Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fadjrin Z, Owner Kopmil Ijo Payakumbuh: Bosan Kerja di Bawah Tekanan!

Novitri Selvia • Rabu, 3 Agustus 2022 | 11:06 WIB
MUDA BERBAKAT: Owner Kopmil Ijo Payakumbuh, Fadjrin Z (tengah), bersama saudaranya di kedai Kopmil Ijo miliknya, kemarin (2/8).(IST)
MUDA BERBAKAT: Owner Kopmil Ijo Payakumbuh, Fadjrin Z (tengah), bersama saudaranya di kedai Kopmil Ijo miliknya, kemarin (2/8).(IST)
Bosan menjadi karyawan dan jenuh bekerja di bawah tekanan, Fadjrin Z, membuka usaha minuman. Modal awal cuma Rp7 juta. Kini sudah punya tiga cafe dengan belasan karyawan. Inilah, kisah pemilik Kopmil Ijo, tempat nongkrong anak-anak muda Payakumbuh.

AWAL Mei 2011 silam, karier Fadjrin Z, lumayan kinclong. Putra Payakumbuh kelahiran 16 Oktober 1986 ini, termasuk ujung tombak sebuah perusahaan pembiayaan (leasing) yang berkantor di Bukittinggi.

Bahkan, anak ketiga dari lima bersaudara hasil pernikahan suami-istri Zulkifli dan Emmi Wardanata itu, sempat ditawari manajamen leasing menambah pendidikannya. Akan tetapi, alumni Fakultas Peternakan Unand tersebut memilih jalan hidup yang lain.

“Saya bosan jadi pegawai. Saya jenuh bekerja di bawah tekanan. Kerja di bawah tekanan itu membuat saya menjadi stress. Akhirnya, saya putuskan untuk resign dari salah satu leasing yang ada di Bukittinggi,” cerita Fadjrin kepada Padang Ekspres, beberapa waktu lalu.

Pilihan Fadjrin resign dari perusahaan pembiayaan, sempat menuai pro-kontra keluarga. Maklum, saat itu, bahkan sampai sekarang, sulit bagi anak muda dapat pekerjaan layak. Namun, Fadjrin yang alumni SNAKMA atau SPP Padangmengatas, Limapuluh Kota, sudah bulat dengan tekadnya.

“Saya putuskan membuka usaha sendiri. Karena seperti saya bilang tadi, saya tak sanggup bekerja di bawah tekanan,” ujarnya.

Setelah berhenti jadi karyawan leasing, Fajdrin mencari peluang usaha yang pas menurut perkiraannya dan dapat diterima pasar. “Wacana awal, saya ingin buka usaha minuman Cappucino Cincau. Karena saat itu, Cappucino Cincau sedang booming di Payakumbuh,” kata Fajdrin.

Untuk memuluskan niatnya, Fajdrin yang akrab dipanggil In, berbagi pengalaman dengan teman-temanya semasa kuliah di Unand, Padang.

“Saya share sama kawan-kawan di kampus. Saya bilang, mau bikin Cappucino Cincau. Kawan-kawan menyupport. Tapi, ada kawan beri masukan, agar saya bikin Kopmil (Kopi Milo). Karena di Padang, saat itu sedang booming Kopmil,” ujar Fajdrin.

Alhasil, pada Mei 2011, Fadjrin dengan modal Rp7 Juta, membuat dua gerobak dorong untuk memulai usaha Kopmil yang diberi nama Kopmil Ijo. Satu gerobak yang dibuat, beroperasional di Jalan Soekarno-Hatta, Tanjuanggadang, Payakumbuh. Sedangkan satu lainnya, diletakkan di Bukittinggi.

“Saya buka dua tempat sekaligus. Cuma yang di Bukittinggi, belum booming saat itu. Kalau yang di Payakumbuh, Alhamdulillah bisa bertahan. Tapi, banyak suka-duka saya rasakan. Namanya saja jualan dengan gerobak. Kadang, saat hujan turun, saya ikut basah-kuyup. Payung tempat jualan, sering juga diterbangkan angin kencang,” cerita Fadjrin.

Namun, Fadjrin bukanlah tipe pelaku UMKM yang gampang menyerah. Bermodal keyakinan, kerja-keras, sungguh-sungguh, dan senantiasa meminta kepada Tuhan, Kopmil Ijo hasil racikan Fajdrin, diminati pelanggannya.

Lambat laun, pelanggan yang datang ke Kopmil Ijo di Jalan Soedirman, Tanjuanggadang, Payakumbuh, semakin ramai. Para pelanggan Kopmil Ijo umumnya anak-anak muda atau kaum urban dari Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan daerah hinterlandnya.

“Para pelanggan merasa betah berlama-lama di Kopmil Ijo kepunyaan Fajdrin, karena tempat minum ini terasa nyaman, hygienis, dan murah,” kata Ade Suhendra, pengelola medsos SudutPayakumbuh yang punya banyak follower itu.

Lantaran pelanggan Kopmil Ijo semakin ramai, omset yang diperoleh Fajdrin makin lebar. Dengan omsetnya, Fajdrin akhirnya bisa memiliki tiga bangunan kafe di Payakumbuh. Dua berada bilangan Jalan Soekarno-Hatta Payakumbuh, yakni di Simpang MAN 2 Payakumbuh dan di samping DPRD Payakumbuh. Sedangkan satu lagi di kawasan Nankodok, Payakumbuh Utara.

Di tempat usahanya, Fajdrin bersama berbagai komunitas yang ada di Payakumbuh, kerap menggelar kegiatan. Tidak terkecuali live musik dan malam amal. Fadjrin juga mampu mempekerjakan belasan karyawan.

“Saya sunggu usaha Kopmil Ijo yang saya rintis, dengan berbagai suka dan duka, bisa menjadi lapangan usaha bagi kawan-kawan kawula muda,” kata Fajdrin.

Selain memiliki karyawan, Fajdrin juga bisa membina adiknya, Fadil. “Adik saya, juga berusaha bersama saya. Kami bersama-sama membesarkan Kopmil Ijo. Suatu hal yang menjadi kepuasan bathin bagi kami, saat para pelanggan dan pengunjung, bisa tertawa ria di Kopmil Ijo, melepas segala beban,” kata Fajdrin. (*) Editor : Novitri Selvia
#Tanjuanggadang #Kopmil Ijo Payakumbuh #Fadjrin Z