PADEK.JAWAPOS.COM-Jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sempat terjadi kehebohan antrean BBM jenis solar di Sumbar beberapa hari lalu. Untuk itu, Komisi VI DPR RI merespons dengan kunjungan kerja ke Sumatera Barat.
"Ya kita lakukan kunker ke Sumbar untuk memantau distribusi BBM. Sebab di media massa, media sosial sering saya lihat dan juga dilaporin masyarakat tentang antrean panjang truk dan kendaraan mengular panjang antre solar di SPBU," ujar Anggota Komisi VI DPR R Nevi Zuairina, Kamis (23/11/2023).
Nevi mengungkapkan kekhawatiran terkait jebolnya kuota BBM bersubsidi tersebut. Menurutnya, penyelewengan distribusi dan penyalahgunaan BBM subsidi menjadi penyebab utama. Begitu juga pengisian Pertalite ke jeriken tanpa rekomendasi.
Untuk itu, Nevi menekankan perlunya pengawasan ketat melibatkan TNI dan Polri serta tindakan tegas terhadap pelaku pelanggaran.
Dalam diskusi, Nevi menanyakan skema pelaporan dan potensi reward bagi masyarakat yang melaporkan penyimpangan. Dia juga menyoroti hasil penginputan data konsumen kendaraan roda empat menggunakan Pertalite serta analisis dari Pertamina terkait penggunaan BBM subsidi.
Nevi Zuairina meminta BPH Migas untuk mengoreksi usulan anggaran subsidi BBM sebagai respons terhadap jebolnya kuota. Proyeksi BPH Migas menunjukkan kuota Solar bersubsidi akan habis sebelum akhir tahun 2023, memicu keprihatinan terkait keberlanjutan distribusi BBM subsidi di Sumbar. "Kita minta kepada pemerintah jangan sampai terjadi kelangkaan BBM di Sumbar," katanya. (rel)