Salah seorang pedagang sembako di Pasar Raya Padang, Selasa (10/10) Amran Tono mengatakan, harga bawang sudah turun lebih kurang 2 bulan terakhir. ”Bawang ini sudah turun lebih kurang sudah 2 bulan. Bahkan kemarin orang yang dari Solok membawa bawang untuk dijualkan ke pedagang hanya Rp 10 ribu per kilogram,” jelasnya.
Ia menilai, penyebab turunnya harga bawang di pasaran saat ini adalah karena melimpahnya pasokan dari daerah lain dan petani di daerah. “Bawang turun ini telah sesuai hukum pasar, kalau pasokannya banyak dan melimpah, tentu harganya jatuh,” sebutnya.
Jika harga bawang murah, petani merugi. “Bawang murah ini sangat bagus tapi kita kasihan dengan petani yang mendapatkan hasil hanya Rp Rp 7 ribu per kilogram,” tambahnya.
Amran menyebutkan, harga bawang saat ini Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram. Pedagang lainnya, Arvian mengatakan, harga bawang merah turun sekitar Rp 3 ribu, atau dari Rp 18 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
“Untuk harganya juga tergantung ukuran bawangnya. Jika ukuran besar maka satu kilogramnya itu Rp 18 ribu, kalau bawang kecil Rp 6 ribu satu kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang Syahendri Barkah kepada Padang Ekspres mengatakan, kenaikan dan penurunan harga sembako tersebut sudah lumrah terjadi.
“Kalau di pasar kenaikan dan penurunan dari suatu harga itu sudah biasa. Apabila terjadi penurunan sangat drastis dan juga kenaikan yang sangat drastis barulah kami akan melakukan tindakan yang dapat mengantisipasi kerugian bagi para petani,” katanya.
Harapannya ke depan agar harga bawang ini stabil kembali sehingga menguntungkan petani, pedagang maupun pembeli. (s/mg2) Editor : Novitri Selvia