Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ayo ke Pertashop!! Two Efly: BBM di Pertashop Lebih Murah Ketimbang di SPBU

Hendra Efison • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 12:39 WIB
Salah satu Pertashop CV Famili Berkah Bersama, yang berlokasi di Jorong Pasanehan, Kanagarian Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
Salah satu Pertashop CV Famili Berkah Bersama, yang berlokasi di Jorong Pasanehan, Kanagarian Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
PADEK.CO—Ada diskresi dari Pertamina Patra Niaga untuk mitra dan para pengguna BBM non Subsidi (Pertamax Bulk). Jika pengguna Pertamax mengisi BBM nya di Pertashop maka harganya lebih murah dibandingkan SPBU.

"Betul, ada diskresi dari Pertamina Patra Niaga. Kalau di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harga Pertamax Bulk Rp14.300 per liternya sedangkan  di Pertashop sedikit lebih murah. Di Pertashop harga Pertamax Bulk dibanderol Rp14.150 per liter. Artinya ada selisih harga Rp150 per liternya," ujar pemilik Pertashop 1P 261.364, Two Efly SE, Sabtu (7/10) .

Menurut Two Efly, selisih harga ini merupakan diskresi dari Pertamina Patra Niaga (Operator-red) dalam rangka memaksimalkan penjualan Pertashop sekaligus memperdekat serta memudahkan pengguna BBM non subsidi untuk mendapatkan BBM berkualitas (Ron 92).

"Diskresi ini sangat bermanfat dan meningkatkan daya saing Pertashop di tengah lonjakan harga BBM non Subsidi. Kami berharap diskresi ini benar benar dimanfaatkan masyarakat. Untuk apa mendatangi SPBU, ke Pertashop sajalah, lebih cepat, tak perlu antri dan lebih murah pula lagi," ucap jebolan UBH Padang ini.

Sementara relis dari pihak Pertamina Patra Niaga melalui divisi comm Rel & CSR MOR I Pertamina Patra Niaga, disparitas harga itu sebagai upaya dari Pertamina untuk mensuport Pertashop untuk mendistribusikan BBM berkualitas pada masyarakat. Melalui Pertashop dan BBM nya Pertamina menjangkau daerah terjauh dari SPBU.

“Pertashop merupakan program nyata keberpihakkan Pertamina dalam mendekatkan BBM berkualitas ke daerah/wilayah yang jauh dari SPBU,” ujar Susanto Satria.

Terpisah, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sumbar, Narotama Aulia Farzi juga mengkapkan hal yang sama. "Pertashop merupakan tangan kanan Pertamina Parta Niaga dalam mendistribusikan BBM berkualitas pada masyarakat khusus daerah terjauh dari SPBU. Dengan regulasi dan penetapan harga terbaru ini kami berharap pelaku Pertashop bisa terbantu penjualannya. Maksimalkan lah diskresi ini untuk menaikkan penjualan kembali," ujar Narotama.

Sementara itu Ketua Asosiasi  Pertashop Sumbar Bersatu, Ramadanur mengungkapkan, "Perbedaan harga ini merupakan sedikit kabar baik bagi pelaku usaha Pertashop di Sumbar saat ini. Apalagi, selisih harga ini diberikan ketika terjadi lonjakan harga Pertamax dan lesunya bisnis Pertashop di Sumbar".

Ramadanur mengatakan, saat ini teman teman di Pertashop sedang merasakan betapa beratnya usaha. Pasca merangkak naiknya harga Pertamax dari Rp9.600 dua tahun yang lalu penjualan mereka mengalami penurunan.

"Kemarin waktu harga di angka Rp12.800 perliter penjualan mulai bergerak naik, namun itu tidak bertahan lama, beberapa bulan saja harga Pertamax mulai merangkak naik hingga saat ini menjadi Rp 14.150 per liter," ungkapnya.

Buka Peluang Pangkalan Gas 3 Kg

Di tengah masih lesunya penjualan asosiasi Pertashop Sumbar Bersatu berharap Pertamina Patra Niaga membuka peluang bagi Pertashop untuk menjadi pangkalas gas 3 Kg.

"Saat ini Pertashop berharap dan sangat membutuhkan suport produk lainnya dari Pertamina untuk mendapatkan sumber pendapatan lainnya. Salah satunya adalah pangkalan gas 3 kg. Ini sangat linier dan sangat membantu sekali. Jika itu terlaksana maka lengkaplah produknya. Ada minyak berkualitas dan ada pula gasnya," ujar Ramadanur.

Ada beberapa pertimbangan kenapa kita mengusulkan ini walaupun Pertashop konsepnya diperuntukan untuk distribusi produk non subsidi. Namun, ditengah kelesuan bisnis dan letak Pertashop yang berada di pojok-pojok kampung tentulah sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan gas 3 kg. Tegasnya, letak dan posisi Pertashop di perkampungan jelaslah memudahkan dan menguntungkan masyarakat.

Dari data Padang Ekspres, saat ini terdapat lebih kurang 400 gerai Pertashop di Sumbar. Pertashop ini menyebar di seluruh kabupaten di Sumatera Barat. Diawal pendiriannya Pertashop membawa harapan baru bagi masyarakat, pelaku usaha dan Pertamina sendiri. Sebab, selain berhasil mereduksi penjualan Pertalite, Pertashop juga mampu meningkatkan penjualan Pertamax di Sumbar.

Pantauan di lapangan, beberapa gerai Pertashop memang ada yang tutup. Tak diketahui dengan jelas apakah penutupan itu karena lesu penjualan dan berdampak pada tak tertutupinya biaya operasional atau menunggu datangnya pasokan BBM.

"Sebagai salah satu pelaku di bidang Pertashop kami berharap pertamina, BPH migas, Kementrian ESDM tetaplah memberikan perhatian dan kebijakan positif. Harapan kita sederhana bisnis Pertashop kembali bergairah dan investasi yang sudah ditanamkan dapat pay back kembali," ujar Two Efly dan Ramadanur. (*) Editor : Hendra Efison
#Ketimbang di SPBU #Two Efly SE #lebih murah #BBM di Pertashop #Ayo ke Pertashop!!