Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dengan CAR Kuat, BRI Siap Hadapi Dinamika Pasar Lima Tahun ke Depan

Hendra Efison • Jumat, 21 Februari 2025 | 22:06 WIB

Direktur Utama BRI, Sunarso.
Direktur Utama BRI, Sunarso.
PADEK.JAWAPOS.COM—PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memantau dinamika pasar serta kompleksitas isu global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi industri perbankan.

Menghadapi ketidakpastian ekonomi, BRI menerapkan strategi wait and see sembari mengembangkan pendekatan fleksibel dan terukur guna menjaga profitabilitas jangka panjang.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menyatakan optimisme terhadap tren profitabilitas BRI pada 2025-2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Jika tantangannya tidak lebih buruk dari sekarang, kita masih bisa bertahan. Namun, jika tantangannya memburuk, kita harus punya plan B. Apa yang harus kita perketat, mana yang harus kita jaga, kita sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi yang lebih buruk,” ujar Sunarso di Jakarta, Senin (19/2).

BRI telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk rencana cadangan untuk mengantisipasi potensi krisis. Sunarso mengibaratkan strategi BRI seperti kompetisi sepak bola, di mana keseimbangan antara serangan dan pertahanan harus diperhitungkan secara matang.

Salah satu fokus utama BRI adalah menjaga kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR). Saat ini, rasio CAR BRI tercatat lebih dari 26 persen, jauh di atas threshold Basel III yang hanya mengharuskan CAR sebesar 17,5 persen. Angka ini menunjukkan fondasi permodalan BRI yang kuat dalam mendukung ekspansi bisnis sekaligus memitigasi risiko.

“Dengan CAR lebih dari 26 persen, kami memiliki ruang lebih dari 7 persen untuk penggunaan modal. Ini berarti selama lima tahun ke depan, berapa pun laba yang dihasilkan, BRI tidak perlu menahan laba untuk memperkuat modal. Dan, berapapun laba BRI, memang harus dibagi,” ungkap Sunarso.

BRI juga menekankan pentingnya menjaga kualitas aset guna memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Strategi yang diterapkan mencakup pengelolaan portofolio kredit secara hati-hati serta penyediaan pencadangan yang mencukupi guna mengantisipasi potensi penurunan kualitas aset.

Dengan strategi yang terukur dan kesiapan menghadapi berbagai skenario ekonomi, BRI optimistis mampu mempertahankan profitabilitas dan stabilitas bisnis, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan nasabah. (*)

Editor : Hendra Efison
#BRI Siap Hadapi Dinamika Pasar #Laba Tidak Perlu Ditahan Buat Modal #CAR BRI di Atas Ketentuan