Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPR Batang Kapas Catatkan Pertumbuhan Usaha Double Digit

Two Efly • Senin, 24 Februari 2025 | 06:00 WIB

Afriani, Rizal Mahdi, Syofian Sara, dan Yuri Hardian.
Afriani, Rizal Mahdi, Syofian Sara, dan Yuri Hardian.
Tahun buku 2024, PT BPR Batang Kapas masih mampu mencatatkan pertumbuhan usahanya double digit. Total Asset tercapai Rp71,49 Miliar, realisasi Kredit Rp 53,73 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp60,99 Miliar dan Laba Bersih Usaha sebesar Rp1,08 Miliar. Seluruh indikator kinerja ini bertumbuh secara year on year.

Laporan—Two Efly, Batang Kapas

Manajemen PT BPR Batang Kapas masih mampu mempertahankan trend pertumbuhan usahanya di tahun 2024. Semua indikator usaha mampu mencatatkan pertumbuhan. Mulai dari total asset, realisasi Kredit, Dana Pihak Ketiga hingga ke pengendalian biaya operasional.

"Tahun buku 2024 ini PT BPR Batang Kapas masih mampu mempertahankan pertumbuhan usaha double digit. Total Asset tercapai Rp 71,49 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp 53,73 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 60,99 Miliar. Sementara ini biaya operasional juga bisa dikendalikan hingga ratio BOPO turun menjadi 84,58 persen dan laba meningkat menjadi Rp 1,08 Miliar. Semoga saja ditahun 2025 ini kami bisa mencatatkan pertumbuhan dan mampu meningkatkan lagi kualitas aktiva produktifnya," ujar Direktur Utama PT BPR Batang Kapas Rizal Mahdi yang didampingi Direkturnya Afriani dan Komisaris Utama Syofian Sara serta Komisaris Yuri Hardian kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Rizal, berhasilnya manajemen mempertahankan pertumbuhan usaha double digit karena kerja keras team work. Selain itu sejumlah langkah strategis yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) berjalan baik terutama dalam menghimpun dan mendistribusikan dana.

Asset, Dana dan Beban Bunga

Per 31 Desember 2024 tercatat total Asset yang mampu dicapai sebanyak Rp 71,49 Miliar. Realisasi Asset ini bertumbuh sebesar 11,32 persen secara year on year. Capaian asset ini juga terpantau melampaui target yang disepakati dalam RBB.

Bertumbuhnya total Asset sama sama dikontribusi oleh kinerja dana dan realisasi kredit. Sampai akhir tahun 2024 total Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun sebanyak Rp 60,99 Miliar. Realisasi Dana Pihak Ketiga ini bertumbuh 16,26 persen dibandingkan Dana Pihak Ketiga tahun 2023 yang lampau.

Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama mencatatkan pertumbuhan. Total dana tabungan selama tahun 2024 terhimpun sebanyak Rp 21,60 Miliar dan Dana Deposito terkumpul sebanyak Rp 39,39 Miliar atau tumbuh 22,90 persen secara year on year.  Bertumbuhnya dana tentu berdampak pada beban bunga. Beban bunga kontraktual yang musti dipikul selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 2,59 Miliar.

Kredit dan Pendapatan

Trend positif juga mampu dicatatkan oleh bidang Kredit. Per 31 Desember 2024 total Kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 53,73 Miliar. Realisasi kredit ini bertumbuh sebesar 11,98 secara year on year. Selain tumbuh double digit, realisasi kredit ini juga mencapai target RBB tahun 2024.

Bertumbuhnya Kredit tentulah berimbas positif pada pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 8,37 Miliar atau tumbuh 6,48 persen . Sementara itu Pendapatan lainnya tercapai Rp 188 juta atau tumbuh 23,68 persen secara year on year.

Baca Juga: Tiktok Pangkas Ratusan Karyawan dan Beralih ke Pengamanan Berbasis AI

"Total Pendapatan Operasional (PO) yang mampu dibukukan hingga akhir tahun 2024 sebanyak Rp 8,56 Miliar atau bertumbuh 6,86 persen dibandingkan Pendapatan Operasional tahun 2023 yang lalu," ujar Rizal Mahdi.

BOPO dan Laba

Bertumbuhnya Asset dan  dana pihak ketiga tentulah berdampak pada pertunbuhan biaya. Cost of fund sebagai komponen biaya utama masih mampu dikendalikan. Buktinya, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil diturunkan menjadi 84,58 persen.

"Asset yang bertumbuh, kredit yang meningkat dan Pendapatan Operasional yang bertambah memberikan dampak positif terhadap laba. Laba Bersih Usaha tahun 2024 tercatat sebesar Rp 1,08 Miliar atau bertumbuh secara year on year," ujar Rizal Mahdi.

Dari data Padang Ekspres tercatat bahwa PT BPR Batang Kapas merupakan satu satunya BPR di Kabupaten Pesisir Selatan yang melakukan Merger. BPR ini merupakan hasil merger dari BPR Batang Kapas dan BPR Batang Tarusan. Sebelum merger, dua BPR dengan fokus daerah operasional berbeda ini terpantau sama sama berkinerja bagus.

"Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stak holder untuk kerjasamanya. Semoga di tahun 2025 ini PT BPR Batang Kapas bisa tumbuh lebih bagus lagi. (*)

Editor : Hendra Efison
#Pertumbuhan Usaha Double Digit #PT BPR Batang Kapas #Kinerja BPR