Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gojek-Tokopedia Melantai di Bursa, Indo Premier jadi Lead Underwriter

padek • Kamis, 17 Maret 2022 | 21:17 WIB
Photo
Photo
Pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) startup raksasa GoTo (Gojek dan Tokopedia) yang telah lama dinanti-nantikan banyak kalangan akhirnya terealisasi, kemarin.

Perseroan terlebih dahulu melaksanakan penawaran awal pada 15-21 Maret 2022 dengan kisaran harga Rp 316-346 per saham.

Perusahaan ride hailing dan marketplace ini akan melepas sebanyak-banyaknya 52 miliar saham seri A yang seluruhnya saham baru dan dikeluarkan dari portepel. Jumlah tersebut setara 4,35% modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Induk perusahaan teknologi gabungan GoTo pun resmi menunjuk PT Indo Premier Sekuritas menjadi salah satu penjamin pelaksana emisi efek (lead-underwriter).

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengaku senang sekaligus bangga atas mandat kepercayaan yang diberikan GoTo untuk menjadi penjamin pelaksana emisi efek, mengingat IPO unicorn ini telah digadang-gadang bakal menjadi benchmark dan kiblat perusahaan teknologi lainnya untuk ikut melantai di bursa menjadi perusahaan publik.

“Kami optimistis saham GoTo diburu investor institusi maupun ritel mengingat prospek ekonomi digital yang sangat cerah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan naik signifikan dan dengan pengembangan serta inovasi bisnis yang akan dilakukan GoTo di masa mendatang,” ungkapnya.

Sebelum pandemi Covid-19 saja ekonomi digital sektor transportasi online dan e-commerce tumbuh signifikan yang tercermin pada besaran Gross Merchandise Value (GMV) yang selalu tumbuh dua digit lebih dari 50 persen CAGR (2015-2019) menjadi USD40 miliar dari USD8 miliar.

Pada masa pandemi Covid-19 yang secara umum memicu kontraksi ekonomi konvensional justru memicu pertumbuhan ekonomi digital lebih cepat +49 persen (2020-2021) seiring diberlakukannya pembatasan mobilitas penduduk yang mendorong orang untuk bertransaksi secara online.

“Ekonomi digital yang pada tahun 2021 diperkirakan mencapai USD70 miliar diprediksi akan terus tumbuh secara CAGR 20 persen hingga tahun 2025 menjadi USD146 miliar,” tandasnya.(rel) Editor : padek
#IPO Gojek Tokopedia #gojek tokopedia #Saham Perdana Goto #IndoPremier Sekuritas #Saham Foto