Laporan—Two Efly, Muaro Paiti
Kecil bukan berarti tidak bagus. Itulah yang terlihat dari kinerja PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti. Walau dari total aset baru berada di angka belasan miliar, namun kualitas usahanya terbilang sangat bagus. Ini terlihat dengan jelas pada pertumbuhan Aset, realisasi Kredit dan sangat bagusnya Kualitas Aktiva Produktif yang mampu ditorehkan.
"Alhamdulillah tahun 2024 kita masih mampu menorehkan kinerja yang bagus. Selain mencatatkan pertumbuhan aset dan kredit yang sangat bagus, capaian laba juga mengalami peningkatan," ujar ujar Direktur Utama PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti Nofendri kepada Padang Ekspres, Jumat (2/4/2025).
Sepanjang tahun 2024, total aset PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti tercatat sebesar Rp12,97 miliar. Penyaluran kredit mencapai Rp6,23 miliar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul sebesar Rp10,80 miliar.
Peningkatan signifikan juga terjadi pada laba bersih usaha yang melonjak dari Rp103 juta di tahun 2023 menjadi Rp150 juta di tahun 2024. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan laba sebesar 45,63 persen secara tahunan (year on year).
Tak hanya dari sisi laba, kualitas portofolio pembiayaan perusahaan juga menunjukkan perbaikan. “Kualitas Aktiva Produktif (KAP) juga terpantau sangat bagus, seiring sangat rendahnya kredit bermasalah dan terkelolanya biaya dengan efisien dan efektif,” jelas Nofendri,” ujar Nofendri.
Baca Juga: PLN Dukung Hilirisasi Sawit, PT KAMU Agam Tambah Daya Listrik dari 41 kVA menjadi 555 kVA
Menurut Nofendri, berhasilnya manajemen PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti membukukan pertumbuhan usaha dan laba dengan bagus di tahun 2024 tak terlepas dari kerja keras team work dan mampunya team work memaksimalkan potensi pasar.
Selain itu, sejumlah langkah strategis yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank pun (RBB) berjalan dengan baik sehingga berimbas positif pada capaian usaha dan kinerja.
Aset, Dana dan Beban
Dikutip dari laporan keuangan Publikasi PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti tahun 2024 tercatat total Aset sebanyak Rp 12,97 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh 13,99 persen secara year on year. Selain bertumbuh, realisasi aset ini juga melampui target yang dituangkan dalam RBB.
Bertumbuhnya Aset sama-sama dikontribusi oleh membaiknya kinerja dan dan realisasi kredit. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 10,8 Miliar. Realisasi Dana Pihak ketiga ini bertumbuh 15,14 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama mengkontribusi pertumbuhan. Total dana tabungan yang mampu dihimpun sebanyak Rp 9,65 Miliar atau bertumbuh 15,85 persen secara year on year. Sementara itu dana deposito terhimpun Rp 1,15 Miliar atau tumbuh 9,52 persen dibandingkan Deposito tahun 2023 yang lalu.
“Untuk dana, kita di BPR Mitra Usaha Muaro Paiti memang lebih menumpukan pada dana tabungan. Langkah ini kita ambil dalam upaya mengendalikan laju Cost of fund yang bermuara pada beban operasional. Dari Rp 10,8 Miliar total Dana Pihak ketiga hampir 90 persen berupa dana tabungan,” ujar Nofendri.
Jika Dana mengalami pertumbuhan double digit justru beban dana sebaliknya. Beban bunga kontraktual yang musti dipikul BPR Mitra Usaha Muaro Paiti tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 154 Juta. Beban bunga kontraktual ini mengalami penurunan sebesar 12,99 persen dibandingkan beban dana tahun 2023 yang lalu.
Kredit dan Pendapatan
Sama halnya dengan dana, kinerja Kredit PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti tahun 2024 juga mengalami pertumbuhan. Hingga akhir tahun 2024 tercatat total Kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 6,23 Miliar. Realisasi kredit ini bertumbuh 9,49 persen secara year on year.
Bertumbuhnya kredit tentulah berdampak positif pada kinerja pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 1,55 Miliar. Pendapatan Bunga ini bertumbuh 3,33 persen secara year on year. Sementara pendapatan lainnya tercatat Rp 159 Juta.
“Total Pendapatan Operasional (PO) yang mampu kita bukukan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 1,71 Miliar. Pendapatan Operasional ini juga bertumbuh 3,01 persen secara year on year,” ujar Nofendri.
NPL, BOPO dan Laba
Selain bagus dan menorehkan pertumbuhan usaha, manajemen PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti juga mampu menjaga Kualitas Aktiva Produktif (KAP dengan baik. Sejumlah indikator penting terpantau sangat bagus. Mulai dari kualitas kredit hingga ke pengendalian biaya.
Per 31 Desember 2024 tercatat ratio kredit bermasalah (NPL) sangat kecil. Ratio NPL tercapai 0,33 persen. Artinya, dari Rp 6,23 Miliar total Kredit yang salurkan maka 99,67 persennya berada dalam status sehat dan lancar. Capaian NPL ini terbilang sangatlah bagus sekali.
Selain berhasil menjaga kualitas kredit, manajemen PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti juga terpantau mampu menerapkan prinsip efisien dan efektif dalam tata kelola usaha. Buktinya ratio Biaya Operasional berbanding pendapatan Operasional (BOPO) masih mampu ditekan hingga di bawah angka 90 persen.
“Aset yang bertumbuh, kredit yang meningkat, pendapatan operasional yang bertambah dan biaya yang terkendali inilah bermuara pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkat dari Rp 103 Juta ditahun 2023 naik menjadi Rp 150 juta ditahun 2024 atau bertumbuh 45,63 persen secara year on year”, ucap Nofendri.
Dari data Padang Ekspres tercatat, PT BPR Mitra Usaha Muaro Paiti merupakan salah satu BPR yang beroperasional di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. BPR ini memiliki potensi pasar yang cukup bagus. Hadir di kawasan sentra pertanian dan perkebunan, membuat BPR ini bisa tumbuh dan berkinerja cukup bagus. (***)
Editor : Hendra Efison