Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kunker ke Sumbar Cek BBM, Nevi Ingatkan Pemerintah Jangan Ada Kelangkaan

Admin Padek • Kamis, 23 November 2023 | 12:09 WIB
Photo
Photo

PADEK.JAWAPOS.COM-Jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sempat terjadi kehebohan antrean BBM jenis solar di Sumbar beberapa hari lalu. Untuk itu, Komisi VI DPR RI merespons dengan kunjungan kerja ke Sumatera Barat.





"Ya kita lakukan kunker ke Sumbar untuk memantau distribusi BBM. Sebab di media massa, media sosial sering saya lihat dan juga dilaporin masyarakat tentang antrean panjang truk dan kendaraan mengular panjang antre solar di SPBU," ujar Anggota Komisi VI DPR R Nevi Zuairina, Kamis (23/11/2023).






Dari pantauan dan penjelasan konsumen kemarin ternyata Kuota BBM bersubsidi yang jebol. "Dari data mitra kerja, setidaknya 3 tahun terakhir, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengoreksi usulan anggaran subsidi BBM," ujar Nevi Zuairina.


Tahun 2021, kuota terkoreksi 9.033,78 kiloliter untuk jenis bahan bakar minyak tertentu atau JBT setelah ditemukannya penyelewengan distribusi di tengah masyarakat.


Tahun 2022, kuota BBM subsidi jebol pada Oktober-November 2022. Sedangkan tahun 2023 ini, BPH Migas memproyeksikan kuota solar bersubsidi akan habis sebelum akhir tahun, di mana tingkat konsumsi BBM jenis Solar subsidi hingga 5 Oktober 2023 telah mencapai 78% dari kuota yang ditetapkan yakni sebesar 17 juta kilo liter (kl).







Nevi mengungkapkan kekhawatiran terkait jebolnya kuota BBM bersubsidi tersebut. Menurutnya, penyelewengan distribusi dan penyalahgunaan BBM subsidi menjadi penyebab utama. Begitu juga pengisian Pertalite ke jeriken tanpa rekomendasi.




Untuk itu, Nevi menekankan perlunya pengawasan ketat melibatkan TNI dan Polri serta tindakan tegas terhadap pelaku pelanggaran.




Dalam diskusi, Nevi menanyakan skema pelaporan dan potensi reward bagi masyarakat yang melaporkan penyimpangan. Dia juga menyoroti hasil penginputan data konsumen kendaraan roda empat menggunakan Pertalite serta analisis dari Pertamina terkait penggunaan BBM subsidi.




Nevi Zuairina meminta BPH Migas untuk mengoreksi usulan anggaran subsidi BBM sebagai respons terhadap jebolnya kuota. Proyeksi BPH Migas menunjukkan kuota Solar bersubsidi akan habis sebelum akhir tahun 2023, memicu keprihatinan terkait keberlanjutan distribusi BBM subsidi di Sumbar. "Kita minta kepada pemerintah jangan sampai terjadi kelangkaan BBM di Sumbar," katanya. (rel)



Editor : Admin Padek
#Antrean BBM Solar #Kuota BBM Jebol #Pertalite dan Solar #Tantangan Distribusi BBM Sumbar #Penyelewengan Distribusi #Pelanggaran Penyaluran BBM #Komisi VI DPR RI #Distribusi BBM Subsidi #Pengawasan TNI dan Polri