Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Usaha Kuliner Tasyah Snack Box: Teguh Bertahan, Raih Kembali Masa Keemasan

Novitri Selvia • Kamis, 19 Januari 2023 | 11:10 WIB
USAI DIWAWANCARAI: Fitria Amrina, pemilik UMKM dengan label produk Bagonjong bersama wartawan Padang Ekspres, Putra Susanto, di rumah produksinya di Simpang Tembok, Lubukbasung, Selasa (27/12).(IST)
USAI DIWAWANCARAI: Fitria Amrina, pemilik UMKM dengan label produk Bagonjong bersama wartawan Padang Ekspres, Putra Susanto, di rumah produksinya di Simpang Tembok, Lubukbasung, Selasa (27/12).(IST)
COVID-19 yang telah berlalu ternyata memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan kemajuan berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Misalnya saja usaha kuliner Tasyah Snack Box.

Usaha kuliner Tasya Snack Box memproduksi berbagai aneka kue. UMKM ini beralamat di Jalan Nuri, Nagari Painan Timur, Kecamatan IV Jurai, Pessel. Sebanyak 16 aneka macam jenis kue yang diproduksinya, sejak berdiri 6 tahun silam.

Saat pandemi Covid-19, usaha milik , Nelly Zahara, 40, ini sempat terancam gulung tikar. Hal itu lantaran sepinya pesanan dari pelanggan. Namun Nelly tetap bertahan walau sering kali mengalami kerugian akibat kuenya tidak terjual.

“Berbagai kegiatan perkantoran saat pandemi Covid-19 sebagian besar ditiadakan. Sekolah juga tutup karena anak-anak belajar dari rumah secara daring,” ujar Nelly saat memulai ceritanya kepada Padang Ekspres, beberapa waktu lalu.

“Akibatnya sebagian besar pelanggan menyetop memesan kue. Namun karena kebutuhan hidup mendesak, saya tetap bertahan walau dengan produksi terbatas ketika itu,” sambungnya.

Tapi, kondisi sulit itu diakui Nelly sudah mulai berlalu seiring meredanya pandemi Covid-19. Terlebih pemerintah beberapa waktu lalu sudah mencabut Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Karena pelanggan masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk memenuhi kebutuhan berbagai aneka macam kue yang kami produksi, sehingga usaha kuliner rumahan saya ini kembali bangkit dan menggeliat. Saya bersyukur Covid-19 telah berlalu dan berbagai aktivitas masyarakat telah kembali normal,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa memiliki ilmu membuat aneka ragam kue menjadi salah satu alasan baginya untuk benar-benar serius menjalani usaha itu sejak enam tahun belakangan. “Saat memulai usaha ini, saya yakin ini bisa dijadikan sebagai kekuatan ekonomi bagi keluarga saya,” akunya.

Diakuinya, masa-masa keemasan melalui usaha kuliner itu kembali dia rasakan saat ini. Walau sempat selama dua tahun lebih mengalami masa sulit. “Hal ini bisa tercapai berkat kepercayaan konsumen, serta juga para pelanggan,” hematnya.

“Pelanggan saya bukan saja pemilik kantin sekolah, mini market, dan perkantoran, tapi juga beberapa hotel di Painan guna memenuhi kebutuhan snake pelanggannya ketika menggelar acara di hotel,” ungkapnya.

Awal Menangkap Peluang

Nelly menceritakan awal dirinya menangkap peluang usaha kue tersebut. Menurutnya, pangsa pasar menjanjikan dari usahanya itu menjanjikan, karena dia tinggal di Kota Painan yang dekat dengan banyak perkantoran.

“Ini membuat saya yakin dan merasa tepat untuk membuka usaha kuliner dan aneka macam kue ini. Dengan memiliki rasa keyakinan yang kuat itu, maka saya mulai belajar kepada ibu saya (Yusneti, 62) sembilan tahun yang silam, bagaimana cara membuat beraneka ragam kue tersebut,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa awal-awal mencoba secara kecil-kecilan, kue hasil buatannya itu ternyata cukup laris dan juga menguntungkan. “Secara perlahan saya terus melakukan pengembangan dengan cara banyak belajar melalui internet. Bahkan juga ikut kursus yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian, dan Dinas Pariwisata Pessel. Agar bisa dikenal, usaha saya ini pun saya beri nama Tasya Snack Box,” jelasnya.

Ternyata usaha dan perjuangan yang dia lakukan itu secara perlahan menunjukan kemajuan. Sebab melalui jaringan yang sudah terbentuk antar sesama pemilik usaha kue. Dia juga dipercaya mengisi kebutuhan snake atau kue untuk rapat di berbagai perkantoran di Kota Painan.

“Berbagai perkantoran di Kota Painan, termasuk juga kantor bupati sudah memberikan kepercayaan kepada Tasya Snack Box untuk mengisi kebutuhan snake-nya. Bahkan dulunya juga untuk memenuhi kebutuhan snake Festival Langkisau, dan juga Tour de Singkarak (TdS) di daerah ini,” ceritanya.

Ditambahkannya bahwa 16 aneka macam jenis kue yang diproduksi melalui usaha rumahannya itu terdiri dari, kue tako tai, kue ku, roti jala buah sarabi, onde-onde wuen, onde-onde sipuluik, kue cantik manis sagu mutiara, aneka puding, dadar gulung pasta durian, martabak shanghai, perkedel jagung, nugget tempe, nugget tahu, risoles, pastel, samosa, dan onde-onde wijen.

“Walau berskala usaha rumahan, namun saat ini omset rata-rata per hari sudah mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Saat ini selain telah memiliki karyawan, saya masih tetap dibantu oleh ibu, suami, dan anak saya,” ucap Nelly lagi.

Diakui Nelly bahwa keterbatasan modal usaha, serta juga masih minimnya peralatan untuk mengolah adonan berbagai aneka kue, merupakan salah satu kendala yang masih dia hadapi. Berdasarkan hal itu, sehingga dia juga berharap ada perhatian dari pemerintah melalui berbagai program yang dimiliki, agar usahanya itu bisa terus menggeliat kembali berkembang.

“Sekarang saya telah kembali memenuhi pesanan kue di kantin-kantin sekolah, kantin rumah sakit, minimarket, kebutuhan rapat kantor, dan juga beberapa hotel yang ada di Kota Painan. Dari itu saya juga berharap ada perhatian dari pemerintah melalui berbagai program yang dimiliki supaya usaha yang saya geluti ini bisa terus menggeliat,” tutupnya. (yon) Editor : Novitri Selvia
#usaha kuliner #Nelly Zahara #Nagari Painan Timur #Tasyah Snack Box