Berdasarkan data pasar, harga emas berjangka (gold futures) hari ini turun tipis sebesar 0,1% ke level US$3.118,20 per ounce, sementara harga emas spot merosot 0,4% menjadi US$3.102,82 per ounce.
Managing Director dari BullionByPost, dealer emas daring terbesar di Inggris, Pete Walden menjelaskan bahwa biasanya kondisi penuh ketidakpastian seperti ini justru mendukung penguatan emas.
"Biasanya, ketidakpastian seperti ini akan mendorong reli harga emas. Emas dikenal sebagai aset safe haven – penyimpan nilai ketika investasi lain melemah,” kata Walden dalam keterangannya seperti dilansir dari Yahoo Finance.
Namun, Walden menegaskan bahwa dalam situasi penurunan pasar ekstrem, harga emas bisa ikut terkoreksi.
Hal itu terjadi bukan karena emas kehilangan daya tariknya, melainkan karena investor membutuhkan likuiditas dalam waktu singkat.
“Banyak investor terpaksa menjual aset keras seperti emas untuk memenuhi margin call dari posisi saham mereka," jelasnya.
Ia mencontohkan peristiwa serupa pada awal pandemi COVID-19 tahun 2020, saat harga emas juga sempat jatuh tajam bersamaan dengan pasar saham global.
"Namun penurunan itu tidak bertahan lama. Setelah tekanan likuiditas mereda, emas segera bangkit dan bahkan mencapai rekor tertinggi, menegaskan kembali perannya sebagai aset lindung nilai jangka panjang,” tambah Walden.
Penurunan harga emas hari ini mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap arah kebijakan perdagangan global yang belum pasti.
Para analis memperkirakan bahwa selama ketegangan tarif belum mereda, fluktuasi harga logam mulia masih akan terus berlanjut.(*)
Editor : Heri Sugiarto