Laporan—Two Efly, Palangki
Manjemen PT BPR Batang Palangki Mandiri tahun 2024 masih mampu menjaga trend positif usahanya. Seluruh indikator usaha masih mampu bertumbuh dengan bagus. Mulai dari besaran Aset, realisasi Kredit hingga Dana Pihak Ketiga serta besaran Laba usaha. Selain indikator usaha yang bertumbuh double digit, Kualitas Aktiva Produktifpun (KAP) juga kian membaik seiring kian meningkatnya kualitas kredit dan tata kelola biaya.
“Alhamdulillah, seperti tahun-tahun sebelumnya kita di BPR Batang Palangki Mandiri tahun 2024 masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Tahun 2024 ini kita kembali bertumbuh double digit. Total Aset tercapai Rp23,71 Miliar, realisasi Kredit yang disalurkan sebanyak Rp10,80 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp16,82 Miliar dan laba bersih usaha naik dari Rp 405 Juta di tahun 2023 naik menjadi Rp 425 Juta. Seluruh indikator usaha ini bertumbuh secara year on year. Mudah-mudahan trend positif ini bisa kami pertahankan di tahun 2025 ini,” ujar Direktur Utama PT BPR Batang Palangki Mandiri, Eliza Jumnalistra, kepada Padang Ekspres, Minggu (27/4/2025).
Menurut Eliza, berhasilnya manajemen menorehkan pertumbuhan usaha double digit tak terlepas mampunya team work memaksimalkan potensi pasar. Baik dalam mendistribusikan kredit maupun dalam menghimpun dana terutama dalam bentuk dana tabungan.
Selain itu, sejumlah langkah strategis yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) pun dapat berjalan dengan baik. Trend positif inilah yang berbuah pertumbuhan usaha double digit.
Aset, Dana dan Beban
Dikutip dari laporan keuangan Publikasi PT BPR Batang Palangki Mandiri tahun 2024 tercatat total aset yang mampu dibukukan sebanyak Rp 23,71 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh 31,57 persen secara year on year. Selain bertumbuh, realisasi Aset ini juga berhasil melampui target yang dituangkan dalam RBB.
Tumbuh double digitnya Aset sama-sama dikontribusi oleh kinerja positif kredit dan dana. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 16,82 Miliar. Reliasasi Dana Pihak Ketiga ini bertumbuh 45,25 persen secara year on year dan juga berhasil melampui target RBB.
Dari dua produk penghimpun dana, preoduk tabungan paling diminati nasabah. Total Dana Tabungan yang berhasil dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp14,73 Miliar. Realisasi Dana Tabungan ini juga bertumbuh 48,18 persen dibandingkan dana tabungan tahun 2023.
Selain tumbuh besar, capaian dana tabungan ini juga sukses melampaui target RBB. Sementara itu dana Deposito terhimpun sebanyak Rp 2,09 Miliar dan juga bertumbuh secara year on year.
“Untuk dana kita di BPR Batang Palangki Mandiri memang lebih mendorong dan memaksimalkan dana tabungan. Langkah ini dilakukan untuk menahan laju beban bunga (cost of fund),” ujar Eliza.
Tumbuh besarnya dana tentulah berdampak pada beban bunga. Beban bunga kontraktual yang mesti dibayarkan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 396 Juta atau tumbuh 23,47 persen secara year on year. Walau tumbuh, namun pertumbuhan beban masih berada jauh di bawah pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan pertumbuhan Aset.
Kredit dan Pendapatan
Sama halnya dengan Dana Pihak Ketiga, kinerja kredit manajemen PT BPR Batang Palangki Mandiri tahun 2024 juga tak kalah bagus. Hingga akhir tahun 2024 tercatat total Kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 10,80 Miliar. Realisasi Kredit ini bertumbuh 16,75 persen secara year on year. Selain tumbuh, capaian kredit ini juga berhasil mencapai target yang tuangkan dalam RBB.
Bertumbuh double digitnya kredit jelaslah berdampak pada raihan pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan sampai akhir tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 2,58 Miliar atau bertumbuh 5,73 persen secara year on year. Sementara pendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp 52 juta.
“Total Pendapatan Operasional (PO) yang berhasil kita bukukan di tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 2,63 Miliar atau bertumbuh 5,20 persen dibandingkan Pendapatan Operasional tahun 2023 yang lalu,” ucap Eliza.
NPL, BOPO dan Laba
Keberhasilan dalam meningkatkan asset dan usaha juga mampu diiringi dengan perbaikan dan peningkatan kualitas usaha. Sejumlah indikator utama Kualitas Aktiva Produktif terlihat kian membaik.
Ini terlihat dari peningkatan kualitas kredit seiring menurunya Ratio kredit bermasalah (Non Perfomance Loan/NPL) ke angka 1,87 persen. Artinya, dari Rp 10,80 Miliar total kredit yang salurkan 98,13 persennya berada dalam status sehat dan lancar.
Begitu juga dengan tata kelola biaya. Ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) juga berhasil turunkan hingga ke angka 81,75 persen. Artinya, ditengah pertumbuhan dana dan pertumbuhan usaha manajemen masih masih mampu mengendalikan biaya dengan efisien dan efektif.
“Aset yang bertumbuh, kredit yang meningkat dan kualitas kredit yang bagus inilah bermuara pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 405 Juta di tahun 2023 naik menjadi Rp425 juta di tahun 2024 atau bertumbuh jika dibandingkan tahun tahun sebelumnya,” tukas Eliza.
Dari data Padang Ekspres tercatat PT BPR Batang Palangki Mandiri merupakan salah satu BPR yang berkinerja sangat bagus di wilayah operasional Kabupaten Sijunjung. BPR yang berkantor pusat di kawasan Palangki (salah satu sentra ekonomi di Sijunjung) ini setiap tahunnya selalu mampu menorehkan lompatan kinerja. Mulai dari besaran aset hingga keberhasilannya dalam menebalkan laba usaha.(*)
Editor : Hendra Efison