Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Investor Ritel Ramai-ramai Beli Emas Saat Pasar Saham Tertekan Akibat Tarif Trump

Heri Sugiarto • Rabu, 9 April 2025 | 17:34 WIB

Ilustrasi emas dan tertekannya pasar saham. (Foto: AI)
Ilustrasi emas dan tertekannya pasar saham. (Foto: AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pasar emas dunia kembali menggeliat setelah harga logam mulia ini menembus rekor tertinggi sepanjang masa di tengah kekhawatiran resesi global.

Permintaan terhadap emas batangan dan koin melonjak tajam di berbagai outlet penjualan, menyusul jatuhnya pasar saham dan meningkatnya ketegangan perdagangan internasional.

Harga emas dunia melesat menembus level US$3.167,57 per ounce pada 3 April 2025, naik sekitar 15% secara tahunan (year-to-date).

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi resesi global setelah Presiden AS, Donald Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 50% terhadap impor asal Tiongkok.

Baca Juga: Harga Emas Tak Terkendali di Padang, Sentuh Rekor Rp4,2 Juta per 2,5 Gram

Ancaman ini muncul sebagai respons atas kenaikan tarif sebesar 34% yang diterapkan Beijing terhadap produk Amerika.

"Eskalasi perang dagang bisa memicu resesi global, dan itulah yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas," kata Jigar Trivedi, analis senior di Reliance Securities seperti dikutip dari Yahoo Finance.

Sejak awal pekan, pemerintah AS mulai memberlakukan tarif dasar sebesar 10% yang akan meningkat antara 11% hingga 50% pada hari Rabu (9/4), berlaku tidak hanya untuk rival, tapi juga sekutu dagang Amerika Serikat.

Ketidakpastian ini mendorong investor global untuk mencari perlindungan, salah satunya melalui pembelian emas fisik.

Direktur Pelaksana The Gold Bullion Company, Rick Kanda menilai bahwa emas telah lama menjadi pilihan utama untuk melindungi kekayaan.

Baca Juga: One Piece Chapter 1146 Resmi Ditunda, Oda Beristirahat! Ini Jadwal dan Bocoran Terbarunya

“Emas adalah investasi abadi. Ketika mata uang melemah, emas sering kali tetap stabil atau bahkan menguat, terutama saat dolar AS terguncang," jelasnya.

Lonjakan permintaan emas fisik di ritel pun terlihat nyata. Menurut Peter Walden, Direktur Pelaksana BullionByPost — dealer emas daring terbesar di Inggris — sejak Januari 2025 hingga Maret, pihaknya mencatat penjualan emas dan perak senilai lebih dari £73 juta, atau meningkat 137% dibanding periode sama pada 2024.

Nilai pesanan rata-rata pun meningkat dari £1.400 menjadi £2.107 pada Februari.

Kendati demikian, harga emas sempat tergelincir dalam beberapa sesi terakhir, imbas aksi jual yang dilakukan investor untuk menutup kerugian di aset lain.

"Bahkan emas, yang secara tradisional menjadi aset aman, ikut dijual oleh investor bersama dengan kelas aset lainnya," tulis analis ING.

Meski volatilitas masih terjadi, prospek emas dinilai tetap cerah. Analis Bank of America memprediksi harga emas bisa mencapai US$3.500 per ounce dalam dua tahun ke depan, sementara Goldman Sachs memperkirakan level US$3.300 pada akhir 2025.

Selain bersifat fisik dan tahan lama, emas juga dianggap memberikan rasa aman yang tidak dimiliki oleh aset digital maupun kertas.

Baca Juga: Ruas Tol Padang-Sicincin Berakhir Besok, Ini Jadwal Lengkap Penutupan JTTS

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi, emas kembali menegaskan statusnya sebagai aset pelindung kekayaan yang terpercaya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#emas #Beli emas fisik #prediksi harga emas 2025 #dealer emas daring #safe haven emas #saham #Trump tarif impor China #pasar saham jatuh #ekonomi global 2025 #dampak perang dagang terhadap emas #investasi emas 2025 #harga emas hari ini