Warung yang dikenal dengan nama Nasi Goreng Mas Ulum ini tidak pernah sepi pengunjung, bahkan kerap kali mengundang antrean panjang pelanggan yang penasaran dengan kelezatannya.
Miftahul Ulum, 25, sang pemilik warung yang akrab disapa Mas Ulum, mengawali perjalanan kulinernya di awal tahun 2021. "Sudah tiga setengah tahun saya menekuni usaha ini," ungkapnya kepada padek.jawapos.com saat ditemui di kediamannya.
Keunikan lokasi warungnya yang berdekatan dengan area pemakaman sempat mengundang berbagai spekulasi dan pertanyaan dari pelanggan.
"Banyak yang bertanya-tanya apakah saya tidak takut berjualan di dekat makam. Ada juga yang ragu untuk makan di tempat. Untuk pelanggan yang merasa kurang nyaman, kami selalu menyarankan untuk membawa pulang pesanannya," jelas pria kelahiran Trans Jambi-Jawa ini.
Rahasia di Balik Kelezatan
Yang membedakan Nasi Goreng Mas Ulum dari kompetitornya adalah penggunaan bumbu-bumbu premium berkualitas tinggi.
"Kami tidak menggunakan bumbu-bumbu biasa seperti kebanyakan penjual nasi goreng. Standar bumbu kami setara dengan restoran dan kafe mewah," tegasnya.
Inovasi dan kreativitas dalam mengolah bumbu menjadi kunci kesuksesan warungnya. "Di era modern ini, kita harus berani berinovasi untuk menciptakan cita rasa yang berbeda," tambah Mas Ulum.
Menu dan Harga Terjangkau
Selain nasi goreng sebagai menu andalan, warung ini juga menyajikan berbagai pilihan hidangan lain seperti kwetiau goreng, kwetiau kuah, dan bihun goreng.
Dengan kisaran harga mulai dari Rp16.000 untuk menu reguler hingga Rp25.000 untuk varian seafood, Nasi Goreng Mas Ulum menawarkan pengalaman kuliner berkualitas dengan harga terjangkau.
Warung ini beroperasi setiap hari mulai pukul 17.30 hingga 23.00 WIB. "Di era digital ini, kami memudahkan pelanggan dengan layanan pemesanan melalui WhatsApp, GoFood, dan Instagram. Bahkan ada pelanggan yang sengaja datang lebih awal untuk menghindari antrean," jelasnya.
Baca Juga: Transaksi Judol Tembus Rp 1.000 Triliun: Gandeng PPATK, Kemkomdigi Cegah Uang Kabur ke Luar Negeri
Kapasitas Produksi yang Mengejutkan
Mas Ulum mengungkapkan bahwa warungnya mampu menjual rata-rata 300 porsi per hari. "Pada akhir pekan, penjualan bisa meningkat hingga 400 porsi," ungkapnya. Untuk menangani volume pesanan yang tinggi, ia membagi tugas secara efisien kepada para karyawannya.
Testimoni Pelanggan
Kelezatan hidangan Mas Ulum mendapat berbagai apresiasi dari pelanggan setianya. Beberapa ulasan positif terlihat dari komentar di media sosial:
"Joss pokoke, nasi goreng paling jos se Kota Padang," tulis akun @wahyudanang_vy.
"Semua menu mas, pokoknya best lah," komentar @ollasyarifah.
"Kwitiaw goreng dan nasi gorengnya manthuuuul paraaah, auto licin tak bersisa," puji @bungacollection.
"Kwetiau goreng tanpa cabe + pedas, kalah deh kwetiaw yang di restoran," tambah @agnesa_natasyaa.
Bagi yang ingin mencicipi kelezatan hidangan Nasi Goreng Mas Ulum, dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp di nomor 0823-9136-9113.
Kehadiran Nasi Goreng Mas Ulum telah membuktikan bahwa lokasi yang tidak biasa bukanlah hambatan untuk menciptakan kesuksesan dalam bisnis kuliner. Dengan mempertahankan kualitas dan cita rasa yang konsisten, warung ini telah menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Kota Padang. (*)
Editor : Adetio Purtama