Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Anindya Bakrie Dampingi Prabowo Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi RI-Prancis, Ekonom Sambut Positif

Heri Sugiarto • Jumat, 26 Juli 2024 | 22:53 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Anindya Bakrie (kanan) mendampingi Prabowo Subianto di pertemuan Indonesian-France Business Executive Luncheon. (Foto: IG Anindya Bakrie)
Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Anindya Bakrie (kanan) mendampingi Prabowo Subianto di pertemuan Indonesian-France Business Executive Luncheon. (Foto: IG Anindya Bakrie)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Presiden Terpilih Periode 2024-2029 yang juga Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan dengan para pimpinan perusahaan besar Prancis, di Paris, Kamis (26/7/2024). 
 
Pertemuan bertajuk "Indonesian-France Business Executive Luncheon" itu diadakan di sela-sela berlangsungnya Olimpiade Musim Panas di Paris.
 
Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, yang mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut menyampaikan, acara ini merupakan kolaborasi International Chamber of Commerce (ICC), Mouvement Des Entreprises de France (MEDEF), KADIN Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Prancis.
 
Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 30 pengusaha dari Prancis dan negara Eropa lainnya, termasuk perwakilan dari perusahaan besar seperti Danone, L’Oreal, Total Energie, Stellantis, Michelin, dan Eramet.
 
Baca Juga: Indosat dan Garuda Indonesia Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Sektor Penerbangan dan Pariwisata
 
Anindya Bakrie menyatakan bahwa acara ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis.
 
"Pak Prabowo memberikan paparan sangat jelas dan tegas bahwa beliau mempunyai mandat dan kemauan untuk terus menjadikan Indonesia negara besar yang maju, bermartabat, dan berdaulat, termasuk dengan bekerja sama dengan semua negara secara win-win (saling menguntungkan, red) untuk menyejahterakan Bangsa Indonesia," ungkap Anindya.
 
Selain itu, kata Anindya, Prabowo juga memaparkan program-program yang mencakup efisiensi, penegakan hukum, industrialisasi, peningkatan perdagangan dan investasi, serta pengembangan turisme.
 
"Beliau juga menyampaikan bahwa transisi dan kontinuitas program-program Presiden Jokowi berlangsung sangat baik dan menjanjikan," tambah Anindya di akun media sosial Instagramnya.
 
Baca Juga: Daihatsu Wujudkan Komitmen Keberlanjutan Lewat Sustainability Center yang Edukatif di GIIAS 2024
 
Anindya berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang terus diupayakan ini dapat membawa manfaat signifikan bagi kedua negara.
 
Selain Anindya, Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat dan pengusaha lainnya, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir, Duta Besar Indonesia untuk Prancis Muhammad Oemar, mantan Wakil Menteri dan Duta Besar serta Ketua Dewan Kehormatan Kadin Rosan Roeslani, Wakil Komisi I DPR RI Sugiono, perwakilan DPR RI Budi Djiwandono, dan Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN Wisnu Wardhana.
 
Respons Positif Ekonom
 
Ekonom Sumbar, Dr. Efa Yonnedi merespons positif pertemuan kerja sama ekonomi Indonesia-Prancis yang dihadiri presiden terpilih Prabowo Subianto bersama para pengusaha dalam negeri yang dimotori Anindya Bakrie
 
Sebagai sosok penting pengusaha Indonesia di acara itu, Anindya selama ini dikenal fokus dalam memajukan hubungan bisnis antara Indonesia dan negara-negara lain, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi internasional.
 
Dengan peran yang begitu luas dan pengaruh yang signifikan dalam dunia bisnis, diyakininya kerja sama ekonomi dengan para pengusaha Prancis bisa ditingkatkan.
 
Baca Juga: Batik Air Buka Rute Padang – Kuala Lumpur – Padang Semakin Dekat ke Kota-Kota Impian Internasional
 
Apalagi tantangan ekonomi global saat ini begitu menantang dan butuh kolaborasi yang erat pemerintah dengan dunia usaha.
 
"Jika kerja sama ekonomi tersebut berjalan baik, maka akan berdampak signifikan terhadap perekonomian dalam negeri. Maka, harus ditindaklanjuti konkret dengan memajukan hilirisasi sumber daya alam Indonesia," katanya.
 
Beberapa industri hilir memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, termasuk industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, furnitur, serta industri kimia dan farmasi.
 
Baca Juga: Ratusan Ribu Batang, PT Semen Padang Punya Zona Inti Kaliandra di Padangpariaman
 
"Indonesia memiliki keunggulan dalam sumber daya alam yang mendukung pengembangan industri-industri tersebut," kata Efa Yonnedi yang juga Rektor Universitas Andalas Padang.
 
Selain itu, permintaan domestik yang besar dan potensi ekspor ke pasar global menjadikan industri-industri tersebut potensial untuk terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.
 
Efa menekankan pentingnya investasi dalam teknologi, inovasi, dan peningkatan kualitas produk untuk meningkatkan daya saing industri hilir Indonesia.
 
Ia juga menyarankan agar pemerintah di daerah-daerah segera menyelesaikan rencana detil tata ruang dan wilayah yang dapat diakses secara digital untuk mendukung investasi ini.
 
Baca Juga: Gelegar PLN Mobile 2024 Kembali Hadir, Hadiahnya Emas Hingga Mobil Listrik
 
"Regulasi yang memudahkan usaha juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri," kata akademisi yang mengenyam pendidikan di Manchester University dan Monash University ini.
 
Para pengusaha, menurut Efa, berperan strategis dalam mengembangkan inovasi, meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses produksi, dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. 
 
Pengusaha juga menginvestasikan modal dan sumber daya untuk mengembangkan pabrik, teknologi, dan infrastruktur produksi guna mendukung hilirisasi produk.
 
"Pengusaha dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga riset, dan mitra bisnis lainnya, untuk memperkuat," kata akademisi yang sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas ini.
 
Baca Juga: Co-Founder Aloshop Ramal Transaksi e-Commerce Indonesia 2024 makin Moncer Sampai Triliunan Rupiah
 
Efa yakin para pengusaha di tanah air bisa memainkan peran-peran tersebut secara efektif sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan industri dalam negeri, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.(*)
Editor : Heri Sugiarto
#anindya bakrie #ekonomi global #Efa Yonnedi #Paris 2024 #prabowo subianto #kadin indonesia #Indonesian France Business Executive Luncheon #kerja sama ekonomi #pengusaha indonesia #hilirisasi