Menekraf Riefky menegaskan bahwa pemerintah pusat siap berkolaborasi guna memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam memajukan sektor ekonomi kreatif.
Menekraf Riefky melihat pelantikan ini sebagai kesempatan strategis untuk membangun komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah sejak dini. Ia menegaskan pentingnya koordinasi yang erat antara kepala daerah, daerah lainnya, serta pemerintah pusat guna mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif yang ada.
“Kehadiran hari ini menjadi momen untuk membangun komunikasi sejak awal. Kepala daerah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus berkoordinasi dengan daerah lain dan pemerintah pusat untuk pengembangan ekraf di wilayahnya masing-masing,” ujar Menekraf Riefky.
Lebih lanjut, Menekraf Riefky menekankan perlunya setiap kepala daerah memiliki kebijakan yang jelas terkait pengembangan ekraf. Ia juga mengingatkan adanya kesepakatan bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
“Setiap kepala dan wakil kepala daerah yang terpilih harus memastikan adanya kebijakan ekonomi kreatif di wilayahnya. Sesuai kesepakatan dengan Kemendagri, perlu dibentuk Dinas Ekonomi Kreatif di setiap provinsi, kabupaten, dan kota. Setiap daerah memiliki potensi unik yang harus digali dan dikembangkan untuk menghadapi tantangan di sektor ekonomi kreatif yang dapat menciptakan peluang serta mewujudkan perubahan ekonomi,” tambahnya.
Seperti diketahui, pada Kamis, 20 Februari 2025, Presiden Prabowo melantik dan mengambil sumpah 961 kepala daerah yang terdiri dari Gubernur-Wakil Gubernur, Wali Kota-Wakil Wali Kota, serta Bupati-Wakil Bupati untuk masa jabatan 2025-2030.
Upacara pelantikan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Menekraf Riefky. Presiden Prabowo menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah bagi pemerintahan daerah di Indonesia.(*)
Editor : Hendra Efison