Meski bank sentral AS menaikkan proyeksi inflasi dan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi, harga emas masih bertahan di level tinggi.
Sesuai ekspektasi, The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25% hingga 4,50% tanpa memberikan panduan lebih lanjut mengenai kebijakan moneter ke depan.
Berdasarkan proyeksi terbaru dalam dot plot, suku bunga diperkirakan tetap di 3,9% hingga akhir tahun ini, sesuai dengan prediksi Desember lalu.
The Fed juga memperkirakan suku bunga turun ke 3,4% pada 2026 dan 3,1% pada 2027, mempertahankan proyeksi sebelumnya.
Meskipun belum terburu-buru menurunkan suku bunga, The Fed mengambil langkah baru terkait neraca keuangannya.
"Mulai April, Komite akan memperlambat laju penurunan kepemilikan sekuritas dengan mengurangi batas penebusan bulanan obligasi Treasury dari 25 miliar dolar AS menjadi 5 miliar dolar AS. Sementara itu, batas penebusan bulanan untuk utang lembaga dan sekuritas berbasis hipotek tetap di 35 miliar dolar AS," tulis The Fed dalam pernyataan kebijakan moneternya seperti dilansir dari Kitco.
Harga Emas Terbaru
Meski tidak menunjukkan momentum baru, harga emas tetap diperdagangkan dekat rekor tertinggi.
Harga spot emas terakhir tercatat di 3.031,16 dolar AS per ons. Relatif tidak berubah dalam sesi perdagangan terbaru.
Deputi Kepala Ekonom Amerika Utara di Capital Economics, Stephen Brown menilai, meskipun The Fed masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, ada ketidakpastian besar dalam siklus pelonggaran moneter ini.
"Beberapa pejabat kini sepakat dengan pandangan kami bahwa pelonggaran lebih lanjut mungkin tidak terjadi. Kami juga melihat The Fed masih meremehkan dampak tarif yang dapat meningkatkan inflasi," ujarnya dalam sebuah catatan.
Beberapa analis menilai emas tetap mendapat dukungan kuat karena proyeksi ekonomi yang diperbarui menunjukkan meningkatnya risiko stagflasi.
The Fed Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Dalam tinjauan ekonomi terbaru, The Fed kini memperkirakan pertumbuhan PDB AS hanya 1,7% pada 2024, turun dari proyeksi sebelumnya 2,1%.
PDB diperkirakan stabil di 1,8% pada 2025 dan 2026, sedikit lebih rendah dari estimasi sebelumnya.
Sementara itu, tingkat pengangguran diprediksi naik ke 4,4% tahun ini, lebih tinggi dari proyeksi Desember sebesar 4,3%.
Namun, angka ini diperkirakan tetap stabil di 4,3% hingga 2027.
Dari sisi inflasi, The Fed memperkirakan indeks PCE inti naik 2,8% tahun ini, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar 2,5%.
Inflasi inti diperkirakan mencapai 2,2% pada 2026 dan 2,0% pada 2027, sesuai dengan proyeksi sebelumnya.
Untuk inflasi keseluruhan, The Fed memprediksi kenaikan 2,7% tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,5%.
Inflasi diprediksi naik ke 2,2% pada 2025, sebelum stabil di 2,0% pada 2027.
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa para ekonom di luar bank sentral telah menaikkan perkiraan mengenai kemungkinan terjadinya resesi.
Namun, ia menegaskan bahwa kemerosotan ekonomi yang parah masih belum mungkin terjadi.
"Kami tidak membuat perkiraan seperti itu. Jika Anda melihat perkiraan eksternal, para analis umumnya telah menaikkan kemungkinan terjadinya resesi, tetapi masih pada tingkat yang relatif moderat... (kemungkinan) telah meningkat, tetapi tidak tinggi," ujar Powell seperti dilansir CNBC.(*)
Editor : Heri Sugiarto