Matius Tirtawirya, Consumer Notebook Product Manager Acer Indonesia, mengungkapkan bahwa penetrasi laptop AI di Indonesia masih tergolong kecil.
Per Oktober 2023, kontribusi laptop dengan unit pemrosesan AI baru mencapai 6 persen. Meski demikian, angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan awal tahun 2024 yang hanya mencatat kontribusi sebesar 3 persen.
"Pertumbuhannya luar biasa," ujar Matius saat peluncuran produk laptop AI terbaru di Surabaya akhir pekan lalu.
Ia menambahkan bahwa adopsi teknologi AI masih rendah, sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi unit pemrosesan AI.
Matius juga mengingatkan bahwa beberapa perusahaan yang menyediakan layanan AI secara online mengharuskan pengguna mengunggah data mereka ke cloud, yang dapat mengganggu privasi pengguna.
Dengan tantangan ini, produsen berharap untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan keamanan penggunaan laptop AI. (*)
Editor : Hendra Efison