“Sudah sejak sepuluh hari ini harganya terus naik. Untuk 30 butir telur ayam ras sekarang harganya mencapai Rp 52 ribu. Kalau harga normalnya Rp 47 ribu. Jadi ada kenaikan Rp 5 ribu,” ujarnya.
Tidak hanya terjadi pada telur ayam ras, telur ayam kampung juga mengalami kenaikan dengan selisih harga mencapai Rp 7 ribu.
“Untuk telur ayam arab, kenaikannya lebih besar. Biasanya Rp 59 ribu untuk 30 butir, sekarang harganya Rp 66 ribu sampai Rp 67 ribu. Kenaikan harga telur ini tergolong tinggi. Biasanya kalaupun naik, baik ayam ras ataupun ayam arab hanya naik seribu,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, harga ini bahkan jauh lebih mahal jika dibandingkan saat momen Lebaran lalu. “Ketika Lebaran malah harganya lebih murah. Untuk ayam ras harga telurnya hanya Rp 49 ribu untuk 30 butir. Sedangkan telur ayam arab sekitaran Rp 56 ribu,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga telur ini disebabkan naiknya harga pakan ayam petelur. Selain itu, juga jumlah produksi telur di tingkat produsen mengalami penurunan. Aan mengungkapkan, akibat kenaikan harga ini minat beli masyarakat jadi menurun.
“Minat beli masyarakat jadi berkurang, kalau biasanya membeli 30 butir, sekarang hanya beli 20 atau 10 butir. Dampaknya, pendapatan pedagang menurun,” ungkapnya. (r) Editor : Novitri Selvia