Laporan—Two Efly, Padang
Semenjak beroperasional lima tahun yang lalu PT BPRTjahaja Baru terus mampu menjaga trend positif kinerja usahanya. Selain total aset yang terus bertambah, dana pihak ketiga bertumbuh, realisasi Kredit pun meningkat.
"Alhamdulilah tahun 2024 ini manajemen masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha. Mulai dari total aset sampai pada realisasi kredit dan dana pihak ketiga. Per 31 Desember tercatat total Aset Rp14,82 Miliar, Dana Pihak Ketiga Rp3,68 Miliar, realisasi Kredit Rp10,26 Miliar dan Laba Bersih Usaha Rp205 juta. Semoga di tahun 2025 ini kinerja usaha dan kinerja laba PT BPR Tjahaja Baru bisa tumbuh lebih baik lagi,” ujar Direktur Utama PT BPR Tjahaja Baru, Eddy Febrian, kepada Padang Ekspres, Senin (24/3/2025).
Menurut Eddy, secara kinerja usaha PT BPR Tjahaja Baru tahun buku 2024 masih mampu mencatatkan pertumbuhan walaupun relatif melandai growth-nya. Pertumbuhan itu terjadi pada besaran aset, realisasi kredit dan besaran Dana Pihak Ketiga.
Aset, Dana dan Beban
Dari laporan keuangan publikasi tahun 2024 terpantau bahwa total aset PT BPR Tjahaja Baru sebanyak Rp14,82 Miliar. Realisasi aset ini bertumbuh 3,78 persen secara year on year.
Tumbuh kinerja Aset sama-sama dikontribusi oleh kinerja dana dan realisasi kredit ditahun 2024. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sampai akhir tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 3,69 Miliar. Dana Pihak Ketiga ini bertumbuh 19,86 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, produk tabungan mendominasi pertumbuhan. Total dana tabungan selama tahun 2024 terhimpun Rp1,05 Miliar atau tumbuh 71,28 persen dibandingkan tabungan tahun 2023 yang lalu. Sementara itu dana Deposito terhimpun sebanyak Rp2,63 Miliar atau tumbuh 6,91 persen secara year on year.
Naiknya dana pihak ketiga tentulah berbanding lurus dengan beban bunga. Beban bunga kontraktual yang musti dibayarkan sebanyak Rp182 juta atau tumbuh rendah dibandingkan beban bunga tahun 2023 yang lalu.
Kredit dan Pendapatan
Sama dengan Dana, realisasi Kredit PT BPR Tjahaja Baru tahun 2024 juga bertumbuh. Total kredit yang mampu disalurkan sampai akhir tahun 2024 sebanyak Rp10,26 Miliar. Realisasi Kredit ini bertumbuh 2,39 persen secara year on year.
Bertumbuhnya kredit tentulah berdampak positif pada pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan sampai akhir tahun 2024 tercatat Rp 1,74 Miliar. Sementara itu pendapatan lainnya tercapai Rp856 juta atau tumbuh 35,01 persen secara year on year.
"Pendapatan Operasional (PO) yang mampu kita bukukan selama tahun 2024 sebanyak Rp 2,60 Miliar. Realisasi Pendapatan Operasional ini bertumbuh 11,11 persen secara year on year," ucap Eddy.
Dari data Padang Ekspres, PT BPR Tjahaja Baru merupakan salah satu BPR yang beroperasional di jantung kota Padang. Secara operasional , BPR yang berkantor pusat di kawasan Pondok ini baru beroperasional semenjak tahun Februari 2019, artinya tahun 2024 adalah tahun ke lima pasca launching.
"Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak. Semoga di tahun 2025 BPR Tjahaja Baru bisa tumbuh lebih bagus lagi,” tukas Eddy, selaku Direktur Utama yang didampingi Direkturnya, Joko. (*)
Editor : Hendra Efison