefek ke masyarakat jangan hanya kepada pengusaha.

Sehingga terbukanya lapangan kerja dan lingkungan terjaga. Epyardi yang mendengar peryataan itu dan diberi kesempatan menanggapi menyebut Mahyeldi hanya bicara saja namun realisasinya nol.

Pemerataan Pembangunan

Tentang pemerataan pembangunan, persoalan pembangunan tol turut menjadi sorotan. Terutama penyediaan tanah untuk pembangunan tol. Mahyeldi mengatakan penyediaan tanah untuk pembangunan tol harus menunggu trase tol terlebih dulu.

Menyikapi itu, Epyardi menyebut, tol terutama seksi Padang-Sicincin merupakan tol terpendek di dunia yang dinilai tidak pernah-pernah selesai. “Tol terpendek dan terlama pengerjaannya,” ucapanya.

Sementara itu Vasko yang menyikapi pernyataan tersebut menyebut Epyardi selalu menyampaikan hal hoaks, karena menyebut tol seksi Padang-Sicincin terpendek di dunia.

Vasko menilai Sumbar berbeda, karena banyak hak ulayat yang dipertimbangkan dalam penyediaan lahan atau tanah untuk pembangunan tol.

Mahyeldi yang merupakan calon gubernur petahana sekaligus mantan wali kota Padang, turut menyoroti catatan kinerja Epyardi Asda saat menjabat sebagai bupati Solok.

Ia menyebut Epyardi gagal membawa perubahan signifikan di Kabupaten Solok, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.

“Bagaimana masyarakat Sumbar bisa percaya kepada pemimpin yang bahkan tidak berhasil membangun daerah yang dipimpinnya? Kabupaten Solok memiliki potensi besar, tetapi investasi di sana justru anjlok,” ujar Mahyeldi.

Serangan ini langsung ditanggapi Epyardi dengan tegas. Ia menilai Mahyeldi terlalu fokus membahas Kabupaten Solok, seolah-olah wilayah itu menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pemimpin.

“Kalau hanya membahas satu daerah saja, berarti intelektualnya sebatas itu. Kalau begitu, cocoknya jadi wali nagari saja. Jangan cuma bisa memancing saya dengan kritik,” balas Epyardi.

Dia juga menekankan keberhasilannya menurunkan angka stunting di Kabupaten Solok. Ia bahkan dinobatkan sebagai “Orang Tua Terbaik” oleh salah satu lembaga nasional atas upayanya memperbaiki kualitas kesehatan anak-anak di daerah tersebut.

“Bicara soal stunting, Kabupaten Solok sudah menunjukkan hasil nyata. Ini adalah bukti bahwa kami memprioritaskan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Investasi

Dalam tema pembangunan investasi, Vasko memberikan data keberhasilan Sumbar dalam menarik investasi senilai Rp11,7 triliun pada Maret 2024.

Ia menantang pasangan Epyardi-Ekos untuk memaparkan langkah konkret mereka dalam mempertahankan atau bahkan meningkatkan capaian tersebut.

“Investasi Rp11,7 triliun adalah capaian besar. Kami ingin tahu bagaimana Paslon 2 bisa mempertahankan ini,” tegas Vasko.

Menanggapi hal ini, Epyardi menekankan pentingnya digitalisasi UMKM, pengembangan sektor pertanian, dan kerja sama dengan pihak swasta untuk menciptakan daerah yang ramah investor.

“Tidak ada kota atau provinsi yang maju tanpa campur tangan swasta. Kita harus meyakinkan investor dengan memberikan jaminan kemudahan tidak inklusif. Sumbar harus menjadi daerah yang inklusif untuk semua jenis investasi,” ujar Epyardi.

Namun, Vasko membalas kritik tersebut dengan menyinggung penurunan investasi di Kabupaten Solok selama kepemimpinan Epyardi. Ia menyebut bahwa langkah Epyardi di Solok menjadi indikator ketidakmampuan untuk menarik investasi di tingkat provinsi.

“Kalau bicara langkah konkret, mengapa investasi di Solok justru anjlok? Semua janji manis, kalau kita terpilih nanti, pak Epy bantu kami ya bangun Sumbar” tegas Vasko.

Mahyeldi juga menyinggung perkembangan industri di Sumbar, termasuk pengelolaan Aqua dan perlindungan hak-hak karyawan. Ia menilai, pemimpin Sumbar ke depan harus memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak mengorbankan hak-hak pekerja.

“Kami ingin industri berkembang, tetapi kesejahteraan pekerja juga harus terjamin. Itu yang kami perjuangkan selama ini dan akan terus kami prioritaskan,” ujar Mahyeldi.

Pernyataan ini memancing reaksi dari Epyardi, yang kembali menegaskan bahwa fokus diskusi harus pada Sumbar secara keseluruhan, bukan hanya pada Solok atau satu sektor tertentu.

“Mengapa selalu membahas Solok? Kita sedang bicara Sumbar, bukan satu daerah saja. Kalau hanya fokus pada hal kecil seperti itu, paslon 1 memang cocoknya menjadi wali nagari,” sindirnya.

Epyardi juga memaparkan rencananya menggunakan dana pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh Sumatera Barat. Termasuk jalan raya, jaringan irigasi, dan fasilitas kesehatan. (wni/cr1)

Editor : Novitri Selvia
#Ekos Albar #mahyeldi ansharullah #Debat Publik Kedua #Investasi Kabupaten Solok Anjlok #Tol tak Selesai #epyardi asda #Vasko Ruseimy