Kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran transportasi udara bagi masyarakat yang ingin mudik dan berlibur.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa penyesuaian harga Avtur akan diterapkan di bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura. Langkah ini merupakan bentuk sinergi BUMN dalam mendukung industri penerbangan nasional.
“Sebagai BUMN, Pertamina akan selalu hadir melayani masyarakat untuk memastikan energi, termasuk Avtur untuk penerbangan mudik Lebaran, tetap tersedia dan lancar,” ujar Fadjar.
Penurunan harga Avtur akan berlangsung mulai 18 Maret hingga 15 April 2025. Evaluasi harga tetap mempertimbangkan volatilitas harga minyak serta kondisi pasar terkini selama periode tersebut.
“Harga ini ditetapkan dengan tetap menjamin keberlanjutan bisnis serta dukungan terhadap industri penerbangan nasional,” tambah Fadjar.
Menurutnya, kebijakan ini diambil berdasarkan tren peningkatan permintaan Avtur yang signifikan di 37 bandara. Pertamina berharap langkah ini berkontribusi dalam menyukseskan kebijakan penyesuaian harga tiket penerbangan domestik.
“Kami berharap inisiatif ini memberi dampak positif bagi stabilitas harga tiket penerbangan domestik serta membantu maskapai nasional menyediakan layanan yang lebih kompetitif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan mendorong program-program berkelanjutan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasionalnya. (*)
Editor : Hendra Efison