Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Sentuh Rekor Baru di Tengah Ketegangan Tarif Perdagangan Trump

Heri Sugiarto • Minggu, 2 Februari 2025 | 13:19 WIB

Harga emas berjangka mencatat rekor baru pada Jumat (1/2), menembus $2.860 per ons, sekaligus memperpanjang kenaikan selama lima minggu berturut-turut. (Foto ilustrasi: Vecteezy)
Harga emas berjangka mencatat rekor baru pada Jumat (1/2), menembus $2.860 per ons, sekaligus memperpanjang kenaikan selama lima minggu berturut-turut. (Foto ilustrasi: Vecteezy)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas berjangka mencatat rekor baru pada Jumat (1/2), menembus $2.860 per ons, sekaligus memperpanjang kenaikan selama lima minggu berturut-turut.

Di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS, Goldman Sachs kembali menegaskan prospek optimismenya terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai utama.

Analis Goldman Sachs menilai bahwa ketegangan perdagangan, terutama terkait tarif AS terhadap Meksiko dan Kanada menjadi faktor utama yang mendorong harga emas naik.

"Peningkatan ketidakpastian kebijakan AS memperkuat peran diversifikasi komoditas dalam portofolio investasi. Secara khusus, kami terus melihat nilai emas jangka panjang sebagai lindung nilai terhadap beberapa risiko sampingan," tulis para analis seperti dilansir dari Yahoo Finance.

Perusahaan investasi ini menilai bahwa risiko kenaikan tarif dan ketidakpastian utang AS berpotensi menaikkan harga emas di masa depan.

Dampak Kebijakan Tarif AS terhadap Emas

Presiden Donald Trump telah menyatakan akan menerapkan tarif 25% terhadap impor dari Meksiko dan Kanada mulai 1 Februari. Langkah ini dapat memicu perang dagang baru yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

Goldman Sachs menilai skenario eskalasi tarif ini akan meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven.

"Jika tarif terus meningkat, hal ini akan semakin memperkuat posisi investor di emas, menambah dukungan terhadap harga yang sudah kami perkirakan," ungkap analis Goldman Sachs.

Emas Naik Meski The Fed Tahan Suku Bunga

Kenaikan harga emas terjadi meskipun Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap.

Secara historis, keputusan The Fed menahan suku bunga biasanya menjadi hambatan bagi emas karena suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik logam mulia.

Namun, minat investor tetap kuat, terutama didorong oleh permintaan besar dari bank sentral asing serta aliran dana ke exchange-traded funds (ETF) berbasis emas.

Hingga saat ini, harga emas telah naik sekitar 6% sejak awal tahun 2025, setelah mencatat lonjakan lebih dari 27% sepanjang 2024.

Goldman Sachs juga menegaskan kembali prediksi harga emas mereka untuk kuartal kedua 2026, dengan target $3.000 per troy ounce.

"Kami tetap merekomendasikan emas sebagai aset investasi dengan keyakinan tertinggi di antara semua komoditas, didorong oleh faktor struktural seperti pembelian bank sentral serta faktor siklus dari permintaan ETF," kata analis Goldman Sachs.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #goldman sachs #prediksi harga emas 2025 #harga emas berjangka #Tarif perdagangan trump #harga emas dunia #harga emas per ons hari ini #investasi emas #kebijakan tarif trump