Laporan—Two Efly, Pesisir Selatan
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan usaha dan laba. Langkah kreatif ini dilakukan manajemen PT BPR Samudera Perseroda tahun buku 2024.
Selain tetap “memburu” pertumbuhan usaha melalui Dana dan Kredit, manajemen juga melakukan pengendalian biaya agar beban bunga dan beban operasional tidak “merongrong” laba.
“Alhamdulilah tahun buku 2024 PT BPR Samudera selaku Perseroda milik Pemkab Pesisir Selatan masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha. Total Aset tercapai Rp32,95 Miliar, realisasi Kredit yang disalurkan sebanyak Rp26,06 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp19,11 Miliar serta Laba Bersih Usaha sebanyak Rp222 Juta. Secara kinerja seluruh indikator usaha ini masih mampu bertumbuh secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR Samudera, Algusriandi, yang didampingi Direkturnya, Jhon Kenedy kepada Padang Ekspres, Senin (28/4/2025).
Menurut Algusriandi, tahun 2024 PT BPR Samudera Perseroda mulai menemukan momentum kebangkitan usaha. Selain mampu menjaga pertumbuhan usaha melalui, dana dan realisasi kredit manajemen juga melakukan sejumlah langkah strategius lainnya. Satu di antara langkah strategis itu adalah melakukan pengendalian beban bunga dan beban operasional. Hasilnya, kinerja laba ditahun 2024 ini berhasil mampu dipertahankan.
Aset, Dana dan Beban
Dari audit yang dilakukan akhir tahun 2024 tercatat total Aset PT BPR Samudera Perseroda sebanyak Rp32,95 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh 11,46 persen secara year on year. Selain bertumbuh, realisasi Aset ini juga berhasil mencapai target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
Bertumbuh double digitnya total aset sama sama ditopang oleh membaiknya kinerja kredit dan dana. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp19,11 Miliar. Realisasi Dana Pihak Ketiga ini juga bertumbuh 15,67 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, produk tabungan paling mendominasi pertumbuhan usaha. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 7,88 Miliar.
Realisasi dana tabungan ini bertumbuh 56,60 persen secara year on year dan tercapai jauh melampui target dalam RBB. Sementara itu dana deposito terhimpun sebanyak Rp 11,23 Miliar.
“Untuk dana ditahun 2024 kita memang lebih memacu pertumbuhan dana tabungan. Langkah ini mesti kita ambil dalam upaya mengendalikan laju beban bunga (cost of fund) di tengah masih relatif sempitnya pasar Kredit,” ujar Algusriandi.
Langkah treasury ini ternyata membuahkan hasil. Beban bunga kontraktual yang musti dibayarkan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 1,34 Miliar. Realisasi beban beban bunga (Cost of fund-red) menurun 21,63 persen dibandingkan beban dana tahun 2023 yang lalu.
Kredit dan Pendapatan
Sedikit berbeda dengan dana, realisasi Kredit PT BPR Samudera tahun 2024 tumbuh lebih landai. Total Kredit yang mampu disalurkan selama tahun 2024 tercatat Rp26,06 Miliar atau bertumbuh 6,14 persen secara year on year.
Bertumbuhnya kredit tentulah juga berdampak pada pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 3,47 Miliar atau tumbuh 8,77 persen secara year on year. Sementara itu pendapatan lainnya tercatat Rp 82 juta.
“Total Pendapatan Operasional (PO) yang berhasil kita bukukan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 3,55 Miliar atau bertumbuh 6,28 persen secara year on year. Sementara itu Laba Bersih Usaha Berjalan tercatat sebanyak Rp 222 Juta,” ucap Algusriandi.
Dari data Padang Ekspres, PT BPR Samudera merupakan BUMD (Perseroda) yang dimiliki oleh Pemkab Pesisir Selatan. BPR yang berkantor pusat di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan ini selain berbeda secara kepemilikan juga memiliki segmen pasar yang berbeda dibandingkan BPR lainnya di Sumbar.
Sesuai dengan namanya, BPR ini lebih didorong Pemkab Pesisir Selatan untuk jadi lokomotif ekonomi masyarakat pesisir pantai. Mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga bantuan modal usaha untuk pelaku UMKM di kawasan Pesisir pantai di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan terkhususnya Pemkab Pesisir Selatan. Semoga di tahun 2025 ini BPR Samudera bisa tumbuh lebih bagus lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (***)
Editor : Hendra Efison