Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyampaikan, penggunaan BBM Ron rendah, seperti premium, selain akan merusak kendaraan, juga tidak sesuai dengan perkembangan teknologi mesin kendaraan. Juga merusak lingkungan. Saat ini, mayoritas negara di dunia sudah meninggalkan konsumsi BBM Ron rendah.
Atas hal ini, dia menyarankan agar pemerintah mengalihkan penggunaan BBM Ron rendah di masyarakat ke Pertamax series. “Misal, membuat standar bahan bakar yang lebih baik dan segera menerapkannya, misalnya Euro IV. Demikian juga membuat kebijakan fuel economy untuk kendaraan bermotor yang progresif,” kata Febby, Selasa (20/10).
Selain perlu melakukan peralihan, pemerintah juga perlu menghadirkan kualitas BBM Ron tinggi dengan harga yang murah. Karena, bagaimana pun, konsumen reaktif kepada kenaikan harga. Jika ini dilakukan, akan semakin banyak konsumen menggunakan BBM berkualitas. “Kalau harga Premium dibuat mahal, konsumen akan pindah ke BBM lain yang lebih bersih tapi harganya lebih murah,” ungkap dia.(jpg) Editor : Hendra Efison