Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Attila Majidi Datuak Sibungsu, Perintis Kopi Pak Datuak hingga Mendunia: Angkat Marwah Kopi Lokal, Tembus World of Coffee 2025

Arditono Padek • Jumat, 2 Mei 2025 | 15:00 WIB

GIGIH: Attila Majidi Datuak Sibungsu, penggagas Kopi Pak Datuak, berhasil mengantarkan kopi lokal Solok Selatan ke kancah dunia.(ARDI/PADEK)
GIGIH: Attila Majidi Datuak Sibungsu, penggagas Kopi Pak Datuak, berhasil mengantarkan kopi lokal Solok Selatan ke kancah dunia.(ARDI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kopi Pak Datuak, hasil racikan tangan-tangan lokal dari Solok Selatan, resmi menjadi wakil Sumatera Barat dalam ajang bergengsi World of Coffee 2025 yang akan digelar di Jakarta International Convention Center pada 15–17 Mei 2025 mendatang.

Ajang ini bukan sekadar pameran. Ini adalah panggung para legenda kopi, tempat hanya biji kopi terbaik dunia yang
mendapat kesempatan unjuk rasa. Dan kini, dari perbukitan Sangir, Kopi Pak Datuak siap bersuara, mengangkat nama kopi lokal ke pentas dunia.

SIAPA sangka, dari titik kecil bernama Simpang Tambang, Jorong Padang Aro, di jantung Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, aroma khas kopi Sumatera Barat kini bersiap menari di udara internasional.

Bagi Attila Majidi Datuak Sibungsu, sosok di balik nama “Pak Datuak”, usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan napas cinta pada tanah kelahiran. Digagas sejak 2017, Kopi Pak Datuak kini telah menembus panggung dunia.

Bermula dari sebuah kafe kecil bernama Teras Kopi Pak Datuak, tempat ini kini menjadi pusat edukasi kopi bagi petani, remaja, pemuda, hingga orang tua.

Berbasis di Solok Selatan, Kopi Pak Datuak yang dikurasi oleh 5758 Coffee Lab Bandung, berhasil lolos seleksi nasional dengan membawa dua varian green bean arabika, Natural dan Full Wash. Keduanya mencetak skor cupping di atas 80, masuk kategori Specialty Coffee.

“Ini lebih dari sekadar cita rasa. Ini adalah kisah tentang tanah, tangan, dan tradisi. Alhamdulillah, Kopi kita, Pak Datuak, lolos seleksi nasional dan akan tampil di pameran kopi dunia pada Mei nanti sebagai wakil Sumatera Barat,” ujar Attila Majidi pada Minggu (27/4), menjelang keberangkatannya ke Jakarta.

Sebagai salah seorang pemangku adat di Solok Selatan, Attila juga berhasil menciptakan kopi dengan identitas rasa yang khas.
Keunikan Kopi Pak Datuak tidak hanya pada namanya, tetapi juga pada cita rasa yang ditawarkannya.

Saat kering, aromanya mengingatkan pada kacang dan kentang rebus. Namun ketika diseduh, muncul aroma kakao, lemon, dan kacang yang halus. Sensasi jeruk nipis, molase, hingga jambu menyeruak saat kopi masih panas, lalu bergeser ke nuansa citrus seiring menurunnya suhu.

Di akhir, manis ringan dan sensasi kering yang elegan menjadi penutup yang memikat. Seluruh deskripsi ini berdasarkan hasil pengujian dari Coffee Lab Bandung, yang menjadi dasar lolosnya kopi ini ke ajang World of Coffee.

World of Coffee 2025, yang untuk pertama kalinya digelar di Asia Tenggara, bukan sekadar ajang pameran, melainkan medan laga para seniman kopi dunia.

Dari kompetisi World Brewers Cup, pelatihan teknik penyeduhan terbaru, hingga diskusi inovasi industri, ajang ini menjadi momen emas bagi Kopi Pak Datuak untuk memperkenalkan cita rasa lokal dengan bahasa global.

“Ini bukan sekadar mewakili Sumbar, tapi mempersembahkan warisan rasa dari Solok Selatan kepada dunia,” tambah Attila, pria kelahiran Juni 1972, penuh semangat.

Tiket early bird untuk World of Coffee 2025 tersedia hingga 27 April 2025. Tidak hanya pelaku industri, ajang ini juga terbuka bagi publik dan para pecinta kopi sejati.

Ia telah menjadi bahasa. Ia adalah budaya. Dan Kopi Pak Datuak dari teras kecil di Simpang Tambang, Padang Aro, pusat Kabupaten Solok Selatan, telah membuktikan bahwa warisan bisa diseduh dan dibawa terbang ke mana pun dunia menginginkannya.

Kopi Pak Datuak menjadi perwakilan Sumatera Barat bersama Solok Radjo untuk tampil di pasar dunia dalam ajang World of Coffee 2025.

Sebagai alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), Attila menyebut Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, dan menjadi tuan rumah ideal untuk memperkuat peran pentingnya dalam lanskap kopi global.

Solok Selatan, katanya, patut bangga karena kopi daerah ini siap bersaing di pasar dunia setelah dinyatakan lolos seleksi nasional tahun ini.

“Pameran ini tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi kopi Indonesia, tetapi juga inovasi dan kemajuan industri kopi, terutama kopi lokal yang kini mampu bersaing di pasar internasional,” pungkas suami dari Yani Suryani itu. (ARDITONO— Solsel)

Editor : Novitri Selvia
#Attila Majidi Datuak Sibungsu #Kopi Solok Selatan #Kopi Pak Datuak #kopi lokal #World of coffee 2025