Serangga yang kerap dijadikan pakan hewan peliharaan ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, seperti yang digeluti Arif Gunawan, 53 atau yang akrab disapa Uyun di Kota Padang, Sumatera Barat.
Ketika dikunjungi padek.jawapos.com, Kamis (6/2/2025) pagi di lokasi budidayanya yang beralamat di Kelurahan Alai Parak Kopi RT 02/RW 10, Padang Utara, Kota Padang, tampak puluhan kotak pembiakan jangkrik tertata rapi.
Kotak-kotak berukuran 3x1 meter yang terbuat dari triplek dan kayu ini menjadi tempat mengembangbiakkan jangkrik yang telah ditekuninya selama lima tahun terakhir.
"Selama lima tahun ini, sebagian besar pengiriman kami ke luar daerah. Meski begitu, ada juga penangkar burung murai dan pengusaha toko pakan burung dari Kota Padang yang membeli langsung ke sini," ujar ayah tiga anak ini.
Uyun mengungkapkan, hasil budidaya jangkriknya tidak hanya memenuhi permintaan lokal Kota Padang, tetapi juga merambah ke berbagai daerah di Sumatera.
"Untuk pengiriman luar daerah, kami melayani permintaan dari Kerinci, Sungai Penuh, Muko-muko Bengkulu, dan Pasaman di Sumbar. Sebagian besar konsumen kami memang berasal dari luar kota," jelasnya.
Harga jual jangkrik bervariasi tergantung lokasi pengiriman. Untuk area Kota Padang, harga ditetapkan Rp50.000 per kilogram, sementara pengiriman ke luar daerah dibanderol Rp60.000 per kilogram.
"Penetapan harga untuk pengiriman luar daerah kami sesuaikan dengan biaya operasional pengiriman," tambahnya.
Dalam menjalankan usahanya, Uyun menerapkan teknik budidaya yang cermat. Proses dimulai dari pembuatan indukan hingga jangkrik dewasa bersayap dan bertelur. Telur yang dipanen kemudian dieramkan dalam media pasir selama lima hari sebelum diayak.
"Kami menggunakan dua jenis pengayakan, yaitu ayak basah dan ayak kering. Setelah proses pengayakan, jangkrik-jangkrik muda dipindahkan ke kotak pembiakan yang telah disiapkan," paparnya.
Dengan 50 kotak pembiakan berukuran 3x1 meter, dalam sekali panen Uyun dapat menghasilkan hingga 200 kilogram jangkrik.
"Produksi kami sesuaikan dengan permintaan konsumen dan kami selalu menjaga ketersediaan stok," ungkapnya.
Keberhasilan budidaya jangkrik sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan perawatan yang tepat. Uyun menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan menghindarkannya dari gangguan hama.
Selain itu, kandang harus dijaga tetap lembab dan gelap untuk menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan jangkrik.
Untuk pakan, Uyun memberikan tiga jenis makanan yang terdiri dari kangkung, dedak dan pakan pabrikan (pur). Dengan perawatan yang tepat, jangkrik siap panen dalam waktu sekitar 33 hari atau satu bulan lebih tiga hari.
Dari segi finansial, budidaya jangkrik terbukti menguntungkan. Uyun mengaku dapat meraup omzet antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan, tergantung tingkat permintaan pasar.
"Ternak jangkrik sangat menjanjikan dan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis di sektor ini. Perawatannya relatif mudah dengan modal yang tidak terlalu besar, namun permintaan pasarnya cukup tinggi," pungkasnya.
Dengan permintaan yang terus meningkat dan pasar yang masih terbuka luas, budidaya ternak jangkrik menjadi salah satu alternatif usaha yang patut diperhitungkan.
Apalagi dengan modal yang relatif terjangkau dan teknik pemeliharaan yang tidak terlalu rumit, bisnis ini berpotensi memberikan penghasilan yang menjanjikan bagi para peternak. (*)
Editor : Hendra Efison