Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Geliat Kerajinan Sulaman Benang Emas Mayang Pariaman, Baju Kuruang Basiba-Selendang Sulaman Paling Diminati

ZikriNiati ZN • Jumat, 7 Maret 2025 | 12:30 WIB

MENDAPAT TEMPAT: Owner Sulaman Mayang Fitrinawati memperlihatkan aneka jenis produk sulaman benang emas di tokonya, kemarin.(ZIKRINIATI/PADEK)
MENDAPAT TEMPAT: Owner Sulaman Mayang Fitrinawati memperlihatkan aneka jenis produk sulaman benang emas di tokonya, kemarin.(ZIKRINIATI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kerajinan sulaman benang emas telah menjadi salah satu kekayaan budaya khas Kota Pariaman. Dulunya, sulaman ini hanya digunakan untuk baju pengantin, namun kini telah berkembang menjadi berbagai produk seperti baju kurung, taplak meja, hingga sandal.

Toko kerajinan ini dengan mudah ditemui di Kecamatan Pariaman Utara, mulai dari Desa Mangguang hingga Desa Padang Birik-birik di ujung Kecamatan Pariaman Utara.

Di antara sekian banyak usaha sulaman benang emas ini, Sulaman Mayang cukup mendapat tempat di hati pecinta sulaman dan souvenir.

Toko Sulaman Mayang berada di depan Stasiun Naras Desa Padang Birik-birik Pariaman. Posisi toko yang berada di jalan raya Pariaman-Lubukbasung ini, memudahkan konsumen untuk berbelanja.

Ada banyak jenis produk sulaman benang emas di toko ini seperti baju penganten minang dengan berbagai model dan bahan. Ada juga baju kuruang basiba dan baju kurung serta kebaya sulaman emas.

Model sulamannya pun berbagai motif ada yang klasik ada juga yang mengikuti motif kekinian. Juga tersedia sandal dengan sulaman benang emas, dompet hingga taplak meja dan sarung bantal kursi.

Istimewanya adalah selendang sulaman kapalo samek. Selendang ini sangat elegan dengan tambahan renda benang emas di pinggir dan ujung kedua selendang.

Siapapun yang mengenakannya akan terlihat sangat anggun. Kerajinan ini dikerjakan secara manual oleh tangan-tangan terampil sehingga produk yang dihasilkan memang sangat eksklusif, berkelas.

Pengerjaannya pun cukup memakan waktu, namun demikian harganya cukup terjangkau. Sedikitnya ada 40 orang pengrajin yang terlibat dalam mengerjakan produk ini.

“Untuk harga, meski produknya sangat eksklusif, saya tetap menjual dengan harga terjangkau. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 10 juta,” ujar Owner Sulaman Mayang Fitrinawati kepada Padang Ekspres kemarin.

Saat ini yang baju kuruang basiba dengan sulaman kapalo peniti dan selendang yang paling laris. Penjualan pun makin meningkat jika berlangsung pameran dan saat Lebaran.

Biasanya perantau yang paling banyak belanja untuk kemudian dijadikan oleh-oleh. Untuk baju kuruang basiba harganya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta. Selendang sulaman dijual mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung motif dan bahan.

Ia juga menyediakan produk kerajinan sulaman lainnya. Biasanya konsumen produk kerajinan ini konsumennya tak hanya dari provinsi Sumbar namun juga banyak dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan Upik, begitu ia akrab disapa juga menjual produknya hingga ke negara tetangga, Malaysia. Kecanggihan teknologi saat ini sangat membantu Upik dalam memasarkan produknya.

Tak hanya berjualan di toko, Upik juga memaksimalkan penjualan online di market place. Bahkan Upik memasarkan produknya melalui aplikasi penjualan online yang terkenal di Indonesia, seperti Shopee.

Upik yang juga berprofesi guru ini optimis penjualan akan terus meningkat meski di era efisiensi saat ini. Tentunya dengan menghadirkan produk terjangkau dengan kualitas yang mumpuni. Ia membukukan rata-rata omzet mencapai Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per bulan.

“Harus tetap optimis, produk kerajinan yang kami jual berkualitas sehingga banyak konsumen yang sudah berbelanja, balik lagi ke sini, untuk menambah koleksinya,” ujarnya tersenyum. (ZIKRINIATI
ZN— Pariaman)

Editor : Novitri Selvia
#Desa Mangguang #Kerajinan sulaman benang emas #Toko Sulaman Mayang