PADEK.JAWAPOS.COM-Kain perca yang sering dianggap sebagai limbah tak berguna, ternyata bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Inilah yang dilakukan Warnita Misra, seorang ibu rumah tangga di Kota Payakumbuh berhasil mengubah kain-kain sisa menjadi produk aksesoris yang menarik dan bernilai tinggi.
Bahkan, hasil karyanya telah menembus pasar internasional, seperti Jerman, Malaysia, dan Singapura. Awal mulanya, Warnita yang tinggal di Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur tidak menyangka potongan-potongan kain sisa bisa menghasilkan uang.
“Saya melihat banyak limbah kain yang terbuang, lalu saya mencoba memanfaatkannya menjadi produk kerajinan,” ujar Warnita saat ditemui di rumah produksinya, beberapa waktu lalu.
Dari situlah Warnita mulai mencoba-coba membuat kerajinan dari kain perca. “Dan ternyata, dari awal coba-coba, hasil kerajinan saya diterima di pasaran,” lanjutnya.
Ia pun akhirnya fokus untuk membuat kerajinan kain perca dengan dibantu oleh beberapa ibu rumah tangga lainnya di sekitar rumahnya.
Ia memanfaatkan sisa-sisa kain dari tempat jahitan pakaian di sekitarnya untuk dijadikan aksesoris seperti kalung dan tas wanita. Meski terbuat dari kain limbah, produk yang dihasilkan sangatlah menarik dan cantik.
Ia selalu berkreasi untuk menghasilkan desain-desain yang unik dan sesuai dengan tren. “Rata-rata yang diproduksi adalah kalung dan tas. Biasanya kalung dan tas dipakai oleh ibu-ibu berpakaian adat atau pergi acara-acara khusus,” jelasnya.
Ia mengungkapkan satu aksesoris karya Warnita dihargai mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu. Untuk pemasaran, Warnita mempromosikan produknya melalui berbagai cara, mulai dari mengikuti iven, hingga memanfaatkan media sosial dan marketplace.
Hasilnya, kerajinan kain perca Warnita tidak hanya terjual di pasaran lokal, tetapi juga merambah ke luar Sumbar, bahkan sampai ke luar negeri seperti Jerman, Malaysia, dan Singapura. “Saya tidak menyangka bisa sampai seperti ini,” kata Warnita dengan nada bangga.
Kisah sukses Warnita ini menjadi inspirasi bagi banyak ibu rumah tangga lainnya untuk memanfaatkan limbah kain menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi.
Dengan kreativitas dan ketekunan, limbah kain yang tadinya dianggap tidak berharga kini bisa menjadi sumber penghasilan yang melimpah.
“Di tangan kreatif Warnita, kain perca yang kerap dianggap sebagai limbah tak berguna, bertransformasi menjadi produk-produk bernilai ekonomis. Ini bukti bahwa kreativitas bisa mengubah sampah menjadi uang,” kata salah satu pelanggannya. (SY RIDWAN— Payakumbuh)
Editor : Novitri Selvia